Analisis Hadis tentang Hukum Menangisi Orang Tua Nabi Muhammad SAW: Kajian Sanad, Matan, dan Pemaknaan Sosial-Keagamaan

Authors

  • Fathurrahman Mahmuddin Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Penulis
  • Nasrulloh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Penulis

Keywords:

Hadis, Menangisi Mayit, Orang Tua Nabi, Hukum Islam, Etika Sosial-Keagamaan

Abstract

Artikel ini menganalisis hadis tentang hukum menangisi orang tua Nabi Muhammad SAW melalui takhrij, kritik sanad, kritik matan, mukhtalaf al-hadith, hukum Islam, dan etika sosial-keagamaan. Penelitian ini memakai studi kepustakaan kualitatif dengan sumber terbuka tentang orang tua Nabi, ziarah kubur, hadis mayit disiksa sebab tangisan keluarga, dan niyahah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tangisan biasa dibolehkan ketika lahir dari kasih sayang dan duka, sedangkan niyahah dilarang karena berisi ratapan berlebihan, tindakan menyakiti diri, atau protes terhadap takdir. Artikel ini menyimpulkan bahwa pembahasan orang tua Nabi harus memakai bahasa yang hati-hati, menghormati Rasulullah, dan tetap menjaga ketelitian ilmiah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

References

Al-Ayyubi, M. Z., & Munif, M. (2021). Ziarah kubur perspektif pendekatan historis-sosiologis dan kontekstualisasinya dalam kehidupan kontemporer. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 3(1), 75–88.

Amrin, A., & Huda, M. (2021). Metode pemahaman hadis: Kajian perdebatan hadis tentang mayit disiksa karena tangisan keluarga. Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin, 7(1), 48–63. https://doi.org/10.15408/ushuluna.v7i1.20548

Ansori, I. (2020). Memahami hadis mayit disiksa sebab tangisan keluarganya. Nizham, 8(1), 42–72.

Daud, K. D. (2026). Niyahah (wailing) in Muslim bereavement: Cultural continuity and community perception. ASEAN Journal of Religion, Education, and Society, 5(1), 13–26.

Ermawan, M. Z. U., Nasrullah, N., & Islamy, M. F. A. (2023). Understanding hadith, “Father of Prophet Muhammad in hell,” in Shabir Ally’s perspective. An-Nur International Journal of The Quran & Hadith, 24–34.

Hakim, A., & Alkosibati, A. (2023). Keselamatan non-Muslim pedalaman dan orang Eropa: Studi konsep ahl al-fatrah dan aplikasinya di era modern. Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 22(1), 44–57. https://doi.org/10.18592/al-banjari.v22i1.7417

Halevi, L. (2004). Wailing for the dead: The role of women in early Islamic funerals. Past & Present, 183, 3–39.

Irfannuddin, M., & Darmawan, D. (2021). The tradition of the grave pilgrimage according to the hadith of the Prophet. Gunung Djati Conference Series, 4, 276–287.

Komarudin, K. (2017). Tinjauan mukhtalaf al-hadits terhadap hadits-hadits menangisi mayit. Kordinat, 16(1), 47–62.

Nurhadi, N. (2019). Kontradiktif hadis hukum ziarah kubur perspektif filsafat hukum Islam. Jurnal Al-‘Adl, 12(1), 8–30.

Prayitno, M. A., & Ikmal, I. (2025). Kontroversi hadis innā abī wa abāka fī al-nār: Telaah sanad dan matan hadis. Al Fawatih: Jurnal Kajian al-Qur’an dan Hadis, 6(1), 89–102.

Qomarullah, M. (2022). Metode kritik matan hadis dengan pendekatan Alquran dalam kaidah ilmu naqd al-matan. Al Quds: Jurnal Studi Alquran dan Hadis, 6(3), 1427–1450. https://doi.org/10.29240/alquds.v6i3.4041

Rahman, R., Hsb, I. P., & Sulastri, M. F. (2025). Metodologi penelitian hadis: Antara kritik sanad dan matan. Amsal Al-Qur’an: Jurnal Al-Qur’an dan Hadis, 2(2), 233–246.

Sugitanata, A., & Marhumah, E. (2023). Metode takhrij hadis pada ilmu hadis: Melacak kualitas hadis keutamaan menikah. Tadris, 17(1), 1–22.

Tahir, M. A. (2021). Polemik riwayat Abū Thālib wafat dalam keadaan kafir: Studi naqd al-matn. Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis, 5(2), 106–120. https://doi.org/10.15575/diroyah.v5i2.12230

Utami, F. P. (2025). Analisis kualitas hadis riwayat Shahih Muslim No. 2700: Kajian sanad dan matan. Jurnal Mahasiswa FIAI-UII At-Thullab, 7(1), 124–143. https://doi.org/10.20885/tullab.vol7.iss1.art9

Wahyudi, A. (2014). Kontroversi hadits-hadits menangisi mayat: Kajian mukhtalif hadis. Al-Ihkam, 9(1), 75–116.

Downloads

Published

2026-06-25

How to Cite

Analisis Hadis tentang Hukum Menangisi Orang Tua Nabi Muhammad SAW: Kajian Sanad, Matan, dan Pemaknaan Sosial-Keagamaan. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(01). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/2303