Pemahaman Kontekstual Matius 5:39 dan Keluaran 21:24: Studi Biblika Wawancara Implementasinya
Kata Kunci:
Implementasi, Keluaran 21:24, Matius 5:39, Pemahaman Kontekstual, Studi Biblika, WawancaraAbstrak
Pemahaman ayat Alkitab secara kontekstual sangat penting untuk menghindari penafsiran yang keliru dan penerapan yang tidak tepat dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini mengkaji makna kontekstual Matius 5:39 yang berbicara tentang sikap tidak membalas kejahatan, serta Keluaran 21:24 yang memuat prinsip “mata ganti mata.” Fokus penelitian ini adalah bagaimana kedua ayat tersebut dipahami dalam konteks kehidupan, dan tujuan penulisan masing-masing, serta bagaimana masyarakat Kristen masa kini menerapkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi biblika dengan metode kualitatif melalui wawancara terhadap beberapa narasumber, seperti pendeta, guru paud, pelayan gereja, dan mahasiswa teologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Keluaran 21:24 bukan ajakan untuk balas dendam pribadi, melainkan hukum keadilan yang membatasi pembalasan dalam masyarakat Israel kuno. Sebaliknya, Matius 5:39 merupakan ajaran Yesus yang menekankan kasih, pengendalian diri, dan transformasi etika dalam menghadapi ketidakadilan. Implementasi kedua ayat tersebut ditemukan dalam bentuk sikap pengampunan, penyelesaian konflik tanpa kekerasan, serta penerapan prinsip keadilan yang berbelas kasih dalam kehidupan sosial dan gerejawi. Artikel ini menegaskan bahwa memahami ayat secara kontekstual membantu orang percaya menerapkan firman Tuhan secara tepat, relevan, dan membangun di zaman sekarang.
Unduhan
Referensi
Alkitab. (2005). Alkitab Terjemahan Baru. Lembaga Alkitab Indonesia.
Kaiser, W. C. (2012). Etika Perjanjian Lama. Malang: Literatur SAAT.
Wright, N. T. (2015). Bagaimana Allah menjadi Raja: Kisah Injil yang terlupakan. Jakarta:
Literatur Perkantas.





