Meningkatkan Komunikasi Publik Warga Kampung Robot di Tangerang Selatan Melalui Pelatihan dan Pendampingan
Kata Kunci:
Komunikasi Publik, Pemberdayaan Masyarakat, Kampung Bobot, Komunikasi KomunitasAbstrak
Komunikasi publik merupakan elemen penting dalam membangun partisipasi warga, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan citra dan daya saing komunitas. Kampung Bobot sebagai komunitas berbasis kearifan lokal menghadapi tantangan dalam menyampaikan informasi, mempromosikan potensi kampung, serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat luas dan pemangku kepentingan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas komunikasi publik warga Kampung Bobot melalui pelatihan, pendampingan, dan pemanfaatan media komunikasi yang sesuai kebutuhan. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, pelatihan komunikasi interpersonal dan publik, pengenalan strategi komunikasi digital, serta praktik langsung pembuatan pesan dan konten komunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga mengenai pentingnya komunikasi publik, kemampuan menyusun pesan yang informatif dan persuasif, serta keterampilan menggunakan media sosial sebagai sarana komunikasi dan promosi. Program ini diharapkan dapat menjadi model penguatan komunikasi publik berbasis komunitas yang berkelanjutan serta mendukung pengembangan sosial dan ekonomi lokal.
Unduhan
Referensi
Bungin, B. (2015). Konstruksi Sosial Media Massa: Kekuatan Pengaruh Media Massa, Iklan, dan Industri Komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Cangara, H. (2014). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hidayat, D. R. (2018). “Komunikasi Kreatif dalam Pengembangan Komunitas Kreatif di Era Digital.” Jurnal Komunikasi, 12(2), 101–113.
Kurniawan, A. (2020). “Peran Komunitas dalam Meningkatkan Literasi Teknologi di Kalangan Remaja.” Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani, 4(1), 65–78.
Mulyana, D. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasrullah, R. (2017). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
Nurhadi, Z. F. (2021). “Komunikasi Kreatif Generasi Muda dalam Komunitas Digital.” Jurnal Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta, 19(1), 44–57.
Rachmah, D. N. (2019). “Ruang Publik dan Komunikasi Kreatif di Komunitas Anak Muda Urban.” Jurnal Komunikasi dan Media, 3(2), 88–102.
Suharto, E. (2005). Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat: Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial. Bandung: Refika Aditama.
Syahputra, I. (2020). “Komunitas Kreatif sebagai Ruang Pembelajaran Sosial di Era Industri 4.0.” Jurnal Komunikasi dan Informasi, 10(2), 55–68.
Wibowo, A. (2018). “Strategi Komunikasi Komunitas Teknologi dalam Meningkatkan Partisipasi Generasi Muda.” Jurnal Kajian Komunikasi, 6(1), 1–12.
Elia, G., Margherita, A., & Passiante, G. (2020). Digital Entrepreneurship Ecosystems: A Systemic Approach. Small Business Economics, 55(3), 1–17.
Jenkins, H., & Carpentier, N. (2020). Theorizing Digital Participation and Communication. Routledge.
Mansell, R., & Couldry, N. (2021). Digital Empowerment and Communication for Social Change. Palgrave Macmillan.
Siemens, G., & Downes, S. (2022). Connectivism in Community-Based Learning Environments. Journal of Learning Futures, 4(2).
Rahman, M., & Setiawan, D. (2022). Community Technology for Social Innovation. Jurnal Komunikasi Digital, 5(1), 45–60.





