Implementasi Perawatan Luka Diabetes Melitus dengan Gangren di Desa Glundengan

Authors

  • Fatur Rohman Universitas Muhammadiyah Jember Penulis
  • Sofia Rhosma Dewi Universitas Muhammadiyah Jember Penulis

Keywords:

implementasi, perawatan luka, diabetes melitus, gangren, desa glundengan, Diabetes melitus, gangrene, nursing implementation, wound care, wound healing.

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada penderita DM adalah luka gangren akibat gangguan sirkulasi darah yang menyebabkan kerusakan jaringan. Perawatan luka yang tepat diperlukan untuk mencegah infeksi, mempercepat proses penyembuhan, serta mengurangi risiko komplikasi yang lebih berat. Tujuan: Mendeskripsikan implementasi perawatan luka pada pasien Diabetes Mellitus dengan gangren di Desa Glundengan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien Diabetes Mellitus dengan luka gangren yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi. Implementasi perawatan luka dilakukan dengan pengkajian kondisi luka, pembersihan luka menggunakan NaCl 0,9%, pengeringan area sekitar luka, serta pemasangan balutan steril sesuai standar prosedur perawatan luka. Hasil: Sebelum dilakukan perawatan, luka tampak kotor, tidak menggunakan balutan, terdapat jaringan mengeras, warna kemerahan kehitaman, bau sedikit menyengat, serta kulit sekitar luka kering dan bersisik. Hasil pengukuran menunjukkan luas luka sekitar 3 cm dengan kedalaman 2 cm. Setelah dilakukan implementasi perawatan luka, kondisi luka menunjukkan perbaikan berupa luka tampak lebih bersih, berkurangnya kemerahan dan bau luka, jaringan luka lebih baik, kulit sekitar luka lebih terawat, adanya balutan luka, serta berkurangnya nyeri saat berjalan. Kesimpulan: Implementasi perawatan luka pada pasien Diabetes Mellitus dengan gangren dapat membantu menjaga kebersihan luka, mengurangi risiko infeksi, memperbaiki kondisi jaringan, dan mendukung proses penyembuhan luka.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

References

Astutisari, N., dkk. (2022). Diabetes Melitus dan Penatalaksanaannya. Jakarta: Penerbit Kesehatan.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untuk Hasil yang Diharapkan. Singapore: Elsevier.

Baker, A., et al. (2021). Management of Ischemic Gangrene and Diabetic Foot Ulcers. Journal of Vascular Surgery, 74(2), 456–463.

Brown, R., et al. (2021). Hyperbaric Oxygen Therapy in Ischemic Wound Healing. International Wound Journal, 18(4), 520–528.

Clayton, W., & Elasy, T. A. (2009). A Review of the Pathophysiology, Classification, and Treatment of Foot Ulcers in Diabetic Patients. Clinical Diabetes, 27(2), 52–58.

Dangol, N. (2011). Diabetic Foot Ulcer: A Review. Kathmandu University Medical Journal, 9(2), 143–150.

Erida Silalahi, dkk. (2021). Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(3), 155–162.

Erin. (2015). Gangren dan Penatalaksanaannya. Jakarta: EGC.

Febiyanti, N. P., Biyanzah, B., Pamukhti, D., Dressing, M. W., & Diabetikum, U. (2021). Penerapan Perawatan Luka Modern Wound Dressing. 1–15.

Hendrawan, A., dkk. (2023). Gambaran Diabetes Melitus Tipe 2 dan Faktor Risiko yang Mempengaruhi. Jurnal Kesehatan Indonesia, 14(1), 12–20.

Herin. (2018). Perawatan Luka Gangren pada Pasien Diabetes Mellitus. Jakarta: Salemba Medika.

Karina, G. P., Ners, P. P., Keperawatan, F., Padjadjaran, U., Keperawatan, D., Bedah, M., Keperawatan, F., & Padjadjaran, U. (2024). Penerapan Hydrogel dan Antimicrobial Dressing terhadap Penyembuhan Luka dan Sensasi Perifer pada Pasien Gangrene Pedis. 2(3).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Situasi dan Analisis Diabetes. Jakarta: Kemenkes RI.

Lenny, N., dkk. (2021). Keperawatan Medikal Bedah pada Pasien Diabetes Melitus. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Lestari, D., dkk. (2021). Pemeriksaan Penunjang pada Pasien Diabetes Mellitus. Jurnal Laboratorium Klinik Indonesia, 8(2), 67–75.

Miller, J., et al. (2023). Antibiotic Therapy in Diabetic Foot Infection and Wet Gangrene. Diabetes Care, 46(5), 1120–1128.

Mustofa, M., dkk. (2022). Patofisiologi Diabetes Melitus dan Komplikasinya. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 11(1), 45–52.

Penerapan, A., Luka, P., Pada, G., Of, A., Application, T. H. E., Treatment, O. F., & Ganggrene, O. F. (2022). Jurnal Keperawatan. 14(Dm), 171–178.

PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PB PERKENI.

Primadani, D., & Safitri, A. (2021). Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat, 10(1), 35–42.

Ramadania. (2022). Situasi Diabetes Melitus di Indonesia Berdasarkan Data IDF Tahun 2021. Jurnal Kesehatan Nasional, 6(1), 20–25.

Rosa, E., dkk. (2019). Asuhan Keperawatan pada Pasien Gangren Diabetik. Yogyakarta: Nuha Medika.

Setati, S. (2015). Faktor Risiko Penyakit Arteri Perifer pada Pasien Diabetes Melitus. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 2(3), 145–151.

Smith, J., & Johnson, R. (2022). Endovascular Revascularization for Critical Limb Ischemia. Vascular Medicine, 27(4), 310–318.

Sudoyo, A. W., dkk. (2006). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: FKUI.

Sudoyo, A. W., Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadibrata, M., & Setiati, S. (2009). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam (Edisi 5). Jakarta: Interna Publishing.

Supriyatin, T., & Pranajasakti, G. (2025). Perawatan Luka Diabetikum pada Klien dengan Gangren Wound Care for Diabetic Patients with Gangrene Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan , Indonesia KRMT Wongsonegoro Semarang menunjukan kasus penderita diabetes mellitus pada tahun 2017 periode januari mencapai 55 kasus yang sebagian besar perawatan pasien selalu. 2.

Williams, K., et al. (2020). Multidisciplinary Approach in Diabetic Foot Management. Journal of Wound Care, 29(8), 450–458.

Downloads

Published

2026-07-28

How to Cite

Implementasi Perawatan Luka Diabetes Melitus dengan Gangren di Desa Glundengan. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(04). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/2496