Kajian Literatur tentang Dampak Paparan Debu Industri terhadap Gangguan Sistem Pernapasan Pekerja

Penulis

  • Sekar Giovany Afif Nababan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Penulis
  • Izmi Raditya Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Penulis
  • Nurul Hidayah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Penulis
  • Abdurrozzaq Hasibuan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Penulis

Kata Kunci:

Debu Industri, Gangguan Pernapasan, Pekerja, Kesehatan Kerja

Abstrak

Salah satu faktor risiko utama yang dapat menyebabkan masalah pernapasan pada pekerja adalah paparan debu industri, terutama karena partikel debu yang dapat masuk ke alveoli paru-paru. Studi ini menyelidiki bagaimana paparan debu industri berdampak pada gangguan pernapasan pekerja. Metode yang digunakan adalah penelitian literatur terkini tentang artikel ilmiah yang relevan. Kajian menunjukkan bahwa paparan debu yang melebihi ambang batas terkait dengan lebih banyak kasus gangguan pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis dan penurunan fungsi paru. Tingkat risiko juga dipengaruhi oleh variabel pribadi seperti waktu kerja, kebiasaan merokok, dan penggunaan alat pelindung diri. Kesimpulannya, pengendalian lingkungan kerja dan peningkatan penggunaan alat pelindung diri diperlukan karena paparan debu industri memengaruhi kesehatan pernapasan pekerja.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Damayanti, R., Putra, A. D., & Lestari, S. (2023). Dampak paparan debu industri terhadap gangguan fungsi paru pada pekerja manufaktur. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 15(2), 85–92.

International Labour Organization. (2024). Safety and health at the workplace: Preventing occupational respiratory diseases. Geneva: ILO.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Pedoman kesehatan kerja: Pengendalian faktor risiko di tempat kerja. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di industri. Jakarta: Kemnaker RI.

Lestari, N., Prabowo, H., & Yuliana, S. (2026). Pengaruh edukasi keselamatan kerja terhadap pencegahan gangguan pernapasan pada pekerja industri. Jurnal Promosi Kesehatan, 12(1), 15–22.

Occupational Safety and Health Administration. (2022). Permissible exposure limits for airborne contaminants. Washington, DC: U.S. Department of Labor.

Oktafiani, D., & Darnoto, S. (2026). Hubungan paparan debu dengan keluhan pernapasan pada pekerja pertambangan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(1), 45–53.

Pratiwi, N., & T.A., R. (2024). Analisis faktor risiko gangguan pernapasan akibat paparan debu pada pekerja industri kayu. Jurnal Kesehatan Kerja, 12(3), 120–128.

Putra, I. G., Santoso, B., & Dewi, K. (2025). Efektivitas penggunaan alat pelindung diri terhadap paparan debu respirabel di tempat kerja. Jurnal K3 Nasional, 7(1), 33–40.

Rahman, F., Hidayat, T., & Akbar, M. (2021). Paparan debu silika dan risiko silikosis pada pekerja tambang. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 13(1), 45–52.

Sari, D., Nugroho, A., & Putri, R. (2022). Hubungan paparan debu kapas dengan kejadian byssinosis pada pekerja industri tekstil. Jurnal Kesehatan Kerja Indonesia, 10(2), 85–92.

Susanto, H., Wijaya, B., & Rahmawati, D. (2024). Paparan debu dan kejadian gangguan respirasi pada pekerja industri semen. Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(1), 33–40.

World Health Organization. (2023). Occupational exposure to dust and respiratory health risks. Geneva: WHO.

Wulandari, S., & Fitriani, L. (2023). Pengaruh paparan debu terhadap peningkatan biomarker inflamasi pada pekerja industri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), 210–218.

Diterbitkan

2026-04-22

Cara Mengutip

Kajian Literatur tentang Dampak Paparan Debu Industri terhadap Gangguan Sistem Pernapasan Pekerja. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(01). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1855