Stigma Masyarakat Lokal terhadap Pendatang di Desa Sungai Selan Atas Kabupaten Bangka Tengah
Kata Kunci:
Stigma, Masyarakat Pendatang, Konflik Etnis, Pendatang SelapanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses terbentuknya stigma terhadap pendatang serta respons pendatang terhadap stigma tersebut, menggunakan teori stigma dari Erving Goffman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tidak terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma tidak hanya dialamatkan kepada pendatang dari Selapan, tetapi juga meluas kepada pendatang dari daerah lain yang berasal dari Sumatera Selatan. Pembentukan stigma ini dipicu oleh adanya perbedaan etos kerja dan kebudayaan, serta diperkuat oleh perilaku negatif sebagian kecil individu pendatang, yang kemudian memvalidasi stigma. Stigma ini menimbulkan berbagai dampak seperti perlakuan diskriminasi, stereotip, dan pelabelan, yang memengaruhi interaksi sosial antara kedua belah pihak. Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya respons yang bervariasi dari pendatang. Respons tersebut dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu: (1) tidak setuju dengan stigma tetapi bersikap pasif; (2) tidak setuju dengan stigma dan melakukan upaya aktif untuk menguranginya; dan (3) setuju dengan stigma tetapi bersikap pasif. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukkan adanya perbedaan perspektif yang signifikan. Masyarakat lokal menilai pendatang secara negatif, sedangkan para pendatang menunjukkan penolakan dan menyangkal stigma tersebut. Apabila perspektif negatif ini terus berlanjut, potensi konflik dapat muncul akibat perbedaan pandangan di antara keduanya.





