Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Pengelolaan Obat Rumah Tangga (DAGUSIBU) Serta Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Melalui Penyuluhan
Kata Kunci:
DAGUSIBU, Pengelolaan Obat, Penyuluhan, Pengetahuan MasyarakatAbstrak
Pengelolaan obat rumah tangga yang tepat sangat penting untuk mencegah kesalahan penggunaan obat, efek samping, serta penyimpanan dan pembuangan obat yang tidak sesuai. Program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) merupakan upaya edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan obat secara baik dan benar. Namun, masih banyak masyarakat yang memiliki pengetahuan terbatas mengenai konsep DAGUSIBU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan obat rumah tangga berdasarkan konsep DAGUSIBU serta mengevaluasi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukan penyuluhan di Perumahan Aston Villa, Mendalo Darat, Jambi. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih memiliki pemahaman yang rendah terkait cara penyimpanan obat yang benar dan cara membuang obat kedaluwarsa, termasuk pengelolaan obat sirup, antibiotik, serta obat yang telah berubah warna dan bau. Setelah dilakukan penyuluhan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat yang ditunjukkan melalui peningkatan skor post-test dibandingkan skor pre-test. Masyarakat juga menunjukkan antusiasme dan respon positif terhadap kegiatan edukasi.
Unduhan
Referensi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Pedoman Pengelolaan Obat di Rumah Tangga (DAGUSIBU). Jakarta: Kemenkes RI.
McKenzie, J. F., Neiger, B. L., & Smeltzer, J. L. (2016). Planning, Implementing, & Evaluating Health Promotion Programs: A Primer (7th ed.). Pearson.
Nutbeam, D. (2008). The evolving concept of health literacy. Social Science & Medicine, 67(12), 2072–2078.
World Health Organization. (2017). Medication Without Harm: Global Patient Safety Challenge on Medication Safety. Geneva: World Health Organization.





