Relevansi Ajaran Kesia-siaan dalam Pengkhotbah 1:2 bagi Mahasiswa Kristen Masa Kini

Penulis

  • Wissa Novita Simanjuntak Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Penulis

Kata Kunci:

Pengkhotbah 1:2 Jadi Fondasi Teologis Buat Mahasiswa Kristen Agar Bisa Lebih Rendah Hati, Makin Bijaksana Secara Rohani, Benar-Benar Menemukan Makna Hidup yang Sejati

Abstrak

Penelitian ini mengupas betapa pentingnya ajaran tentang kesia-siaan dalam Pengkhotbah 1:2 buat mahasiswa Kristen masa kini. Ayat itu ngomong terus terang semua yang manusia lakukan, kalau jauh dari Allah, ya ujung-ujungnya kosong juga. Di sini, peneliti pakai metode kualitatif deskriptif dan pendekatan teologi Alkitab, benar-benar masuk ke konteks sastra dan teologis Pengkhotbah 1:2, lalu melihat pengaruhnya ke cara mahasiswa Kristen menjalani hidup, belajar, dan bertumbuh secara rohani. Hasilnya tegas: konsep kesia-siaan di Pengkhotbah bukan berarti hidup itu suram. Justru, ayat ini jadi pengingat supaya manusia nggak jauh-jauh dari Allah dan menempatkan Dia sebagai pusat hidup. Pesan ini relevan banget buat mahasiswa Kristen yang tiap hari ketemu tekanan prestasi, godaan materialisme, dan pencarian identitas di dunia yang serba cepat kayak sekarang. 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Barton, J. (2019). Ethics and the Old Testament. SCM Press.

Longman III, T. (2018). The Book of Ecclesiastes.

Eerdmans.Tucker, G. M. (2020).

Diterbitkan

2025-12-24

Cara Mengutip

Relevansi Ajaran Kesia-siaan dalam Pengkhotbah 1:2 bagi Mahasiswa Kristen Masa Kini. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(04). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1652