Desakralisasi Nilai Mistis dalam Film Horor dan Kaitannya dengan Resiliensi Psikologis Remaja

Penulis

  • Mahrita Mahrita UIN Palangkaraya Penulis
  • Surawan Surawan UIN Palangkaraya Penulis

Kata Kunci:

Film Horor, Desakralisasi Mistis, Remaja, Resiliensi Psikologis, Peran Keluarga

Abstrak

Perkembangan pesat genre horor dalam industri  Film horor Indonesia sekarang sering menampilkan unsur mistis yang sudah tidak lagi dianggap sakral, tapi hanya sebagai hiburan saja (Desakralisasi). Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana remaja memahami unsur mistik dalam film horor yang sudah berubah seperti itu, dan bagaimana keluarga membantu mereka agar kuat secara psikologis menghadapi perasaan takut setelah menonton. Penelitian ini menggunakan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi pada remaja yang suka menonton film horor dan keluarganya. Hasilnya, meskipun remaja suka menonton film horor, mereka kadang merasa takut berlebihan, susah tidur, dan takut yang berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga sangat penting untuk menemani dan membantu remaja supaya bisa mengatur perasaan takutnya dan menjadi lebih kuat. Penelitian ini memberikan saran agar keluarga dan guru bisa membantu remaja memilih tontonan yang baik dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat walaupun banyak budaya hiburan seperti ini.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Angesty, C., & Mukafi, M. H. (2024). Ambivalensi Ketakutan dalam Film Incantation, The Medium, dan Keramat: Kajian Penyimpangan Kenikmatan dan Korelasi Pada Abjek Profan. SAWERIGADING, 30(2), 298–311. https://doi.org/10.26499/sawer.v30i2.1374

Annissa, L. W., & Adiprasetio, J. (2022). Ketimpangan representasi hantu perempuan pada film horor Indonesia periode 1970-2019. ProTVF, 6(1), 21. https://doi.org/10.24198/ptvf.v6i1.36296

Damayanti, N. L., & Arviani, H. (2024). Fenomena Phubbing Remaja Kota Surabaya dan Jakarta. Dawatuna: Journal of Communication and Islamic Broadcasting, 3(4), 1351–1363. https://doi.org/10.47467/dawatuna.v3i4.3139

Debby, Y., Hartiana, T. I. P., & Krisdinanto, N. (2020). Desakralisasi film horor Indonesia dalam kajian reception analysis. ProTVF, 4(1), 1. https://doi.org/10.24198/ptvf.v4i1.24171

Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1).

Fajar, R. P. A. L., & Lestari, T. (2021). Pengaruh Film Horor Terhadap Perkembangan Kepribadian Dan Emosional Anak. Jurnal Kajian Gender dan Anak, 5(1).

Firdaus, R. (2023). Peran wayang dalam penyebaran ajaran islam di Indonesia: Sebuah kajian sejarah dan budaya. Maliki Interdisciplinary Journal, 1(4).

Hafifah, W., Hamdanah, H., & Surawan, S. (2023). Dampak Pembinaan Akhlak Terhadap Self Control Remaja. journal TA’LIMUNA, 12(2), 128–139. https://doi.org/10.32478/talimuna.v12i2.1682

Hamdanah, & Surawan. (2022). REMAJA DAN DINAMIKA; Tinjauan Psikologi dan Pendidikan. Penerbit K-Media.

Iskandar, S. (2020). Pengaruh Perilaku Gemar Menonton Film Horor terhadap Gangguan Emosional Anak Menjelang Usia Baligh di SDN 11 Limboto. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 4(1), 41. https://doi.org/10.26858/pembelajar.v4i1.12310

Kurnia, L., & Edwar, A. (2021). Pengaruh Negatif di Era Teknologi Informasi dan Komunikasi Pada Remaja (Perspektif Pendidikan Islam). Kordinat: Jurnal Komunikasi antar Perguruan Tinggi Agama Islam, 20(2), 291–308. https://doi.org/10.15408/kordinat.v20i2.22183

Kurniawan, P. H. W., & Santabudi, B. F. (2023). Signifikansi Unsur Budaya Lokal Dalam Film Horor Mangkujiwo (2020). Sense: Journal of Film and Television Studies, 6(1), 59–76. https://doi.org/10.24821/sense.v6i1.9387

Lspr. (2016). Exposure—Journal of Advanced Communication. STIKOM LSPR.

Mahendika, D., & Sijabat, S. G. (2023). Pengaruh Dukungan Sosial, Strategi Coping, Resiliensi, dan Harga Diri Terhadap Kesejahteraan Psikologis Siswa SMA di Kota Sukabumi. Jurnal Psikologi dan Konseling West Science, 1(02), 76–89. https://doi.org/10.58812/jpkws.v1i02.261

Manoppo, A. J., & Pontororing, O. C. (2023). Selera Humor Pada Motivasi Belajar. Klabat Journal of Nursing, 5(1), 61. https://doi.org/10.37771/kjn.v5i1.912

Masaoy, R. N., & Ramdhan, A. F. (2024). Kultivasi di Era Digital: Studi Kasus Pada Anak-anak yang Gemar Menonton Film Horor di Cijati Majalengka. 1(1).

