Perancangan Media Informasi Pengenalan Randai Kepada Anak-Anak
Kata Kunci:
Randai, Buku Cerita Anak, Media Informasi, Budaya Minangkabau, IlustrasiAbstrak
Randai merupakan seni pertunjukan tradisional Minangkabau yang memadukan unsur tari, musik, silat, dan drama serta mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Namun, seiring perkembangan zaman, kesenian randai semakin jarang dikenal oleh generasi muda. Perancangan ini bertujuan untuk mengenalkan randai kepada anak-anak melalui media buku cerita bergambar yang edukatif dan menarik secara visual. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, kuesioner, dan studi pustaka. Hasil perancangan berupa buku cerita anak sebagai media utama yang diharapkan dapat meningkatkan minat anak-anak terhadap kesenian randai serta mendukung pelestarian budaya Minangkabau sejak usia dini.
Unduhan
Referensi
Arsih, F., Zubaidah, S., Suwono, H., & Gofur, A. (2019). The exploration of educational value in randai Minangkabau art, Indonesia. Journal for the Education of Gifted Young Scientists, 7(4), 1225-1248.
Arzul. (2015). “Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam randai Bujang Sampai”. Jurnal Peradaban Melayu, (10), 108—122.
Bahardur, I. (2018). Kearifan Lokal Budaya Minangkabau dalam Seni Pertunjukan Tradisional randai. Jentera: Jurnal Kajian Sastra, 7(2), 145-160.
Coates, K., & Ellison, A. (2014). An Introduction To Information Design. London: Laurence King Publishing Ltd.
Djelantik, A.A.M. (1999). Estetika: Sebuah Pengantar. Bandung: Masyarakat Seni Pertunjukan Indonesia.
Erlyana, Y., & Hansen, Y. (2017). Tinjauan Tipografi Pada Poster Film Horor Indonesia Garapan Rizal Mantovani (Analisa Dengan Prinsip Pokok Tipografi). Rupa Rupa, 3(1).
Halim, D., & Munthe, A. P. (2019). Dampak Pengembangan Buku Cerita Bergambar Untuk Anak Usia Dini. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 9(3), 203–216.
Handayani, F., & Nuzuli, A. K. (2021). Analisis Semiotika Logo Dagadu. Ishlah: Jurnal Ilmu Ushuluddin, Adab dan Dakwah, 3(1), 58-72.
Herawati, I. (2023). Penerapan media visual untuk memudahkan pembelajaran anak usia dini. Pernik: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2).
Masganti, Sit. (2017). Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini. Prenamedia Group. Jakarta.
Mayer, R. E. (2002). Multimedia learning. In Psychology of learning and motivation (Vol. 41, pp. 85-139). Academic Press.
Mudjiyanto, B., & Nur, E. (2013). Semiotics In Research Method of Communication [Semiotika Dalam Metode Penelitian Komunikasi]. Jurnal Pekommas, 16(1), 73-82.
Mulyani, F. A., Ma’arif, B. S., & Kamil, P. (2020). Pengaruh Desain Grafis Sebagai Media Dakwah Pada Akun Instagram@ TAQWART Terhadap Akhlak Followers.
Nurgiyantoro, Burhan. 2005. Sastra Anak, Pengantar Pemahaman Dunia Anak, Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Nodelman, Perry. 2008. The Hidden Adult: Defining Children’s Literature. Baltimore, MY: John Hopkins University Press.
Paramita, N. W. S. P. (2021). Pendidikan karakter anak usia dini melalui mainan edukatif amigurumi berbasis budaya lokal. Jurnal Pendidikan Dan Penciptaan Seni, 1(2), 67-77.
Pradopo, Rachmat Djoko. (2009). Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Putri, D. P., & Salam, N. E. U. (2015). Makna Simbolik randai Sebagai Kesenian Masyarakat Minangkabau di Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat. Jom Fisip.
Sayuti, Suminto A. (2008). Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.
Salam, N. E., & Putri, D. P. (2021). Makna Simbolik Randai sebagai Kesenian Masyarakat Minangkabau di Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat (Doctoral dissertation, Riau University).
Sarumpaet, Riris K. Toha. (2002). Pedoman Penelitian Sastra Anak. Jakarta: PT Grasindo.
Sastra, Y.(2023). Seni randai Alami Kemunduran. Sumber : https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/09/23/seni-randai-alami-kemunduran.
Soedarso, N. (2014). Perancangan Buku Ilustrasi Perjalanan Mahapatih Gajah Mada. Humaniora, 5(2), 561-570.





