Meneguhkan Moderasi Beragama di Era Post-Truth: Analisis Tantangan Hoaks dan Ekstremisme Digital
Kata Kunci:
Post-Truth, Hoaks, Ekstrimisme Digital, Moderasi BeragamaAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan hoaks dan ekstremisme digital dalam kehidupan beragama di era post-truth serta mengkaji peran moderasi beragama sebagai solusi strategis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, melalui analisis berbagai jurnal ilmiah, buku, dan dokumen relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa era post-truth telah mentransformasi ruang keberagamaan menjadi lebih terbuka namun rentan terhadap distorsi informasi. Hoaks keagamaan terbukti memicu polarisasi sosial dan melemahkan kohesi masyarakat, sementara ekstremisme digital berkembang melalui narasi eksklusif dan proses radikalisasi daring. Dalam konteks ini, moderasi beragama berperan penting sebagai pendekatan adaptif untuk membangun keseimbangan, toleransi, dan ketahanan sosial. Implementasi moderasi beragama dilakukan melalui penguatan literasi digital, produksi narasi moderat, serta integrasi dalam pendidikan dan kehidupan sosial. Dengan demikian, moderasi beragama menjadi kunci dalam menjaga harmoni dan stabilitas masyarakat di tengah dinamika era digital.
Unduhan
Referensi
Albi Anggito, J. S. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV Jejak (Jejak Publisher).
Arifin, N. F., & Fuad, A. J. (2021). Dampak Post-Truth di Media Sosial. Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman, 10(3), 376–378. https://doi.org/10.33367/ji.v10i3.1430
Fitrah, M, L. (2017). Metodologi Penelitian (Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus. CV Jejak (Jejak Publisher).
Hamka Ilyas, Abd. Bashir Fatmal, & La Ode Ismail Ahmad. (2025). Digital Jihad in Qur’anic Perspective: An Islamic Response to the Challenges of Cyberspace in the Age of Artificial Intelligence (AI). QOF, 9(2), 189–206. https://doi.org/10.30762/qof.v9i2.3091
Hani Subakti, dkk. (2023). Metodologi Penelitian Kualitatif. CV. Media Sains Indonesia.
Hasmuni, H., & Marhamah, M. (2025a). Islamic Communication Strategies in Addressing Religious Hoaxes on Social Media. JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan Dan Penelitian, 6(4), 1282–1298. https://doi.org/10.56806/jh.v6i4.352
Hasmuni, H., & Marhamah, M. (2025b). Islamic Communication Strategies in Addressing Religious Hoaxes on Social Media. JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan Dan Penelitian, 6(4), 1282–1298. https://doi.org/10.56806/jh.v6i4.352
Lewandowsky, S., Ecker, U. K. H., & Cook, J. (2017). Beyond misinformation: Understanding and coping with the “post-truth” era. Journal of Applied Research in Memory and Cognition, 6(4), 353–369. https://doi.org/10.1016/j.jarmac.2017.07.008
Mahyudin, Habib, M. A. F., & Sulvinajayanti. (2022a). DINAMIKA PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA DALAM PERKEMBANGAN MASYARAKAT DIGITAL. ASKETIK, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.30762/asketik.v6i1.181
Mahyudin, Habib, M. A. F., & Sulvinajayanti. (2022b). DINAMIKA PENGARUSUTAMAAN MODERASI BERAGAMA DALAM PERKEMBANGAN MASYARAKAT DIGITAL. ASKETIK, 6(1), 1–15. https://doi.org/10.30762/asketik.v6i1.181
Maisari, A. (2025). Tantangan Radikalisme dan Ekstremisme: Kajian Kritis Terhadap Ekstremisme Perspektif Moderasi Beragama. Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam, 7(2), 146–159. https://doi.org/10.22373/tadabbur.v7i2.883
Malik, M. U. I., & Labib, M. (2025a). Fact-Checking: Literasi Informasi Berbasis Moderasi Beragama sebagai Upaya Deradikalisasi di Perguruan Tinggi. Jurnal Penelitian Agama, 26(1), 115–136. https://doi.org/10.24090/jpa.v26i1.2025.pp115-136
Malik, M. U. I., & Labib, M. (2025b). Fact-Checking: Literasi Informasi Berbasis Moderasi Beragama sebagai Upaya Deradikalisasi di Perguruan Tinggi. Jurnal Penelitian Agama, 26(1), 115–136. https://doi.org/10.24090/jpa.v26i1.2025.pp115-136
Mansyur, M. A., Al Fath, R., & Kurniati, K. (2026). DIGITAL RADICALISM: IDEOLOGICAL SECURITY CHALLENGES IN THE SOCIAL MEDIA ERA. ANAYASA : Journal of Legal Studies, 3(2), 83–92. https://doi.org/10.61397/ays.v3i2.493
Muqsith, M. A., & Pratomo, R. R. (2021). The Development of Fake News in the Post-Truth Age. SALAM: Jurnal Sosial Dan Budaya Syar-i, 8(5), 1391–1406. https://doi.org/10.15408/sjsbs.v8i5.22395
Noor, Z. Z. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Deepublish.
