Pengaruh Akuntansi Keberlanjutan dan Audit Lingkungan terhadap Transparansi Laporan Keberlanjutan dengan Tata Kelola Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Perusahaan Sub Sektor Pertambangan Batubara yangTerdaftar di BEI Periode 2020-2023)
Kata Kunci:
Akuntansi Keberlanjutan, Audit Lingkungan, Transparansi Laporan, Efek Plafon, Teori SubstitusiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntansi keberlanjutan dan audit lingkungan terhadap transparansi laporan keberlanjutan pada perusahaan pertambangan batubara di Indonesia. Data diambil dari laporan tahunan dan keberlanjutan 10 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020-2023 (40 observasi firm-year) dan dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi keberlanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi laporan. Sebaliknya, audit lingkungan tidak berpengaruh signifikan. Pengujian hipotesis moderasi tata kelola perusahaan tidak dapat dilakukan karena kendala multikolinearitas sempurna yang disebabkan oleh variasi data yang sangat terbatas (efek plafon). Temuan ini mengisyaratkan bahwa dalam konteks perusahaan dengan kinerja tinggi yang homogen, transparansi lebih didorong oleh integrasi sistemik akuntansi keberlanjutan daripada kepatuhan audit formal, dan memberikan dukungan kontekstual bagi Teori Substitusi. Penelitian ini secara transparan mendiskusikan keterbatasan metodologis sebagai bagian dari temuan.
Unduhan
Referensi
Kepemilikan Perusahaan dan Manajemen Laba terhadap Opini Kelangsungan Usaha dengan Komite Audit sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari Tahun 2017 hingga 2022. Jurnal Manajemen Fundamental , 9 (1), 96–118. https://doi.org/10.33541/fjm.v9i1.5802
Kusuma, Mohammad & Malau, Melinda. (2023). Analysis of Audit Quality, Bonus Mechanism, and Company Size on Earning Management with Managerial Ownership as Moderating. Journal of Economics, Finance and Accounting Studies 5(3):58-64. https://10.32996/jefas.2023.5.3.5
Boiral, O. (2013). Sustainability reports as simulacra? A counter-account of A and A+ GRI reports. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 26(7), 1036–1071. https://doi.org/10.1108/AAAJ-04-2012-00995
Ching, H. Y., & Gerab, F. (2017). Sustainability reports in Brazil through the lens of signalling, legitimacy, and stakeholder theories. Social Responsibility Journal, 13(1), 95–110.
https://doi.org/10.1108/SRJ-10-2015-0147
Deegan, C. (2002). The legitimising effect of social and environmental disclosures: A theoretical foundation. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 15(3), 282–311. https://doi.org/10.1108/09513570210435852
Deegan, C., Rankin, M., & Tobin, J. (2002). An examination of the corporate social and environmental disclosures of BHP from 1983–1997. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 15(3), 312–343. https://doi.org/10.1108/09513570210435853
Freeman, R. E. (1984). Strategic management: A stakeholder approach. Pitman.
Global Reporting Initiative. (2021). GRI sustainability reporting standards. Global Reporting Initiative.
Gray, R., Kouhy, R., & Lavers, S. (1995). Corporate social and environmental reporting: A review of the literature and a longitudinal study. Accounting, Auditing & Accountability Journal, 8(2), 47–77. https://doi.org/10.1108/09513579510146996
Herda, D. N., Taylor, M. E., & Winterbotham, G. (2014). The effect of board independence on the sustainability assurance of CSR reports. Auditing: A Journal of Practice & Theory, 33(3), 163–190. https://doi.org/10.2308/ajpt-50749
Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.
https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X
Kolk, A. (2004). A decade of sustainability reporting: Developments and significance. International Journal of Environment and Sustainable Development, 3(1), 51–64. https://doi.org/10.1504/IJESD.2004.004688
Lanis, R., & Richardson, G. (2013). Corporate social responsibility and tax aggressiveness. Journal of Accounting and Public Policy, 32(2), 86–108. https://doi.org/10.1016/j.jaccpubpol.2013.02.004
Michelon, G., Pilonato, S., & Ricceri, F. (2015). CSR reporting practices and the quality of disclosure: An empirical analysis. Critical Perspectives on Accounting, 33, 59–78.
https://doi.org/10.1016/j.cpa.2014.10.003
Nunnally, J. C. (1978). Psychometric theory (2nd ed.). McGraw-Hill.
Otoritas Jasa Keuangan. (2017). Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang penerapan keuangan berkelanjutan bagi lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik. OJK.
Otoritas Jasa Keuangan. (2022). Roadmap keuangan berkelanjutan tahap II (2021–2025). OJK.
Pratiwi, R., & Nugroho, B. (2021). Pengaruh sustainability reporting dan good corporate governance terhadap transparansi perusahaan. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 18(2), 145–162.
Sari, D. P., & Rahmawati. (2022). Audit lingkungan dan transparansi laporan keberlanjutan pada perusahaan pertambangan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 13(1), 77–95.
Simnett, R., Vanstraelen, A., & Chua, W. F. (2009). Assurance on sustainability reports: An international comparison. The Accounting Review, 84(3), 937–967. https://doi.org/10.2308/accr.2009.84.3.937
Suchman, M. C. (1995). Managing legitimacy: Strategic and institutional approaches. Academy of Management Review, 20(3), 571–610. https://doi.org/10.5465/amr.1995.9508080331
Zhou, S., Simnett, R., & Green, W. (2018). Does integrated reporting matter to the capital market? Abacus, 54(1), 94–132. https://doi.org/10.1111/abac.12104





