Persepsi Masyarakat terhadap Perempuan Pemakai Rokok Elektrik di Kota Pangkalpinang

Penulis

  • Husna Nadia Putri Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Aimie Sulaiman Universitas Bangka Belitung Penulis
  • Tiara Ramadhani Universitas Bangka Belitung Penulis

Kata Kunci:

Persepsi Masyarakat, Perempuan, Rokok Elektrik

Abstrak

Rokok elektrik merupakan bentuk modernisasi perkembangan rokok. Tidak hanya dikonsumsi oleh leleki, rokok elektrik juga dikonsumsi oleh perempuan. Hal ini menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat. Inilah yang menjadi tujuan peneliti untuk melihat persepsi apa saja yang didapat perempuan yang memakai rokok elektrik dari masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori praktik sosial oleh Pierre Bourdieu. Piere Bourdieu dalam praktik sosial mengusung tiga konsep yaitu habitus, ranah, dan modal. Teori habitus adalah kecendrungan yang menghasilkan praktik dan persepsi sosial, mengandung pengalaman masa lalu yang pengaruhnya siap ditampilkan dimasa kini sehingga menjadi sumber penggerak tindakan dan pemikiran terhadap perempuan pengguna rokok elektrik. Ranah dalam penelitian ini merupakan tempat atau dimana persepsi ini dibentuk. Sedangkan modal adalah modal yang memperkuat persepsi masyarakat terhadap perempuan pemakai rokok eletrik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi selama penelitian berlangsung. Jumlah informan sebanyak 28 orang dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitatian menunjukkan bahwa terdapat 2 persepsi masyarakat terhadap perempuan pemakai rokok elektrik. Persepsi masyarakat yang menerima perilaku merokok di kalangan perempuan seperti kesetaraan atau hak bagi perempuan, keren, kreatif dan dapat melihat peluang. Persepsi masyarakat yang menolak perilaku merokok di kalangan perempuan seperti liar, tidak sopan, abai terhadap kesehatan, dibawah pengawasan orang tua. Sedangkan faktor yang mempengaruhi perempuan memakai rokok elektrik yakni rasa ingin tahu, pekerjaan, menghilangkan stres, alternatif berhenti/ mengurangi rokok, rasa yang bervariasi, ekonomi, lingkungan, iklan/media massa.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

PP No.19 Tahun 2003 Tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan

Akbar, F. (2020). Mahasiswi Perokok: Studi Fenomenologi tentang Perempuan Perokok di Kampus. 15(1). 35.

Amstrong. (1990). Pengaruh Rokok Terhadap Kesehatan, cetakan pertama, Jakarta: Arcan.

Damayanti, A. (2016). Penggunaan Rokok Elektrik di Komunitas Personal Vaporizer Surabaya. Jurnal Berkala Epidemiologi, 4(2), 250-261.

Fikriyah, S. & Febrijanto, Y. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Merokok Pada Mahasiswa Laki-laki di Asrama Putra. Jurnal STIKES, 5(1), 99-109.

Global Youth Tobacco Survey (2019). Lembar Informasi Indonesia. Diakses Januari 2024. https://www.who.int/docs/default-source/searo/indonesia/indonesia gyts-2019-factsheet-(ages-13-15)-(final)-indonesian final.pdf?sfvrsn=b99e597b_2

Ibrahim. (2015). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Kasali, R. (2008). Manajemen Public Relations : Konsep dan Aplikasinya di Indonesia. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

Levy. (2007). Retail Management 6th Edition. United States of America: McGraw-Hill International.

Sukardi. (2014). Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi Dan Praktiknya. Jakarta: Bumi Aksara.

Siregar, AS. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Perokok Perempuan di Kelurahan Cinangka Kota Depok. Skripsi. Program Studi Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diterbitkan

2025-06-20

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Persepsi Masyarakat terhadap Perempuan Pemakai Rokok Elektrik di Kota Pangkalpinang. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 1(04), 1506-1521. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/554