Implementasi Pembiasaan Karakter Budaya Sapa Pagi dalam Pengembangan Kedisiplinan Peserta Didik (Studi Survey di SMP Negeri 39 Bandung)
Kata Kunci:
Budaya Sapa Pagi, Pembiasaan Karakter, Kedisiplinan Peserta Didik, SMP Negeri 39 BandungAbstrak
Pembentukan karakter peserta didik merupakan salah satu fokus utama dalam dunia pendidikan, seiring dengan tuntutan untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pembiasaan perilaku positif sejak dini di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembiasaan karakter budaya sapa pagi dalam pengembangan kedisiplinan peserta didik di SMP Negeri 39 Bandung. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sapa pagi dilaksanakan melalui kegiatan menyapa, memberi salam, dan membangun interaksi positif antara guru dan peserta didik sebelum pembelajaran dimulai. Terdapat kontribusi positif budaya sapa pagi dalam membentuk sikap disiplin peserta didik, seperti datang tepat waktu, menghormati guru dan teman sebaya, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif. Faktor pendukung keberhasilan program ini adalah komitmen seluruh warga sekolah, sedangkan faktor penghambatnya meliputi kurangnya kesadaran sebagian peserta didik dan keterbatasan waktu. Kesimpulannya, pembiasaan budaya sapa pagi efektif dalam mengembangkan kedisiplinan peserta didik, namun diperlukan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan konsistensi dan partisipasi.
Unduhan
Referensi
Cahyono, C. (2015). Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar
Cresweel, J. W. (2014). Research Design : Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks.
Hidayat, K. (2010). Pendidikan Karakter dan Budaya Sekolah. Kompas.
K, Y. R. (2018). Case Study Research and Applications : Design and Methods Thousand Oaks.
Kemdikbud. (2019). Konsep dan Pedoman Penguatan Pendidikan Karakter Tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia, 8.
https://cerdasberkarakter.kemdikbud.g o.id/?wpdmpro=buku-konsep-dan- pedoman-ppkn
Kemendikbud. (2017). Modul pelatihan pendidikan karakter bagi guru. 50.
Lickona, T. (2004). Educating for Character : How Our Schools Can Teach Respect and Responsibilty (B. Books (ed.)).
M, S. S. & H. (2000). Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Era Globalisasi. Grasindo.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2014). Menjadi Guru Profesional. Remaja Rosdakarya.
Nur Ramli. (2010). Panduan Pendidikan Karakter di Sekolah Menengah Pertama. Direktorat Pembinaan SMP, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan Nasional.
Nursyam, A. (2011). Membangun Budaya Akademik di Sekolah. Bumi Aksara.
Pressindo Yogyakarta, L. (2011). NILAI KARAKTER Refleksi Untuk Pendidikan Karakter MOHAMAD MUSTARI.
Ramli, N. (2020). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam. Pustaka Pelajar.
Samani & Haryanto. (2011). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi. Remaja Rosdakarya.
Setiawan, B. (2010). Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi di Sekolah. Pustaka Pelajar.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Alfabeta.
Tilaar, H. A. R. (2016). Paradigma Baru Pendidikan Nasional. Rineka Cipta.
Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional (2003).
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Kencana.
Cahyono, C. (2015). Pengaruh Kedisiplinan Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Pkn Di Smk Pasundan 1 Subang. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 1(2), 169–180. https://doi.org/10.36989/didaktik.v1i2. 23
Famulaqih, S. (2019). Internalisasi Nilai- Nilai Akhlakul Karimah dalam Pembentukan Karakter Siswa melalui Kegiatan Ikatan Santri Ma’had Husainiyah: Penelitian Deskriptif di MTs Husainiyah Cicalengka. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Luthfiyanto, N. A. (2019). Pengaruh Pembiasaan Membaca Al-Qur’an Sebelum Belajar terhadap Pembentukan Karakter Siswa di SMPN 54 Bandung. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Margareta, R. T. E., & Ismanto, B. (2017). Strategi Perencanaan Pembiayaan Sekolah dalam Peningkatan Mutu di SMP Negeri. Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan, 4(2), 195. https://doi.org/10.24246/j.jk.2017.v4.i2.p195-204
Najm Al Inu, A. N., & Dewi, D. A. (2021). Implementasi Nilai Nilai Pancasila Melalui Pendidikan Kewarganegaraan Di Sekolah Dan Di Masyarakat. Jurnal Kewarganegaraan, 5(1), 259–267. https://doi.org/10.31316/jk.v5i1.1383
Ningsih, T. (2021). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran di Sekolah. Deepublish.
Nursyam, A. (2011). Membangun Budaya Akademik di Sekolah. Bumi Aksara.
Rachmadanti, N., Anggara, R., Lestari, S. A., Khairani, Y., & Karawang, U. S. (2024). O f a h. 4, 3194–3207.
Yuni, sasmita afiati. (2006). Urgensi Peran Serta Masyarakat Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sebagai Implementasi Konsep School Based Management (PENELITIAN DI MTs DARUL HIKMAH PAMULANG). Skripsi.
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Kencana.





