Dinamika Sosial-Ekonomi Masyarakat Tionghoa di Kabupaten Bengkalis: Migrasi, Perekonomian, dan Relasi dengan Masyarakat Pribumi

Authors

  • Aisyah Salsabila Universitas Riau Penulis
  • Ahmal Universitas Riau Penulis

Keywords:

Migrasi, Etnis, Tionghoa, Ekonomi, Relasi Sosial

Abstract

Keberadaan etnis Tionghoa di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, merupakan bagian tidak terpisahkan dari dinamika sosial-ekonomi masyarakat pesisir yang telah berlangsung selama beberapa generasi, sejak masa kolonial Hindia Belanda hingga era kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menelusuri latar belakang historis migrasi dan perkembangan perekonomian masyarakat Tionghoa di Kabupaten Bengkalis dari masa kolonial hingga saat ini, serta (2) mengidentifikasi hubungan masyarakat Tionghoa dengan masyarakat pribumi di Kabupaten Bengkalis saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research), yang datanya diperoleh melalui penelusuran arsip historis dan jurnal-jurnal akademik terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa migrasi masyarakat Tionghoa ke Bengkalis berlangsung secara bertahap melalui jalur laut dan sungai sejak masa perdagangan Selat Malaka, kemudian terkonsolidasi pada masa kolonial melalui industri panglong yang diwarnai relasi kuasa yang timpang, dan terus berkembang hingga membentuk dominasi ekonomi pada sektor perdagangan eceran dan perikanan tangkap di masa kini. Adapun hubungan masyarakat Tionghoa dengan masyarakat pribumi menunjukkan pola relasi ekonomi yang erat dan saling bergantung dalam bingkai patron–client, diiringi proses pembauran sosial-budaya yang terus berkembang secara bertahap, didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang semakin inklusif pascareformasi. Penelitian ini memberikan kontribusi dengan menghubungkan secara utuh rangkaian historis migrasi dan perekonomian masyarakat Tionghoa di Bengkalis dari masa kolonial hingga kini, sekaligus mengaitkannya dengan dinamika relasi sosialnya di masa kontemporer.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

References

Arman, D. (2018, February 23). Kawasan Pecinan Siak yang Kini Jadi Kenangan. Indonesiana: Platform Kebudayaan. https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnb kepri/kawasan-pecinan-siak-yang-kini-jadi-kenangan/

Bursa Kota. (2024, 16 November). Masyarakat Tionghoa Kecamatan Bukit Batu beri dukungan kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis Nomor Urut 1. Bursa Kota.

Dita, A. S., Vernandi H, A., Melysa, D., Rizqon, M., & Ahmal. (2025). Analisis kebijakan pemerintah Hindia Belanda terhadap daerah Bengkalis pada zaman kolonial: Studi kasus agama, ekonomi, kerja paksa (panglong), dan peraturan pajak. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 2(04), 170–179.

Ginting, D. H., & Andayani, T. (2012). Peranan masyarakat Tionghoa dalam perdagangan perekonomian di Kota Binjai pada tahun 1968-2008. JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial, 4(2), 23–34.

Ilham, M., Saifullah, Hafida, N., & Al Fajar, M. R. (2022). Perbandingan etos kerja pengusaha di Desa Ketamputih Kecamatan Bengkalis. J-ESA (Jurnal Ekonomi Syariah), 5(2), 74–84.

Misda, A., & Darwis, M. (2019). Sosial masyarakat suku asli; Eksistensi Proto-Melayu di Pulau Bengkalis era modernitas. Akademika, 15(2), 19–29. http://ejournal.kampusmelayu.ac.id/index.php/akademika/article/view/79

RRI.co.id. (2025, 29 Januari). Masyarakat Tionghoa Bengkalis rayakan Imlek dengan meriah.

Selamat, M. I., Ishak, K., & Junery, M. F. (2021). Bengkalis sebagai pusat pelabuhan dan perdagangan era Kesultanan Melayu. Journal of Islamic Philanthropy & Social Finance, 3(2), 40–51. https://doi.org/10.24191/jipsf/v3n22021_40-51Neliti

Yasin, A. (2017). Hegemoni ekonomi etnik Tionghoa di pesisir Kabupaten Bengkalis Riau. Sosial Budaya: Media Komunikasi Ilmu-Ilmu Sosial dan Budaya, 14(2).

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Dinamika Sosial-Ekonomi Masyarakat Tionghoa di Kabupaten Bengkalis: Migrasi, Perekonomian, dan Relasi dengan Masyarakat Pribumi. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(02). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/2483