Maulidin, F. M. M. (2020). Peran keluarga pada pembentukan perilaku sosial remaja akibat dampak era digital: Studi kasus di Secang dan Wangkal Kalipuro Banyuwangi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.

Mei Vita Cahya Ningsih & Cahya Kurnia. (2024). Pengaruh Media Sosial Tik Tok Terhadap Kemampuan Mengontrol Emosi Pada Remaja. Caring : Jurnal Keperawatan Al-Ikhlas, 1(1), 42–50. https://doi.org/10.70800/jckk.v1i1.123

Mita, M., & Jasiah, J. (2025). Pengembangan E-Book Pembelajaran Interaktif Berbasis Flipbooks dengan Model Waterfall di Mts Al-Mumtaz Palangka Raya. Jurnal Ilmiah Profesi Guru (JIPG), 6(1), 50–62. https://doi.org/10.30738/jipg.vol6.no1.a18665

Mustofa, M. B., Wuryan, S., Tari, I. L., Septiani, J., & Andriyani, L. (2022). Penerapan Komunikasi Massa Terhadap Budaya Masyarakat Pada Remaja Di Era Society 5.0. Komunikasia: Journal of Islamic Communication and Broadcasting, 2(2), 90–104. https://doi.org/10.32923/kpi.v2i2.2664

Nur’aeni, Y., & Fitri, S. Y. R. (2024). Resiliensi Remaja Di Wilayah Pesisir: A Scoping Review. Jurnal Keperawatan, 16(2). https://doi.org/10.32583/keperawatan.v16i3.1788

Paledung, J. R. (2024). Perkembangan film dan musik indonesia referensi Jean Francois lyotard. Prosodi, 18(1), 101–109. https://doi.org/10.21107/prosodi.v18i1.21507

Prastyanto, Y., & Yuwono, J. S. E. (2023). Kawasan Perbukitan Gunung Wungkal di Kabupaten Sleman: Kajian Arkeologi Lanskap. JANUS, 1(2), 102–122. https://doi.org/10.22146/janus.9844

Purnama Sari, S. (2024). Analisis Makna Visual Pada Poster Film ‘Siksa Neraka.’ Creativa Scientia, 1(1), 1–16. https://doi.org/10.70429/creativascientia.v1i1.87

Rahmanisa, R., Rahmat, H. K., Cahaya, I., Annisa, O., & Pratiwi, S. (2021). Strategy To Develop Individual Resilience In The Middle Of The Covid-19 Pandemic Using Islamic Art Therapy. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(1), 39–52.

Riswandi, R., & Permadi, I. (2025). Memahami Minat Generasi Milenial Dalam Tontonan Film Horor Indonesia. Jurnal Ekonomak, 10(3).

Salwa, N. (2020). Analisis Isi Tentang Kekerasan Dalam Film Munafik 2. Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Setyaningsih, T. W. (2023). Rekreasi Ketakutan, Sebuah Kajian Menonton Film Horor di Masa Pasca Pandemi. IMAJI: Film, Fotografi, Televisi, & Media Baru, 14(1), 57–72. https://doi.org/10.52290/i.v14i1.100

Sumaki, R. Y. R., Kaunang, S. T. G., & Sugiarso, B. A. (2024). Fiction Game Four Ghost Stories. Jurnal Teknik Elektro dan Komputer, 13(3).

Suriati, S., Faridah, F., & Nursyam, N. (2022). Peran Orang Tua Dalam Menangani Dampak Negatif Media Sosial Pada Remaja Di Kec. Sinjai Tengah. Retorika : Jurnal Kajian Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(1), 41–56. https://doi.org/10.47435/retorika.v4i1.880

Suroyya, D. (2022). Komodifikasi Dan Deskralisasi Simbol Agama Dalam Film Horor Indonesia. Indonesian Journal of Islamic Communication, 5(1), 15–38. https://doi.org/10.35719/ijic.v5i1.1816

Wardhani, M. K. (2023). Simbolisme Agama sebagai Protagonis dalam Film Horor. Profilm: Jurnal Ilmiah Ilmu Perfilman & Pertelevisian, 5(1). https://doi.org/10.56849/qc0zn936

Wijaya, J. C., Lo, L., & Wahongan, J. (2024). Studi Komparatif Terhadap Narasi Eksorsisme Roh Jahat Dalam Film The Nun I Sampai II dan Eksorsisme Yesus Dalam Markus 1:21-28. Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso, 9(1), 14–36. https://doi.org/10.33856/kerusso.v9i1.321

Diterbitkan

2025-10-29

Cara Mengutip

Desakralisasi Nilai Mistis dalam Film Horor dan Kaitannya dengan Resiliensi Psikologis Remaja. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(01), 932-940. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/404