Analisis Kontrastif Konjugasi Bahasa Jepang Dan Bahasa Indonesia Dalam Buku Pelajaran Sakura SMA
Keywords:
analisis kontrastif, konjugasi, bahasa Jepang, bahasa Indonesia, Sakura SMAAbstract
Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan analisis kontrastif untuk membandingkan sistem konjugasi bahasa Jepang dan Indonesia dalam buku pelajaran SMA "Sakura". Hasilnya menunjukkan bahwa bahasa Jepang memiliki sistem konjugasi yang jauh lebih kompleks—terutama pada aspek waktu, kesopanan, negasi, dan progresif—yang sering menyulitkan pembelajar. Bentuk konjugasi yang paling banyak ditemukan dalam buku ini adalah bentuk ます形 (ますけい, masu-kei), て形 (てけい, te-kei), ない形 (ないけい, nai-kei), た形 (たけい, ta-kei), 可能形 (かのうけい, kanou-kei), dan 意向形 (いこうけい, ikou-kei). Dominasi bentuk ini mengindikasikan bahwa fokus pembelajaran bahasa Jepang di SMA adalah pada komunikasi dasar dan penggunaan bahasa yang sopan.
Unduhan
References
Brown, H. D. (2007). Principles of language learning and teaching (5th ed.). Pearson Education.
Chaer, A. (2015). Sintaksis bahasa Indonesia: Pendekatan proses. Rineka Cipta.
Cahyani, S. W. D., & Pramandhani, V. A. (2024). Analisis kontrastif kala dan aspek bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia. Morfologi: Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya, 2(6), 245–258. https://doi.org/10.61132/morfologi.v2i6.1178
Hidayat, R. (2022). Analisis kontrastif dalam pembelajaran bahasa Jepang di SMA. Jurnal Pendidikan Bahasa Asing, 14(2), 112–126.
Indraswari, T. I. (2017). Analisis kontrastif kalau dalam bahasa Indonesia dengan to, ba, tara dalam bahasa Jepang. Journal of Japanese Language Education and Linguistics, 1(1), 131–154.
Japan Foundation. (2022). Survey report on Japanese-language education abroad. The Japan Foundation.
Lusiana, E. (2010). Buku pelajaran bahasa Jepang 1: Untuk sekolah menengah atas/madrasah aliyah kelas X (Sakura, Vol. 1). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Nasional.
Lusiana, E. (2010). Buku pelajaran bahasa Jepang 2: Untuk sekolah menengah atas/madrasah aliyah kelas XI (Sakura, Vol. 2). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Nasional.
Lusiana, E. (2010). Buku pelajaran bahasa Jepang 3: Untuk sekolah menengah atas/madrasah aliyah kelas XII (Sakura, Vol. 3). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kementerian Pendidikan Nasional.
Monoarfa, S. (2003). Analisis kontrastif makna kausatif (shieki) ~ seru (~セル), ~ saseru (~させる) dalam bahasa Jepang dan me - kan, memper - kan, - kan dalam bahasa Indonesia.. Universitas Indonesia, Jakarta.
Nuswantara, K., & Aghnadiin, S. P. (2016). Analisis kontrastif pada fungsi bahasa Jepang dan bahasa Indonesia. Jurnal Sosial Humaniora (JSH), 9(1), 1–10. https://doi.org/10.12962/j24433527.v9i1.1276
Lado, R. (1957). Linguistics across cultures: Applied linguistics for language teachers. University of Michigan Press.
Putri, D. A. (2021). Kesalahan penggunaan bentuk te dalam pembelajaran bahasa Jepang. Jurnal Nihongo Gaku, 8(1), 45–57.





