Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Era Digital
Kata Kunci:
Pendidikan Agama Islam, Pembentukan Karakter, Teknologi DigitalAbstrak
Penelitian ini mengkaji implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk karakter peserta didik di era digital. Perkembangan pesat teknologi digital menghadirkan tantangan baru, di mana media sosial seringkali mengekspos peserta didik pada konten yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, yang berpotensi menyebabkan penurunan moral meskipun mereka telah menerima PAI di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana PAI dapat membimbing peserta didik dalam menggunakan teknologi di era digital. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, data dikumpulkan melalui pemahaman dan pembelajaran berbagai teori dari literatur yang relevan seperti jurnal dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI secara signifikan meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta didik terhadap ajaran agama. Teknologi membuat pembelajaran PAI lebih interaktif, menyenangkan, dan mudah diakses, yang mengarah pada peningkatan pemahaman nilai-nilai dan praktik keagamaan Islam. Platform daring memfasilitasi kolaborasi, diskusi, dan umpan balik instan, meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pada akhirnya, PAI adalah proses sadar dan terencana oleh pendidik untuk menumbuhkan keyakinan dan karakter mulia melalui ilmu, penghayatan, pengamalan, dan pengalaman keagamaan, dengan tujuan menghasilkan individu muslim yang bertakwa dan berakhlak mulia. Penggunaan teknologi yang efektif dalam PAI sangat penting untuk mengembangkan individu berkualitas yang menjunjung tinggi keadilan, kesetaraan, kepedulian, dan gotong royong dalam masyarakat demokratis, terutama di tengah tantangan era digital.
Unduhan
Referensi
Enrekang, S. M., & Parepare, U. M. (2018). PENERAPAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KARAKTER PRIBADI YANG ISLAMI Elihami
Elihami Abdullah Syahid A . Pendahuluan Pendidikan Agama Islam sebagai suatu proses ikhtiyariyah mengandung ciri dan watak khusus , yaitu proses penanaman , pengembangan dan pemantapan nilai-nilai keimanan yang menjadi fundamen mental- spritual manusia dimana sikap dan tingkah lakunya termanifestasikan menurut kaidah- kaidah agamanya . Nilai-nilai keimanan seseorang adalah keseluruhan pribadi yang menyatakan diri dalam bentuk tingkah laku lahiriah dan rohaniah , dan ia merupakan tenaga pendorong / penegak yang fundamental , bagi tingkah laku seseorang . 1 Pendidikan Islam juga melatih kepekaan ( sensibility ) para peserta didik sedemikian rupa, sehingga sikap hidup dan prilaku didominasi oleh perasaan mendalam nilai-nilai etis dan spritual Islam . Mereka dilatih , sehingga mencari pengetahuan tidak sekedar untuk memuaskan keingintahuan intelelektual atau hanya untuk keuntungan dunia material belaka , tetapi juga untuk mengembangkan diri sebagai makhluk rasional dan saleh yang kelak akan memberikan kesejahteraan fisik , moral dan spritual bagi keluarga , masyarakat dan umat manusia . Pandangan ini berasal dari Berdasarkan undang-undang sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa : Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa , memiliki pengetahuan dan keterampilan , berbudi pekerti yang luhur , sehat jasmani dan rohani , berkepribadian yang mantap , cerdas , Dalam upaya menanamkan perilaku keberagamaan terhadap peserta didik , maka sangat diharapkan kepada setiap lembaga pendidikan untuk memberikan pengaruh bagi pembentukan jiwa keagamaan pada anak . Namun besar kecilnya pengaruh yang dimaksud sangat tergantung pada berbagai faktor yang dapat memotivasi anak untuk memahami nilai-nilai agama . Sebab pendidikan agama pada hakekatnya merupakan pendidikan nilai . Oleh karena itu pendidikan agama lebih dititik beratkan pada bagaimana membentuk kebiasaan yang selaras dengan Pengaruh pembentukan jiwa keagamaan dan perilaku keberagamaan pada lembaga pendidikan , khususnya pada lembaga pendidikan formal ( sekolah ) banyak tergantung dari bagaimana karakteristik pendidikan agama yang diberikan di sekolah tersebut . Hal tersebut dikarenakan sekolah dalam perspektif Islam , berfungsi sebagai media realisasi pendidik…. 2, 79–96.
Hidayat, R., Mujiburrahman, Habiburrahim, & Silahuddin. (2024). Metode Pembelajaran Pendidikan Islam. EL-Hadhary: Jurnal Penelitian Pendidikan Multidisiplin, 2(01), 34–47. https://doi.org/10.61693/elhadhary.vol201.2024.34-47
Oktavia, P., & Khotimah, K. (2023). PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moralitas individu Muslim . Di era digital yang semakin berkembang pesat , pengembangan metode pembelajaran P. An Najah Jurnal Pendidikan Islam Dan Sosial Keagamaan, 02(05), 1–9.
Pakai, A. J. (2022). Implementasi Pendidikan Karakter pada Mahasiswa di Era Digital. RISALAH: Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 8(2), 765–780. https://doi.org/10.31943/jurnalrisalah.v8i2.293





