Implementasi Program Membaca 15 Menit Oleh Guru dalamPengembangan Kosakata dan Pemahaman Bacaan di Sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama

Authors

  • Desy Eka Ayu Ningrum Universitas Indraprasta PGRI Author
  • Adi Permana Universitas Indraprasta PGRI Author
  • Elisa Anandari Universitas Indraprasta PGRI Author

DOI:

https://doi.org/10.70294/nv5n4y12

Keywords:

15-minute reading program, vocabulary, reading comprehension, teacher's role, Partnership School (SPK)

Abstract

Kemampuan membaca berperan penting dalam pengembangan kosakata dan pemahaman bacaan siswa, termasuk di Sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK) yang menerapkan pembelajaran bilingual. Salah satu upaya yang dilakukan adalah program membaca 15 menit sebelum pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program membaca 15 menit oleh guru serta perannya dalam mengembangkan kosakata dan pemahaman bacaan siswa di Sekolah Victory Plus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi selama sepuluh pertemuan, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program membaca 15 menit terlaksana dengan tingkat keterlaksanaan sebesar 96%. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, model pembaca, serta pembimbing dan evaluator. Guru juga secara konsisten memperkenalkan kosakata baru dengan rata-rata 2,9 kata pada setiap pertemuan serta melakukan diskusi untuk mengukur pemahaman bacaan siswa. Kendala yang ditemukan ialah keterlibatan siswa yang belum optimal (80%) akibat keterbatasan ketersediaan buku bacaan. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan program membaca 15 menit lebih ditentukan oleh kualitas pendampingan guru daripada durasi kegiatan, serta memberikan gambaran empiris mengenai pelaksanaan program literasi di sekolah SPK.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, Y. (2016). Pembelajaran literasi: Strategi meningkatkan kemampuan literasi matematika, sains, membaca, dan menulis. Bumi Aksara.

Akbar, D. M., Ramadhan, F., & Nugraha, S. (2024). Implementasi gerakan 15 menit membaca di lingkungan SMP Yakha Garut: Dampaknya terhadap kesadaran literasi. Sewagati: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 8(2), 45–56.

Allington, R. L. (2014). What really matters for struggling readers: Designing research-based programs (4th ed.). Pearson.

Andini, M., & Suriani, A. (2024). Pengaruh kegiatan membaca 15 menit sebelum belajar terhadap perkembangan literasi baca tulis siswa SD. Journal Central Publisher, 2(5), 112–120.

Cain, K., & Oakhill, J. (2014). Children's comprehension problems in oral and written language: A cognitive perspective. Guilford Press.

Cain, K., & Oakhill, J. (2018). Reading comprehension development from research to practice. Routledge.

Cenoz, J., & Gorter, D. (2017). Language awareness and multilingualism. Springer.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Cummins, J. (2017). Teaching for transfer in multilingual school contexts. Multilingual Matters.

Dalman. (2017). Keterampilan membaca. Rajawali Pers.

Dhiya, R. N., Rokmanah, & Syachruroji. (2023). Meningkatkan minat baca pada anak sekolah dasar dengan kegiatan literasi membaca 15 menit sebelum KBM. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 18–27.

Duke, N. K., & Pearson, P. D. (2016). Effective practices for developing reading comprehension. Dalam S. J. Samuels & A. E. Farstrup (Eds.), What research has to say about reading instruction (4th ed.). International Literacy Association.

Fadilah, N., Aulia, R., Pratama, D., & Sari, L. (2023). Implementasi Gerakan Literasi Sekolah dalam meningkatkan kosakata Bahasa Indonesia di Community Learning Center Pontian Fico, Sabah Malaysia. Klitika: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 33–44.

García, O., & Wei, L. (2018). Translanguaging: Language, bilingualism and education. Palgrave Macmillan.

Genesee, F., & Hamayan, E. (2016). Dual language instruction from A to Z. Heinemann.

Grabe, W., & Stoller, F. L. (2011). Teaching and researching reading (2nd ed.). Routledge.

Guthrie, J. T., & Wigfield, A. (2012). Adolescents' engagement in academic literacy. Corwin Press.

Ikhsan, N. N., Prasetyo, B., & Wulandari, T. (2022). Pengaruh membaca lima belas menit terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 201–213.

Kern, R. (2015). Language, literacy, and technology. Cambridge University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nation, I. S. P. (2013). Learning vocabulary in another language (2nd ed.). Cambridge University Press.

Nation, I. S. P. (2020). Teaching and learning vocabulary. Heinle Cengage Learning.

Nugrahani, F. (2014). Metode penelitian kualitatif dalam penelitian pendidikan bahasa. Cakra Books.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia.

Schmitt, N., Jiang, X., & Grabe, W. (2020). The percentage of words known in a text and reading comprehension. The Modern Language Journal, 95(1), 26–43.

Stahl, S. A., & Nagy, W. E. (2014). Teaching word meanings. Routledge.

Tarigan, H. G. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa (Edisi revisi). Angkasa.

Downloads

Published

2026-07-14

How to Cite

Implementasi Program Membaca 15 Menit Oleh Guru dalamPengembangan Kosakata dan Pemahaman Bacaan di Sekolah Satuan Pendidikan Kerja Sama. (2026). RUKASI: Jurnal Ilmiah Perkembangan Pendidikan Dan Pembelajaran, 3(03), 131-143. https://doi.org/10.70294/nv5n4y12

Similar Articles

11-20 of 20

You may also start an advanced similarity search for this article.