Analisis Penggunaan Kata Ber-Afiksasi dalam Liputan “BEM-KM UGM Kritik Presiden Prabowo Soal Kasus Keracunan MBG dan Pemangkasan Anggaran Pendidikan” Oleh: gusti.grehenson
Keywords:
Afiksasi, Bahasa Jurnalistik, Berita Kritis, Morfologi, PersuasiAbstract
Bahasa jurnalistik memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik melalui penggunaan afiksasi secara selektif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi serta menganalisis bentuk dan fungsi afiksasi dalam berita kritis bertajuk "BEM-KM UGM Kritik Presiden Prabowo Soal Kasus Keracunan MBG dan Pemangkasan Anggaran Pendidikan" sebagai alat penekanan makna dan persuasi.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis data menunjukkan adanya variasi proses morfologis berupa prefiks, sufiks, simulfiks, dan konfiks dengan total ±67 data afiksasi. Jenis afiksasi yang paling dominan adalah konfiks, diikuti prefiks, sufiks, dan simulfiks. Secara rinci, ditemukan prefiks me- (14 kata), ber- (5 kata), serta di-, ter-, dan se-. Pada sufiks ditemukan imbuhan -an dan -nya (4 kata), serta simulfiks me-…-i (3 kata).Penggunaan afiksasi tersebut berfungsi memperjelas informasi, menunjukkan tindakan, keadaan, atau peristiwa, serta memperkuat konteks kritik. Penelitian ini tidak menemukan adanya over-afiksasi. Dengan demikian, afiksasi dalam liputan tersebut digunakan secara tepat dan efektif tanpa mengaburkan makna.
Unduhan
References
Kalsum, U., & Akhir, M. (2022). Afiksasi Bahasa Indonesia dalam Ragam Bahasa Prokem di Media Sosial Instagram: Kajian Morfologi. 11(1).
Khoiris Saniyah, Mardiningsih, & Sugianti. (2024). ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN AFIKSASI DI MEDIA SOSIAL KOMENTAR AKUN INSTAGRAM RIA RICIS: KAJIAN MORFOLOGIS. JBI : Jurnal Bahasa Indonesia, 2(2), 33–40. https://doi.org/10.59966/jbi.v2i2.1135
Moeliono, A. M. & Indonesia (Eds.). (2017). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (Edisi keempat). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Nabila Sarra Nurliza, Nur Hidayah, Shifa Vika Azzahra, & Bakdal Ginanjar. (2025). Afiks Ng- pada Bahasa Gaul di Media Sosial Beserta Padanan Formalnya: Kajian Morfologi. Linguistik Indonesia, 43(1), 81–98. https://doi.org/10.26499/li.v43i1.673
Ningtias, I. L. (2022). AFIKSASI PADA TEKS BACAAN BUKU SISWA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA TINGKAT SEKOLAH MENENGAH ATAS (KAJIAN MORFOLOGI). 9.
Putri, L. (2024). Analisis Kontrastif Bahasa Makassar dan Bahasa Indonesia dalam Proses Afiksasi. Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra, 11(1), 183. https://doi.org/10.30595/mtf.v11i1.21135
Suryadi, M. (2017). Kajian Tipologi Sufiks –an dalam Bahasa Indonesia. Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(1), 27. https://doi.org/10.14710/nusa.12.1.27-37
Zevaulima Dilivia, A., Rosidah, K., & Ginanjar, B. (2023). Afiks se- sebagai Afiks Derivasional dalam Bahasa Indonesia. Madah: Jurnal Bahasa dan Sastra, 14(1), 13–23. https://doi.org/10.31503/madah.v14i1.522
Alwi, I., Lapoliwa, H., Moeliono, A. M., & Sasangka, S. S. (2017). Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ke-4). Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Ramlan, M. (2009). Morfologi: Suatu Tinjauan Deskriptif. Karyono.





