Etnobotani Tumbuhan Bermanfaat Bagi Kesehatan: Pengetahuan Lokal Berbasis Partisipan Mahasiswa Biologi di Kabupaten Pamekasan
Isi Artikel Utama
Abstract
Kegiatan mengidentifikasi aset alam (tumbuhan) dan manusia yang bertujuan untuk mengetahui potensi dari kearifan lokal terutama yang dilakukan oleh masyarakat saat melestarikan tumbuhan untuk keperluan bahkan untuk pengobatan tradisional, hubungan masyarakat dan tumbuhan ini dapat meningkatkan pengetahuan mengenai kearifan lokal setempat. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), Pendekatan ini menekankan pada pengenalan aset dengan mengenali aset, hal ini dapat membantu dalam memahami berbagai potensi yang dimiliki oleh suatu komunitas sehingga memungkinkan perencanaan perubahan berdasar potensi tersebut, ada berbagai aset yang ada, baik aset alam, sosial, ekonomi, manusia, maupun tradisi keagamaan, dapat menjadi kekuatan utama dalam pembangunan desa jika dikelola dengan baik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat di Kabupaten Pamekasan masih memanfaatkan berbagai tumbuhan lokal sebagai bahan pengobatan tradisional. Tumbuhan yang berhasil didokumentasikan meliputi jahe, kunyit, pepaya, daun sirih, temulawak, daun pandan, kencur, kunci pepet, daun beluntas, kemangi, dan lengkuas yang tersebar di beberapa desa kegiatan. Tumbuhan tersebut dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan kesehatan, seperti mengatasi batuk, masuk angin, gangguan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta menjaga kebersihan dan kebugaran tubuh. Jenis tumbuhan dari kelompok rimpang menjadi yang paling banyak digunakan oleh Masyarakat.
Rincian Artikel
Section
How to Cite
References
Amrul, H. M. Z. N. (2024). Peran Kearifan Lokal dalam Pelestarian Tumbuhan Obat dan Lingkungan di Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 6(November), 225–235. https://doi.org/10.31289/jibioma.v6i2.5115
Dina Trianggaluh Fauziah, Rina Herowati, G. P. W. (2020). UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK KUNCI PEPET (Kaempferia rotunda L.). Jurnal Kesehatan Dr. Soebandi, 8(2), 154–157. https://doi.org/10.36858/jkds.v8i2.240.
Galangal, W., Antioxidant, P., & Screening, P. (2021). Uji Aktivitas Antioksidan dan Skrining Fitokimia Perasan Lengkuas Merah dan Lengkuas Putih. 6, 23–31.
Humairah, S. S., Ibrahim, I., Ginting, Z., & Kurniawan, E. (2024). PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI ( Pandanus Ammaryllifolius ) SEBAGAI INHIBITOR KOROSI PADA PLAT BAJA ST 41 DALAM MEDIA AIR PAYAU. 6(Desember), 919–934.
Indah Nur Ramadina, A. R. N. M. (2025). Pendekatan Asset-Based Community Development dalam Pengabdian Masyarakat: Studi Kasus Pendirian Gugus Depan Pramuka IAI Badrus Sholeh (pp. 117–128).
Jaya, D. S., Cianjur, K., & Silalahi, M. (2019). Pemanfaatan Beluntas ( Pluchea indica ( L .) Less ) dan Bioaktivitasnya ( Kajian Lanjutan Pemanfaatan Tumbuhan dari Pengabdian Kepada Masyarakat di. 1(April), 8–18.
Khasanah, R., Wahidah, B. F., & Hayati, N. U. R. (2020). Etnobotani Tumbuhan Pepaya ( Carica papaya L . ) di Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang. September, 363–371.
Kurniawan, S., Rosyidi, A., Solihin, M., Yansah, A., Rahmawati, P., Yasri, M., & Aprillia, H. (2025). Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata Dengan Menggunakan Metode Asset Based Community Development ( ABCD ) di Desa Sapta Mulia , Kabupaten Tebo. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma This, 6, 1700–1712.
Lidvina Niken Yasacaxena, Matea Nirmala Defi, Vicha Putri Kandari, Putri Teresa Rery Weru, Feranita Elsa Papilaya, Melania Oktafera, D. S. (2023). Review : Ekstraksi Rimpang Temulawak ( Curcuma xanthorrhiza Roxb .) dan Aktivitas Sebagai Antibakteri. Jurnal Jamu Indonesia (2023), 8, 10–17.
Marsila, R., Febrianti, A., Sari, A. V., Afifah, S. N., & Naurah, N. T. (2025). Ekstraksi dan Identifikasi Senyawa Bioaktif Ekstrak Daun Kemangi ( Ocimum basilicum L .). Jurnal Lantera Ilmiah Kesehatan Artikel, 3(88), 1–8.
Masdra Brian Nurhuda, Eny Dwi Pujawati, D. P. (2022). KEANEKARAGAMAN HAYATI TUMBUHAN DI SEKITAR KAWASAN BENDUNGAN LABUHAN KECAMATAN BATANG ALAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN. Jurnal Sylva Scienteae Vol., 05(3), 429–436.
Miyada Nur Ahnafani, Nasiroh, Nina Aulia, Noor Laili Mega Lestari, Marselina Ngongo, A. R. H. (2024). Jahe (Zingiber Officinale): Tinjauan Fitokimia, Farmakologi, dan Toksikologi (pp. 1992–1998).
Moch. Naufal Ramdhani, Awaludin Firdaus, M. U. (2025). ANALISIS SENYAWA FITOKIMIA DAN TREN PENELITIAN PADA DAUN SIRIH HIJAU ( Piper PENDAHULUAN Daun sirih ( Piper batle L .) adalah tanaman obat tradisional alami yang biasa digunakan oleh masyarakat Indonesia . Banyak manfaat dari daun sirih , diantaranya sepe. Bioed: Jurnal Pendidikan Biologi, 13(2), 108–127.
Mutia, H. Z. N. A. (2024). Peran Kearifan Lokal dalam Pelestarian Tumbuhan obat dan lingkungan di Sumatera Utara (pp. 225–235).
Mutis, A., & Karyawati, A. T. (2021). POTENSI KUNYIT ( Curcuma longa ) SEBAGAI NUTRACEUTICAL. 18(2), 93–101.
Novita, W. (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi Daun Sirih (Piper batle L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus mutans Secara In Vitro. Jambi Medical Journal: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 4(2): 140-155. https://doi.org/10.22437/jmj.v4i2.3579
Prameswari, O. M., & Widjanarko, S. B. (2013). Uji Efek Ekstrak Air Daun Pandan Wangi terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah dan Histopatologi Tikus Diabetes Mellitus. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 2(2), 16 27.
Sudarsono, Ratnawati, dan Budiwati. 2005. Taksonomi Tumbuhan Tinggi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Utami, L. P., & Tandean, P. G. (2020). Pengaruh Pemberian Ekstrak Kencur ( Kaempferia galanga L .) terhadap Peningkatan Zona Hambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus The Effect of Kencur Extract ( Kaempferia Galanga L .) Against Increase Blockade Zone of Staphylococcus aureus Bacterial Growth. 2071(September), 145–155.
Widyawati, N. (2019). Penampilan Tanaman Krisan Pot (Dendrathema Grandiflora) Akibat Retradan dan Pemangkasan Pucuk. J Hort Indonesia. 10, (2), 128 134.