Rajaminsah, R., Yudiyanto, M., Firdausi, M. I., Musoddiq, M., & Anisa, R. (2025a). Moderasi Beragama dan Literasi Digital: Pengembangan Kurikulum PAI Adaptif terhadap Tantangan Era Post-Truth. ALACRITY : Journal of Education, 1052–1065. https://doi.org/10.52121/alacrity.v5i2.854
Rajaminsah, R., Yudiyanto, M., Firdausi, M. I., Musoddiq, M., & Anisa, R. (2025b). Moderasi Beragama dan Literasi Digital: Pengembangan Kurikulum PAI Adaptif terhadap Tantangan Era Post-Truth. ALACRITY : Journal of Education, 1052–1065. https://doi.org/10.52121/alacrity.v5i2.854
Rianto, P. (2019). LITERASI DIGITAL DAN ETIKA MEDIA SOSIAL DI ERA POST-TRUTH. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 8(2), 24. https://doi.org/10.14710/interaksi.8.2.24-35
Rukin. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (1st ed., Vol. 1). Yayasan Ahmar Cendikia Indonesia.
Samheri, Fathurrosyid, & Fairuzah. (2025a). Kontranarasi Ekstrimisme di Ruang Digital: Strategi Pendampingan Peningkatan Agensi Nalar Moderasi Beragama pada Fatayat NU Sumenep. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 101–115. https://doi.org/10.37567/pkm.v5i2.3710
Samheri, Fathurrosyid, & Fairuzah. (2025b). Kontranarasi Ekstrimisme di Ruang Digital: Strategi Pendampingan Peningkatan Agensi Nalar Moderasi Beragama pada Fatayat NU Sumenep. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 101–115. https://doi.org/10.37567/pkm.v5i2.3710
Setia, P., & Dilawati, R. (2024a). Religiosity in the Digital Era and the Challenges of Hoaxes, Post-Truth and Radicalism on Social Media. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 4(1), 67–76. https://doi.org/10.15575/jis.v4i1.33230
Setia, P., & Dilawati, R. (2024b). Religiosity in the Digital Era and the Challenges of Hoaxes, Post-Truth and Radicalism on Social Media. Jurnal Iman Dan Spiritualitas, 4(1), 67–76. https://doi.org/10.15575/jis.v4i1.33230
Sharine, S., & Sitorus, F. K. (2024). Apakah Post-Truth Berbasis Ideologi Membahayakan Demokrasi: Perspektif Penyebaran Fakta Di Media Sosial. JKOMDIS : Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial, 4(2), 399–404. https://doi.org/10.47233/jkomdis.v4i2.1677
Siregar, A. R., Harahap, A., & Nasution, M. S. (n.d.). Etika Komunikasi Media Digital di Era Post-Truth.
Sjoraida, D. F. (2025). Public Communication and Fake News: Combating Misinformation in the Post-Truth Era. 3.
Sukarman, S., Raharjo, R., & Syukur, F. (2019). Deradikalisasi Agama di Era Digital Melalui Pendidikan Islam Multikultural. Journal of Islamic Studies and Humanities, 4(2), 171–186. https://doi.org/10.21580/jish.42.4734
Sulfikar, A. (2019). Swa-radikalisasi Melalui Media Sosial di Indonesia. Jurnal Jurnalisa, 4(1). https://doi.org/10.24252/jurnalisa.v4i1.5622
Ulya, U. (2018). Post-Truth, Hoax, dan Religiusitas di Media Sosial. FIKRAH, 6(2), 283. https://doi.org/10.21043/fikrah.v6i2.4070
Umam, F., & Koestanto, R. R. D. (2024a). Konsep Dan Implementasi Moderasi Beragama dalam Ruang Digital. Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS), 1(2), 240–251. https://doi.org/10.38073/aijis.v1i2.1555
Umam, F., & Koestanto, R. R. D. (2024b). Konsep Dan Implementasi Moderasi Beragama dalam Ruang Digital. Afkaruna: International Journal of Islamic Studies (AIJIS), 1(2), 240–251. https://doi.org/10.38073/aijis.v1i2.1555
Ummah, A. H. (2020). Digital Media and Counter Narrative of Radicalism. Jurnal Theologia, 31(2), 233–256. https://doi.org/10.21580/teo.2020.31.2.6762





