Kriktik Sosial dalam Naskah Drama Lakon "Bangsa Pelupa dan Pemaaf" Karya Fitrah Usman" Kajian: Sosiologi Sastra Alan Swingewood"
Kata Kunci:
Drama, Konflik Sosial , SosiologiAbstrak
Menurut Luxemburg dkk (1989: 5), dalam tataran definitive, sastra dipahami sebagai suatu ciptaan, sebuah kreasi, yang semata-mata bukan sebuah imitasi atas kenyataan. Memang, kenyataan menjadi sumber ide seorang sastrawan dalam menciptakan karya sastra. dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Drama lakon ini memuat beberapa konflik yang ada, mulai dari konflik ketidakadilan sosial dimana pada konflik ini terdapat kaum elit yang memanfaatkan kekuasaan untuk berbuat semaunya sedangkan ibu malam sebagai masyarakat miskin harus memperjuangkan keadilan dengan sedemikian rupa. Pada akhir drama lakon ini, mereka menyadari kesalahan yang telah diperbuat dan mengakui kesalahan tersebut. Mereka sadar bahwa permintaan maaf tanpa tanggungjawab hanyalah bentuk rasa sesal kepura-puraan.





