Dinamika Ketahanan Anak dalam Menghadapi Paksaan Orangtua Untuk Mondok di Pesantren
Kata Kunci:
Adaptasi, Ketahanan Anak, Paksaan Orangtua, Pesantren, Study KasusAbstrak
Keputusan untuk memasukkan anak mereka ke pesantren tanpa mendapatkan persetujuan anak menyebabkan tekanan psikologis dan kesulitan adaptasi bagi orang tua. Fenomena ini terkait dengan ketahanan mental anak dalam menghadapi paksaan dan tantangan lingkungan baru, yang penting untuk diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dinamika ketahanan anak-anak yang dipaksa mondok pada awalnya tetapi kemudian mampu bertahan hingga mereka lulus. Untuk penelitian ini, pendekatan kualitatif digunakan. Satu informan dalam studi kasus adalah seorang santri yang benar-benar mengalami kondisi tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mengalami tahap awal penolakan, stres emosional, dan masalah adaptasi. Meskipun demikian, anak-anak mulai menunjukkan ketahanan yang meningkat melalui proses pembiasaan, dukungan sosial dari teman dan guru, dan penguatan nilai-nilai agama. Perubahan pandangan, penerimaan diri, dan pembentukan motivasi internal meningkatkan ketahanan ini. Singkatnya, meskipun paksaan adalah komponen utama, proses adaptasi yang sehat dan lingkungan pesantren yang mendukung dapat membangun ketahanan yang kuat pada anak.
Unduhan
Referensi
Widiyanti, W. (2018). Cultural resilience of adolescent women in pesantren. JOMSIGN: Journal of Multicultural Studies in Guidance and Counseling, 2(1), 1–13. https://doi.org/10.17509/jomsign.v2i1.10825
Nisa, N. S., & Suprihartini, T. (2020). Understanding the experience of pesantren alumni in adaptation with environment beyond pesantren. Interaksi Online, 9(2), 1–10. https://doi.org/10.14710/io.v9i2.11861
Verywell Mind. (2023). A comprehensive guide to the Bronfenbrenner ecological model. https://www.verywellmind.com/bronfenbrenner-ecological-model-7643403
Hamdi, M., Sugitanata, A., & Hamroni, H. (2023). Membangun ketahanan mental anak dari keluarga broken home: Integrasi maqashid syariah dan teori ekologi sistem Bronfenbrenner. AL-BALAD: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.59259/ab.v3i1.94
Aliim, T. F., & Darwis, R. S. (2020). Membangun karakter untuk mengatasi kenakalan remaja melalui pendidikan dengan pendekatan teori ekologi Bronfenbrenner. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 1(2), 1–10. https://doi.org/10.24198/jkrk.v1i2.53285
Rahmatullah, A. S. (2021). Kyai’s psychological resilience in the perspective of pesantren: Lesson from Indonesia. Repository Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. https://repository.umy.ac.id/handle/123456789/36553





