Peran Hermeneutik Alegoris dalam Filsafat dan Teologi
Kata Kunci:
Hermeneutik Alegoris, Filsafat, Teologi, Penafsiran Teks, Makna TransendenAbstrak
Hermeneutik alegoris merupakan metode penafsiran teks yang memandang makna tersembunyi di balik makna harfiah, yang berkembang sejak era Yunani Kuno dan mencapai puncaknya dalam tradisi Kristen awal. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran hermeneutik alegoris dalam mengembangkan pemahaman filsafat dan teologi, khususnya dalam menafsirkan teks-teks klasik dan kitab suci. Dengan pendekatan kualitatif, artikel ini menelaah kontribusi tokoh-tokoh kunci seperti Philo dari Aleksandria, Origenes, dan Agustinus, serta bagaimana metode alegoris menghubungkan makna transenden dengan pemahaman rasional manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutik alegoris tidak hanya memperkaya penafsiran teologis, tetapi juga membuka jalan bagi dialog antara iman dan rasio dalam filsafat. Metode ini masih relevan dalam konteks kontemporer, terutama dalam menghadapi pluralitas tafsir dan krisis makna dalam dunia modern.
Unduhan
Referensi
Hartanto, D. (2013). Peran cinta dalam penafsiran kitab suci menurut Agustinus. Jurnal Filsafat dan Teologi, 5(1), 45–60.
Ndeo, J. (2022). Hermeneutik Gadamer dan relevansinya dalam penafsiran Alkitab. Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 1(2), 58–63.
Setyawan, I. (2017). Hermeneutika simbolik dan penyingkapan makna filosofis: Studi atas Alegori Gua dalam filsafat Plato. Jurnal Filsafat, 27(2), 115–130.
Sidabutar, H., & Marbun, P. (2022). Epistemologi hermeneutika dan implikasinya bagi Pentakostalisme diIndonesia. Jurnal Teologi Berita Hidup, 5(1), 107–126.
Sumaryono, E. (2014). Hermeneutik Sebuah metode filsafat. Yogyakarta: Kanisius.
Supena, I. (2020). Epistemologi tafsir, ta’wil, dan hermeneutika: Kajian komparatif.Jurnal Kajian Agama dan Filsafat, 19(2), 123–140.
Suryani, E. (2015). Hermeneutik alegoris dalam tradisi Kristen awal. Jurnal Teologi Indonesia, 8(2), 123–138.
Wahyudi, M. (2018). Relevansi hermeneutik alegoris dalam konteks kekristenan modern. Jurnal Studi Agama dan Teologi, 10(1), 75–89.





