Transformasi Pendekatan Angela Merkel dan Olaf Scholz Terhadap Kebijakan Impor Energi Rusia dalam Dinamika Geopolitik Eropa
Kata Kunci:
Kebijakan Energi, Angela Merkel, Olaf Scholz, Invasi Rusia-UkrainaAbstrak
Penelitian ini akan menganalisis transformasi pendekatan kebijakan energi Jerman di bawah kepemimpinan Angela Merkel dan Olaf Scholz dalam dinamika geopolitik erpa, khususnya terkait ketergantungan Jerman terhadap impor energi dari Rusia. Jerman, sebagai salah satu negara konsumen energi terbesar di Eropa, memiliki sejarah panjang kerja sama energi dengan Rusia. Hasil dari penelitian ini adalah Angela Merkel cenderung mempertahankan kebijakan yang pragmatis dan berhati-hati terhadap Rusia, dengan fokus pada stabilitas ekonomi domestik. Hal ini tercermin dari sikap Merkel yang tetap melanjutkan kerja sama energi meskipun ada ketegangan geopolitik, Merkel mengutamakan stabilitas ekonomi melalui hubungan energi dengan Rusia, sementara Scholz lebih fokus pada keamanan energi dengan mempercepat transisi dan diversifikasi energi. Penelitian ini berkontribusi dalam memahami implikasi kebijakan energi Jerman terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi di Eropa pasca-invasi Rusia ke Ukraina.
Unduhan
Referensi
Anja Holtermann, LL.M. (2024). “German LNG-Terminals: Hydrogen infrastructure by detour?” Bird & Bird. https://www.twobirds.com/en/insights/2024/germany/german-lng-terminals-hydrogen-infrastructure-by-detour
Baiq Amalia Asri Aisyati, Y.A. Wahyuddi, Kurnia Zulhandayani Rizki. (2024). ”Strategi Keamanan Energi Jerman dalam Menghadapi Krisis Energi sebagai Dampak Perang Rusia-Ukraina Tahun 2022” Jurnal Hubuungan Internasional. https://eprints.unram.ac.id/id/eprint/45122
BBC NEWS Indonesia. (2024) “Dua tahun perang di Ukraina: Lima pertanyaan utama dan jawabannya”. https://www.bbc.com/indonesia/articles/c1311l44mymo#:~:text=Sekarang%20ini%2C%20sekitar%2018%25%20wilayah,berada%20di%20bawah%20pendudukan%20Rusia.
Caesario Fadhil Rizki. (2024), “Kepentingan Jerman Dalam Menghentikan Kerjasama Nord Stream 2 Dengan Rusia Tahun 2022”. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Hal 80-81
Christopher S. Chivvis dan Thomas Rid, The Roots of Germany’s Russia Policy (Survival vol.51, no.2, 2009), hal.1.
Eddy Melissa, (2022), “Why Germany Can’t Just Pull the Plug on Russian Energy” The New York Times. https://www.nytimes.com/2022/04/05/business/germany-russia-oil-gas-coal.html
Fadhil Rachmanda. (2024). “Dampak Embargo Gas Rusia Terhadap Transisi Energi Di Jerman Tahun 2022”. Jurnal Noken: Ilmu-Ilmu Sosial. Vol. 10, No. 1, Hal. 25-34
IEA, Energy Policies of the IEA Countries, (2007) Paris: International Energy Agency, 2007
International Trade Administration. (2023). “Germany - Country Commercial Guide,” International Trade Administration https://www.trade.gov/country-commercial-guides/germany-energy
Mat Ryan Webber. (2024), “Who Is Angela Merkel?”, Investopedia. https://www.investopedia.com/angela-merkel-7559368
Matthew Lee, (2023), “Misteri global: Apa yang diketahui tentang ledakan Nord Stream” Associated Press Mat Ryan Webber. (2024), “Who Is Angela Merkel?”, Investopedia. https://apnews-com.translate.goog/article/us-germany-russia-denmark-ukraine-gas-pipeline-attack-nord-stream-2561f98ba6462db700f7609352a28c24?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=sge
Roland Berger Strategy Consultant, The Impact of Economic Sanctions, (Roland Berger 2014), hal. 3
Wettengel Julian, (2024), “Germany, EU remain heavily dependent on imported fossil fuels” Clean Energy Wire. Diakses pada 17/12/2024 https://www.cleanenergywire.org/factsheets/germanys-dependence-imported-fossil-fuels





