Revitalisasi dan Pemanfaatan Tepi Sungai Rawalumbu Jembatan 1 Sampai dengan Jembatan 3 Bekasi, Jawa Barat

Penulis

  • Jerry Eduard Efruan Universitas Mpu Tantular Penulis
  • Sri Prasetya Widodo Universitas Mpu Tantular Penulis

Kata Kunci:

DATS Rawalumbu, Desain Universal, Aksesibilitas Disabilitas, Fenomenologi Ruang Publik, Taman Inklusif

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dan makna pemanfaatan Daerah Aliran Tepi Sungai (DATS) Rawalumbu Bekasi sebagai taman bermain dan jogging track ramah disabilitas, mengatasi isu eksklusi spasial di ruang publik urban Indonesia. Pendekatan fenomenologi kualitatif digunakan untuk mengungkap lived experience partisipan, dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur mendalam (12 penyandang disabilitas: tunanetra, tunadaksa, tunarungu), observasi partisipatif 20 jam, dan dokumentasi lapangan selama Oktober-Desember 2025 di Bekasi. Analisis data interaktif Miles & Huberman mengidentifikasi tiga tema utama: hambatan fisik-spasial (jalur taktil absen, pencahayaan minim), makna emosional ruang fluvial sebagai integrasi komunal terapeutik, dan adaptasi sosial organik melalui pos jaga sukarela. Temuan mengisi kesenjangan literatur dengan model "DATS Inklusif" yang memperluas teori Desain Universal Ron Mace melalui dimensi budaya-ekologis lokal, berbeda dari studi struktural kuantitatif sebelumnya. Secara praktis, rekomendasi mencakup ramp anti-erosi, wahana sensorik berbasis sungai, dan lampu induksi untuk kebijakan RTH Bekasi. Saran penelitian lanjut: studi mixed-methods komparatif DATS Jawa Barat pasca-revitalisasi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Blumer, H. (1986). Symbolic Interactionism: Perspective and Method. University of California Press.

Fitria, N. (2024). Revitalisasi ruang publik berbasis makna sosial masyarakat urban. Jurnal Ruang Kota, 9(1), 22–35.

Lee, S., & Kim, H. (2020). Urban river restoration and community engagement: The case of Cheonggyecheon. Urban Studies, 57(9), 1820–1838.

Lefebvre, H. (1991). The Production of Space. Blackwell.

Nguyen, T., et al. (2022). Riverfront urban redevelopment in Southeast Asia. Journal of Urban Planning and Development, 148(3).

Prasetyo, R. (2023). Degradasi lingkungan tepi Sungai Rawalumbu Bekasi. Jurnal Ekologi Perkotaan, 5(2), 44–59.

Putri, D. (2022). Sense of Place dalam Revitalisasi Kawasan Sungai. Universitas Indonesia Press.

Rahmawati, A. (2022). Evaluasi proyek revitalisasi Sungai Code Yogyakarta. Jurnal Tata Ruang Nusantara, 6(4), 50–65.

Ramdhan, M., et al. (2023). Kajian kualitatif revitalisasi sungai di Indonesia. Jurnal Sosial dan Ruang, 7(1), 12–27.

Sari, M., & Putra, D. (2021). Dampak urbanisasi terhadap kawasan tepi sungai. Jurnal Perencanaan Wilayah, 8(2), 88–102.

United Nations. (2021). Sustainable Development Goals Report 2021. UN Publications.

Widiastuti, S., & Nugroho, A. (2021). Partisipasi masyarakat dalam revitalisasi kawasan sungai. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 3(1), 25–38.

Diterbitkan

2026-01-21

Cara Mengutip

Revitalisasi dan Pemanfaatan Tepi Sungai Rawalumbu Jembatan 1 Sampai dengan Jembatan 3 Bekasi, Jawa Barat. (2026). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 3(01). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1733