Keluarga sebagai Gereja Domestik dalam Konteks Komunalitas Papua: Studi Kasus Peran Keluarga terhadap Penanganan Penyalahgunaan Obat Penenang pada Dewasa Muda

Authors

  • Oktovina S. Anamofa Sekolah Tinggi Theologia GPI Papua Fak-Fak Penulis

Keywords:

Gereja Domestik, Keluarga, Obat Penenang, Dewasa Muda

Abstract

Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat Papua memiliki peran vital sebagai "Gereja Domestik" (Ecclesia Domestica) dalam membentuk fondasi moral dan spiritual bagi anggotanya. Namun, di tengah dinamika modernisasi yang cepat, keluarga-keluarga di Papua menghadapi tantangan serius berupa pergeseran nilai dan melemahnya fungsi perlindungan, yang menyebabkan generasi muda rentan terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Penelitian ini menggunakan metode observasi partisipan dan studi dokumentasi untuk mengkaji peran keluarga dalam penanganan penyalahgunaan obat penenang pada dewasa muda melalui studi kasus Subjek X, seorang dewasa muda berusia 24 tahun yang mengalami ketergantungan obat penenang akibat trauma pengkhianatan emosional dan akumulasi trauma masa lalu sebagai anak angkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stagnasi komunikasi dalam keluarga dan trauma masa lalu yang tidak terproses menjadi hambatan utama dalam proses pemulihan. Penelitian ini merumuskan reposisi keluarga dari sekadar institusi sosial-biologis atau ruang ibadah formal menjadi ruang konseling klinis-spiritual yang aktif, di mana keluarga berfungsi sebagai co-therapists (mitra terapis) yang mampu menciptakan safe space (ruang aman) bagi pemulihan emosional dan spiritual. Dalam konteks komunalitas Papua, pendekatan ini harus berbasis pada endogenous transformation (transformasi dari dalam) yang mengintegrasikan iman Kristen dengan kekuatan tradisi komunal Papua, sehingga mampu menjembatani identitas hibrida generasi muda Papua yang tertekan oleh modernisasi dan penetrasi budaya global. Penelitian ini menegaskan pentingnya transformasi pola komunikasi keluarga dan penerapan healing prayer (doa pemulihan) yang terapeutik sebagai strategi pemulihan holistik bagi dewasa muda yang mengalami adiksi obat-obatan terlarang.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

References

Binumon, K. V., dkk. (2025). Family Intervention Models for Young Adults with Substance Abuse: A Systematic Review. Indian Journal of Psychological Medicine, 47(4), 321–329.

Dale, C. (2024). Teologi Kontekstual dan Luka Sosial di Tanah Papua: Sebuah Pendekatan Pastoral Interaktif. Jurnal Teologi dan Kebudayaan, 12(2), 155–168.

Londa, N., & Adinuhgra, S. (2022). Dekonstruksi Ecclesia Domestica: Relevansi Gereja Rumah Tangga dalam Menghadapi Krisis Mental Remaja Kontemporer. Jurnal Pastoralia, 4(1), 80–95.

Mardani, M., Alipour, F., Rafiey, H., Fallahi‑Khoshknab, M., & Arshi, M. (2023). Challenges in addiction‑affected families: a systematic review of qualitative studies. BMC Psychiatry, 23:439, 1–13. https://doi.org/10.1186/s12888-023-04932-z

Paine, A. L., Perra, O., Anthony, R., & Shelton, K. H. (2021). Charting the trajectories of adopted children’s emotional and behavioral problems: The impact of early adversity and postadoptive parental warmth. Development and Psychopathology, 33(3), 922–134.

Wenda, Y., Rumainum, J., Mambor, S., & Wenda, P. (2025). Socio-Cultural Dynamics and Identity in Contemporary Papuan Communities. International Journal of Education and Social Science Studies, 1(2), 77–83.

Downloads

Published

2026-06-15

How to Cite

Keluarga sebagai Gereja Domestik dalam Konteks Komunalitas Papua: Studi Kasus Peran Keluarga terhadap Penanganan Penyalahgunaan Obat Penenang pada Dewasa Muda. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(01). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/2208