Dinamika Lingkungan Sosial dan Fenomena Anak Putus Sekolah di Desa Arjangka
Kata Kunci:
Anak Putus Sekolah, Pendidikan, Faktor Sosial, Desaq Arjangka, Lombok TengahAbstrak
Pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, kenyataannya masih terdapat anak-anak yang mengalami putus sekolah akibat berbagai persoalan sosial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di Desa Arjangka, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab anak putus sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga oleh faktor perceraian orang tua, bullying, lingkungan sosial, rendahnya dukungan pendidikan dari keluarga, serta praktik pernikahan usia dini. Selain itu, kurangnya komunikasi dan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah turut memperbesar risiko anak meninggalkan pendidikan formal. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa persoalan anak putus sekolah merupakan masalah sosial yang bersifat multidimensional dan membutuhkan penanganan secara menyeluruh.
Unduhan
Referensi
AlMubarok, M., & Mustofa, B. (2025). Pendidikan karakter kunci menuju sumber daya manusia berdaya saing di Indonesia emas 2045. Journal of Excellence Humanities and Religiosity, 2(1), 65-77.
Diva, M., & Astuti, A. D. (2022). Analisis manajemen sumber daya manusia dalam praktik peningkatan mutu pendidikan. Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 78-84.
Fadli, M. R. (2021). Memahami desain metode penelitian kualitatif. Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54.
Fatimah, N., Genjik, B., & Witarsa, W. (2023). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 12(9), 2451-2458.
Frisnoiry, S., Gisty, R. A., Tampubolon, S. T. V., & Lubis, S. I. A. R. (2024). Analisis Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah.
Jannah, N., Aswasulasikin, & Shomedran. (2025). Analisis faktor-faktor penyebab tingginya angka putus sekolah (Studi kasus di Desa Tanjung Baru Petai, Ogan Ilir). Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 4(2), 531–544. https://doi.org/10.55606/inovasi.v4i2.4134
Khaerani, S. N. (2019). Faktor Ekonomi dalam Pernikahan Dini pada Masyarakat Sasak Lombok. Qawwam: Journal for Gender Mainstreaming, 13(1), 1–13. https://doi.org/10.20414/qawwam.v13i1.1619
Sarbaini, W., & Tambunan, AA (2025). Pengaruh Prilaku Bullying Terhadap Motivasi Belajar Siswa di Sekolah Dasar. Katalis Pendidikan: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika , 2 (2), 01-11.
Sindy, AS (2024). Pembelajaran Pendidikan Inklusif Pada Anak Usia Dini di PAUD Inklusi Ceria Bandar Lampung (Disertasi Doktor, UIN Raden Intan Lampung).
Suriaman, S., Sundawa, D., Nurgiansah, T. H., & Insani, N. N. (2024). Analisis perkembangan dan dinamika pendidikan karakter dan budaya bangsa Indonesia: Sebuah upaya pencapaian tujuan pendidikan. Jurnal Pendidikan Karakter, 15(2), 90-97.
Mesra, R., Mononege, N., & Korah, Y. C. (2022). Efektifitas pembelajaran online dan offline (hybrid learning) bagi siswa di SMA Negeri 1 Tondano. Jurnal Ilmiah Mandala.
Rifai, R., & Haeril, H. (2024). Pengembangan Model Pengelolaan SDM berorentasi Pendidikan Karakter Dalam Perspektif Administrasi Pendidikan (Studi pada Universitas Mbojo Bima). Jurnal Pendidikan Karakter, 15(2), 81-89.
Wassahua, S. (2016). Analisis faktor-faktor penyebab anak putus sekolah di kampung wara negeri hative kecil kota ambon. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(2), 204-224.
Yani, P. I. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi anak berhenti sekolah di tingkat MTs/SMP di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis Kabupaten Mandailing Natal (Doctoral dissertation, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan).
Yulianto, D., & Nugraheni, A. S. (2021). Efektivitas pembelajaran daring dalam pembelajaran bahasa Indonesia: Effectiveness of online learning in Indonesian language learning. Decode: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 1(1), 33-42.





