Kelembagaan Adat dan Strategi Adaptasi Tradisi Khitanan Massal di Desa Ranggi Asam Kabupaten Bangka Barat
Keywords:
Kelembagaan Adat, Khitanan Massal, Kearifan Lokal, Adaptasi TradisiAbstract
Penelitian ini tentang perubahan dalam praktik tradisi khitanan massal akibat pengaruh modernitas, khususnya dalam penggunaan metode medis modern. Tradisi khitanan massal yang awalnya sarat dengan nilai ritual dan simbolik kini mengalami transformasi pada aspek teknis pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi adaptasi kelembagaan adat dalam mempertahankan tradisi khitanan massal di tengah arus modernisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Data diperoleh melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi adaptasi kelembagaan adat terwujud melalui empat dimensi skema AGIL Talcott Parsons. Dari sisi adaptasi, diterapkan hibridisasi teknis dengan menerima alat medis modern, sementara prosesi ritual tetap dijalankan utuh. Dari sisi pencapaian tujuan, kelembagaan adat memadukan pelestarian identitas budaya dan kewajiban keagamaan dengan standar keselamatan medis secara bersamaan. Dari sisi integrasi, terbentuk kolaborasi terstruktur antara ketua adat, pemerintah desa, tokoh agama, dan tenaga medis yang saling melengkapi demi menjaga kohesi sosial. Dari sisi pemeliharaan pola, ketua adat memelihara nilai dan simbol budaya melalui transmisi antargenerasi agar makna kolektif tradisi tetap terjaga. Keunikan strategi ini terletak pada kemampuan kelembagaan adat dalam memosisikan modernitas sebagai instrumen yang diseleksi secara kultural untuk memperkuat keberlanjutan tradisi.
Unduhan
References
Ayatullah, G. S. (2024). Sisingaan dalam upacara khitanan: Tradisi dan nilai kultural masyarakat Sunda. Jurnal Awilaras, 11(1).
Dewi, A. B., & Wikrama, A. A. N. A. W. B. (2023). Adaptasi masyarakat adat terhadap modernitas. Jurnal Cakrawarti, 6(1).
Hatuwe, R. S. (2021). Modernisasi terhadap perubahan sosial masyarakat Desa Namlea Kabupaten Buru. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(1). https://doi.org/10.31604/jips.v8i1.2021.84-96
Jalil, A., & Aminah, S. (2017). Resistensi tradisi terhadap modernitas. Indonesia Journal of Anthropology, 2(2).
Maryamah, K. A. S., Nurhafisyah, D., Sari, A. S., & Aufagholi, G. (2025). Tradisi khitanan dalam perspektif agama dan budaya. Jurnal Pendidikan Tambusai, 9(2). https://doi.org/10.31004/jptam.v9i2.30211
Nita, E. (2021). Pengaruh modernisasi terhadap tradisi beragama masyarakat Islam Desa Karang Anyar Lampung Selatan. Socio Religia Journal, 2(2). https://doi.org/10.24042/sr.v2i2.12997
Philia, I. T., Sembiring, T., Siahaan, R. Y., Pratama, D. E., & Iqbal, M. (2025). Dampak modernisasi terhadap dinamika kebudayaan masyarakat di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kewarganegaraan Indonesia, 2(2). https://doi.org/10.61132/jupenkci.v2i2.239
Romansyah, A. (2022). Tradisi lokal dalam membangun rumah dan religiositas masyarakat perdesaan di Cirebon. Jurnal Iman dan Spiritual, 4(2). https://doi.org/10.15575/jis.v2i4.20458
Sakinah, R., & Surtikanti, H. (2024). Upaya pelestarian pertanian oleh masyarakat Dayak Meratus berbasis kearifan lokal Manugal: Studi literatur. JSCSR, 1(2). https://doi.org/10.61511/jscsr.v1i2.2024.427
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alphabet.
Wati, S., & Mulyana, A. N. M. (2025). Dampak modernisasi terhadap kepercayaan tradisi Dino Geblak. Jurnal Mahasiswa Karakter Bangsa, 5(1).
Takbir, M. (2019). Negosiasi antara tradisi dan modernitas di pesantren As’adiyah Sengkang Sulawesi Selatan. Kenosis: Jurnal Kajian Teologi, 4(2), 220–233. https://doi.org/10.37196/kenosis.v4i2.69
Yuhasnil. (2019). Perubahan nilai-nilai budaya dalam proses modernisasi di Indonesia. Jurnal Menara Ilmu, XIII(5), 222–230.





