Relevansi Taksonomi Bloom Revisi di Era Kurikulum Berbasis Cinta
Keywords:
Taksonomi Bloom Revisi, Kurikulum Berbasis Cinta, HOTS, Pendidikan Holistik, Kesejahteraan EmosionalAbstract
Dinamika pendidikan abad ke-21 menuntut adanya paradigma yang tidak hanya berfokus pada pencapaian kognitif, melainkan juga penguatan kesejahteraan emosional (well-being) dan nilai-nilai kemanusiaan. Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai jawaban atas dehumanisasi pendidikan dengan menempatkan rasa kasih sayang, empati, dan kepedulian (caring) sebagai fondasi utama iklim belajar. Di sisi lain, Taksonomi Bloom Revisi selama ini menjadi rujukan utama dalam perancangan dan evaluasi capaian kognitif. Penelitian kualitatif studi pustaka (library research) ini bertujuan untuk menganalisis relevansi Taksonomi Bloom Revisi dalam konteks Kurikulum Berbasis Cinta. Hasil kajian menunjukkan bahwa Taksonomi Bloom Revisi tidak hanya tetap relevan, melainkan menemukan bentuk idealnya ketika dipadukan dengan pendekatan berbasis cinta. Keterampilan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills / HOTS) seperti menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan membutuhkan ruang emosional yang aman agar dapat berkembang secara holistik, bijaksana, dan berdampak sosial positif.
Unduhan
References
Bandura, A., & Cherry, K. (2020). Self-Efficacy and Human Agency in Modern Education. Educational Psychology Review, 32(3), 615-632.
Biesta, G. (2019). Obstinate Education: Reconnecting with the Ethics of Education. London: Routledge.
Darling-Hammond, L., Flook, L., Cook-Harvey, C., Barron, B., & Osher, D. (2020). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 24(2), 97-140.
Dweck, C. S., & Yeager, D. S. (2019). A mindset theory of action: Growth mindset interventions and academic achievement. Psychological Review, 126(6), 869-898.
Freire, P. (2018). Pedagogy of the Oppressed (50th Anniversary Ed.). New York: Bloomsbury Publishing.
Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep Learning: Engage the World Change the World. Thousand Oaks: Corwin Press.
Hattie, J., & Donoghue, G. M. (2018). A model of learning: Optimizing learning processes and cognitive engagement. NPJ Science of Learning, 3(1), 1-10.
Immordino-Yang, M. H., Darling-Hammond, L., & Krone, C. R. (2019). The Brain Basis for Integrated Social, Emotional, and Academic Development. Aspen Institute: National Commission on Social, Emotional, and Academic Development.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). (2022). Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka. Jakarta: BSKAP Kemendikbudristek.
Murthi, A. W., & Rahmawati, S. (2022). Pendekatan humanistik dan kurikulum berbasis cinta dalam pendidikan abad 21. Jurnal Pendidikan Kontekstual, 5(2), 112-125.
Noddings, N., & Brooks, L. (2022). Ethics of Care in Contemporary Educational Thought. New York: Teachers College Press.
OECD. (2020). OECD Future of Education and Skills 2030: Conceptual Learning Framework. Paris: OECD Publishing.
Pekrun, R. (2019). The control-value theory of achievement emotions: Findings, implications, and future directions. Educational Psychology Review, 31(4), 815-840.
Rahayu, S., & Kurniawan, D. (2023). Taksonomi Bloom Revisi dan Pembelajaran HOTS di Era Kurikulum Merdeka. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 14(1), 45-58.
Schunk, D. H., & DiBenedetto, M. K. (2020). Motivation and self-regulation in learning: Theoretical perspectives and empirical research. Educational Psychologist, 55(4), 211-224.
Supriyadi, A., & Hasanah, U. (2021). Integrasi ranah afektif dan kognitif dalam pembelajaran berorientasi empati. Jurnal Inovasi Kurikulum, 18(3), 210-224.
UNESCO. (2021). Reimagining Our Futures Together: A New Social Contract for Education. Paris: UNESCO Publishing.
Zembylas, M. (2021). Affective Politics in Education: Critical Essays on Pedagogy and Emotion. London: Springer.





