Integrasi Eko-Teologi dalam Uniting Church di Sydney: Analisis Implementasi dan Dampaknya terhadap Masyarakat

Penulis

  • Liem Jimmy Sekolah Tinggi Teologi Bethel Indonesia Penulis

Kata Kunci:

Eko-Teologi, Gereja Persatuan, Lingkungan, Alam, Iman Kristen, Teologi, Gereja

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi eko-teologi dalam Uniting Church di Sydney dan dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Eko- teologi, sebagai pendekatan teologis yang mengintegrasikan iman Kristen dengan tanggung jawab lingkungan, semakin mendapatkan perhatian di tengah krisis ekologis global. Uniting Church yang dikenal memiliki komitmen sosial dan lingkungan yang kuat menjadi subjek utama penelitian ini untuk mengevaluasi bagaimana prinsip-prinsip eko-teologi diterapkan dalam praktik keagamaan, pelayanan sosial serta kegiatan komunitas mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dan analisis dokumen. Data dikumpulkan melalui sumber-sumber primer dan sekunder, seperti laporan tahunan gereja, publikasi resmi Uniting Church, serta artikel ilmiah yang relevan. Analisis kualitatif digunakan untuk memahami pola implementasi eko-teologi, mencakup program lingkungan yang dijalankan gereja, kegiatan edukasi ekologis, serta kerja sama dengan komunitas lokal dalam menjaga lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Uniting Church di Sydney telah berhasil mengintegrasikan eko-teologi dalam berbagai aspek kehidupan gereja. Program penghijauan, edukasi lingkungan berbasis komunitas, dan advokasi terhadap isu-isu lingkungan merupakan bentuk nyata implementasi tersebut. Selain itu, integrasi ini memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar, khususnya dalam meningkatkan kesadaran ekologis serta membangun solidaritas sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Uniting Church memainkan peran penting sebagai agen perubahan sosial dalam isu-isu lingkungan melalui penerapan eko-teologi yang holistik. Temuan ini diharapkan dapat membantu dan mendorong gereja-gereja lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam menghadapi tantangan krisis ekologis global.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Conradie, E. M. Christianity and Ecological Theology: Resources for Further Research. Stellenbosch: SUN Press, 2013, 45.

Uniting Earth Ministry, "Annual Report on Environmental Initiatives," 2020.

Habel, N. An Ecojustice Reading of the Bible. Sheffield: Sheffield Phoenix Press, 2014, 67.

Davies, A. "Interfaith Approaches to Ecological Responsibility," Religious Studies Review 28, no. 1 (2019): 75-90.

Faulkner, L. "Community Engagement in Environmental Stewardship: The Role of Churches," Environmental Policy Journal 30, no. 2 (2022): 98-115.

Miller, J. "The Church and Climate Change: A Holistic Response," Journal of Religion & Ecology 25, no. 3 (2018): 45-60.

Hopkins, M. "Green Discipleship: Ecomission and Church Practice," Eco-Theological Journal 12, no. 4 (2015): 120-135.

Clough, D. On Animals: Volume II: Theological Ethics. London: T&T Clark, 2019, 89.

Deane-Drummond, C. A Primer in Ecotheology: Theology for a Fragile Earth. London: SCM Press, 2017, 112.

Hopkins, M. "Green Discipleship: Ecomission and Church Practice," Eco-Theological Journal 12, no. 4 (2015): 125.

Pitt Street Uniting Church, "Sustainability Report," 2021.

Faith Ecology Network, "Collaboration in Environmental Stewardship," 2020.

Deane-Drummond, C. A Primer in Ecotheology: Theology for a Fragile Earth. London: SCM Press, 2017, 134.

Uniting Church in Australia, "Historical Overview of Uniting Church," 1980.

Hobday, J., Alistair, dan McDonald. Environmental Issues in Australia. Tasmania, 2014.

Conradie, E. M. (2013). Christianity and Ecological Theology: Resources for Further Research.

Buku ini membahas prinsip-prinsip dasar eko-teologi dan relevansinya terhadap gereja modern, termasuk bagaimana institusi keagamaan merespons krisis lingkungan.

Deane-Drummond, C. (2017). A Primer in Ecotheology: Theology for a Fragile Earth.

Buku ini menawarkan pendekatan ekoteologis yang berfokus pada krisis lingkungan dan tanggung jawab iman Kristen terhadap bumi.

Miller, J. (2018). "The Church and Climate Change: A Holistic Response." Journal of Religion & Ecology, 25(3), 45-60.

Artikel ini mengeksplorasi peran gereja dalam mengatasi isu perubahan iklim melalui pendekatan teologis yang berbasis komunitas.

Uniting Earth Ministry (2020). "Annual Report on Environmental Initiatives."

Laporan ini berisi tentang berbagai kegiatan lingkungan yang telah dilakukan oleh Uniting Church di Australia, termasuk di Sydney.

Clough, D. (2019). On Animals: Volume II: Theological Ethics.

Buku ini menyoroti hubungan antara teologi dan tanggung jawab manusia terhadap seluruh ciptaan, termasuk isu lingkungan.

Hopkins, M. (2015). "Green Discipleship: Ecomission and Church Practice." Eco-Theological Journal, 12(4), 120-135.

Artikel ini membahas penerapan prinsip ekoteologis dalam kehidupan sehari-hari jemaat gereja.

Davies, A. (2019). "Interfaith Approaches to Ecological Responsibility." Religious Studies Review, 28(1), 75-90.

Artikel ini mengeksplorasi kerja sama lintas agama dalam upaya pelestarian lingkungan, yang relevan dengan konteks Sydney yang multikultural.

Habel, N. (2014). An Ecojustice Reading of the Bible.

Buku ini menawarkan interpretasi Alkitab yang berbasis pada keadilan ekologi, memberikan dasar teologis bagi gereja-gereja yang terlibat dalam advokasi lingkungan.

Uniting Church in Australia (2021). "Eco-Theology and Action: A Guide for Congregations."

Panduan resmi dari Uniting Church yang menyediakan langkah-langkah praktis bagi jemaat untuk terlibat dalam aksi lingkungan.

Faulkner, L. (2022). "Community Engagement in Environmental Stewardship: The Role of Churches." Environmental Policy Journal, 30(2), 98-115.

Artikel ini meneliti bagaimana gereja dapat memobilisasi komunitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan.

Diterbitkan

2025-06-05

Cara Mengutip

Integrasi Eko-Teologi dalam Uniting Church di Sydney: Analisis Implementasi dan Dampaknya terhadap Masyarakat. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(01), 1275-1290. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/439