Analisis Campur Kode dan Alih Kode dalam Tuturan Masyarakat Pesisir Pantai Botutonuo
Keywords:
Campur Kode, Alih Kode, Masyarakat Pesisir, Sosiolinguistik, Pantai BotutonuoAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk campur kode dan alih kode dalam tuturan masyarakat pesisir Pantai Botutonuo serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebab terjadinya fenomena kebahasaan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara. Teori yang digunakan adalah teori sosiolinguistik Suwito (1983). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk campur kode berupa penyisipan kata, frasa, dan klausa dari bahasa Gorontalo ke dalam bahasa Indonesia. Alih kode yang ditemukan meliputi alih kode intern dan alih kode ekstern. Faktor penyebabnya meliputi kehadiran mitra tutur, situasi dan topik pembicaraan, latar belakang sosial budaya penutur, keakraban, dan keterbatasan leksikon.
Unduhan
References
Aslinda, & Syafyahya, L. (2007). Pengantar sosiolinguistik. PT Refika Aditama.
Chaer, A. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.
Kridalaksana, H. (2008). Kamus linguistik (Ed. ke-4). PT Gramedia Pustaka Utama.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi penelitian kualitatif (Ed. revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Poedjosoedarmo, S. (1978). Kode dan alih kode. Widyaparwa, 15, 1–33.
Rahardi, R. K. (2010). Kajian sosiolinguistik. Ghalia Indonesia.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sumarsono. (2013). Sosiolinguistik. Pustaka Pelajar.
Suwito. (1983). Pengantar awal sosiolinguistik: Teori dan problem. Henary Offset.
Wardhaugh, R. (2006). An introduction to sociolinguistics (5th ed.). Blackwell Publishing.





