Revitalisasi Ekonomi Kreatif Ondel-Ondel sebagai Ikon Budaya Betawi di Era Digital
Keywords:
Ekonomi Kreatif, Digitalisasi, Budaya Betawi, UMKM, Ondel-ondelAbstract
Ondel-ondel sebagai ikon budaya Betawi kini berkembang tidak hanya sebagai simbol tradisi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang melibatkan pengrajin, penjual, dan pelaku UMKM. Perkembangan ini berjalan berdampingan dengan tren digitalisasi yang mendorong perubahan cara promosi, distribusi, dan konsumsi produk budaya. Penelitian ini bertujuan menggambarkan dinamika pelestarian dan transformasi ondel-ondel melalui integrasi studi literatur 2020–2025 dan data primer hasil wawancara dengan pelaku budaya di Situ Babakan. Metode kualitatif deskriptif digunakan, sedangkan analisis tematik diterapkan untuk menelusuri isu regenerasi, komersialisasi, visualisasi, dan peran digital dalam keberlanjutan industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun literatur menyoroti lemahnya kaderisasi dan penurunan citra akibat praktik ngamen, temuan lapangan memperlihatkan proses regenerasi yang berlangsung melalui pembelajaran informal dan kreativitas pengrajin UMKM. Pelaku usaha juga memanfaatkan digitalisasi untuk memperluas jangkauan pasar melalui media sosial dan penjualan daring, sehingga produk budaya tetap diminati generasi muda. Konsumen menilai inovasi visual dan variasi produk, termasuk souvenir ondel-ondel mini, sebagai bentuk adaptasi yang memperkuat edukasi budaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi ondel-ondel tidak hanya berkaitan dengan pelestarian nilai budaya, tetapi juga dengan penguatan ekonomi kreatif berbasis UMKM melalui adaptasi kreatif dan pemanfaatan digitalisasi.
Unduhan
References
Ardiansyah, L. (2021) “Persepsi abang none Jakarta terhadap fenomena ondel-ondel ngamen di Jakarta,” Jurnal Komunikasi Profesional, 5(1). Available at: https://doi.org/10.25139/jkp.v5i1.3273.
BBC News (2024) Seni Ondel-Ondel Kian Terpinggirkan di Jakarta: Tradisi atau Sekadar Hiburan Jalanan?, BBC News Indonesia. Available at: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cwyleell4k5o. Diakses tanggal 18 November 2025.
David, I., Fitrayadi, D.S. and Bahrudin, F.A. (2024) “Conservation Efforts of Betawi Community Traditions in the Modern Era (Descriptive Study of the Betawi Cultural Institution in Daerah Khusus Ibukota Jakarta Region),” Jurnal Pendidikan Amartha, 3(1), pp. 88–91.
Djunaid, I.S. (2023) “Komodifikasi Ondel-Ondel sebagai Tradisi Budaya Betawi di Kemayoran Jakarta Pusat,” Jurnal Pesona Hospitality, 16(1). Available at: https://jurnal.pertiwi.ac.id/index.php/pesonahospitality/article/view/119
DPR RI (2025) Isu Sepekan – Puslit, Juni 2025, Edisi III. Available at: https://berkas.dpr.go.id/pusaka/files/isu_sepekan/Isu%20Sepekan---III-PUSLIT-Juni-2025-235.pdf. Diakses tanggal 18 November 2025.
Entas, D., Putri, N.M.D.R., Suheryadi, H. and Aliff, M. (2022) “Degradasi Budaya Betawi pada Atraksi Ondel-Ondel Jalanan,” Tourism Scientific Journal, 7(2), pp. 242–251. Available at: https://doi.org/10.32659/tsj.v7i2.183.
Fatmawati, A.W. et al. (2024) “MEMBENTUK KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI BUDAYA ONDEL ONDEL BETAWI,” Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 7(3), pp. 11835–11842. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.31004/jrpp.v7i3.31424.
Hanipudin, S. and Munahasah, A. (2024) “Penanaman Karakter Bagi Anak Usia Dini Melalui Cerita Wayang,” ABDIMASKU: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 7(1), pp. 207–213. Available at: http://abdimasku.lppm.dinus.ac.id/index.php/jurnalabdimasku/article/view/1738.
Machdori, M., Maknun, T. and Iswary, E. (2022) “Ngarak Barong, Tradisi Lebaran Betawi dan Strategi Pemertahanan Budaya Masyarakat Etnis Betawi di Kampung Sawah Bekasi: Kajian Semiotika,” Jurnal Ilmu dan Budaya, 43(2), p. 229. Available at: https://doi.org/10.47313/jib.v43i2.1749.
Segara, A.J.T. ., Bahtiar, A. R. ., Suryaningtiyas, Y. D. ., Haya, H. A. A. ., & Kamil, R. D. (2024) “Sustainable Digital Business Expansion Pada Industri Kreatif Batik Banyumas Melalui Sistem Informasi Berbasis Website,” Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(6), pp. 11970–11976. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.31004/cdj.v5i6.39044.
Susilawati, E. and Kurnia, H. (2024) “Nilai Kearifan Lokal pada Kesenian Budaya Ondel-ondel di Tanah Betawi (Studi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta),” Jurnal Ilmu Sosial dan Budaya Indonesia, 2(2), pp. 67–74. Available at: https://doi.org/10.61476/dyf18680.
Umam, S.C. and Sayogie, F. (2025) “Dari Penolak Bala Hingga Pengamen Jalanan: Pergeseran Eksistensi Ondel-Ondel Perspektif Mulla Sadra Dan Baudrillard,” Nazharat: Jurnal Kebudayaan, 31(1), pp. 1–8. Available at: https://doi.org/https://doi.org/10.30631/nazharat.v31i1.181.
Wiranti, I.W. (2024) “Urgensi Pengaturan Budaya Reyog Ponorogo Perspektif Hukum Kritis Dan Fiqh Siyasah,” El-Dusturie, 3(1), pp. 81–99. Available at: https://doi.org/10.21154/eldusturie.v2i2.9496.





