Revitalisasi Musik Tradisional Nias sebagai Media Edukasi Budaya Berbasis Digital bagi Generasi Muda

Penulis

  • Nando Martalin Jaya Nazara Universitas Negeri Medan Penulis

Kata Kunci:

Musik Tradisional Nias, Edukasi Budaya Digital, Generasi Muda

Abstrak

Transformasi digital telah memengaruhi cara generasi muda mengakses dan memaknai budaya, termasuk musik tradisional. Namun, pemanfaatan musik tradisional sebagai media edukasi budaya berbasis digital masih terbatas dan cenderung bersifat seremonial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji revitalisasi musik tradisional Nias sebagai media edukasi budaya berbasis digital bagi generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus berbasis kajian literatur. Data diperoleh melalui analisis terhadap artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan dokumen kebijakan yang relevan dengan musik tradisional, edukasi budaya, dan pemanfaatan media digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengemasan musik tradisional melalui media digital, seperti multimedia interaktif dan teknologi augmented reality, berpotensi meningkatkan minat belajar, keterlibatan, dan kesadaran budaya generasi muda. Namun, implementasinya masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, kesiapan pendidik, serta persepsi generasi muda terhadap relevansi musik daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa revitalisasi musik tradisional Nias berbasis digital tidak hanya berperan dalam pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi edukatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Alvarez, J., & Gomez, R. (2020). Augmented reality for traditional music learning: Enhancing cultural understanding through immersive media. Journal of Educational Multimedia and Hypermedia, 29(3), 245–260.

Braun, V., & Clarke, V. (2021). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications.

Buckingham, D. (2015). The media education manifesto. Polity Press.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Gomez, L., & Silva, M. (2021). Virtual learning environments for traditional arts education. International Journal of Arts Education, 9(2), 88–102.

Harefa, D., & Zebua, Y. (2023). Eksplorasi gowe nilare sebagai media pembelajaran berbasis budaya pada materi lingkaran. Jurnal Pendidikan Matematika Berbasis Budaya, 5(2), 85–96.

Hu, X. (2021). Mobile learning in ethnomusicology education: Engaging students with traditional music. Journal of Music, Technology & Education, 14(1), 67–82.

Kemendikbudristek. (2021). Profil pelajar Pancasila. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

https://puskur.kemdikbud.go.id

Kemendikbudristek. (2022). Laporan penguatan budaya dan seni dalam pendidikan nasional. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

https://www.kemdikbud.go.id

Kim, H., & Park, S. (2019). Digital preservation of indigenous music heritage through educational media. Journal of Cultural Heritage Management and Sustainable Development, 9(4), 402–416.

https://doi.org/10.1108/JCHMSD-01-2019-0005

Lase, F., Zalukhu, J., & Daeli, A. (2022). Perancangan aplikasi media pengenalan alat musik Nias berbasis augmented reality. Jurnal Teknologi Pendidikan, 24(1), 45–55.

Lee, C., Huang, Y., & Lin, P. (2022). Interactive multimedia for traditional music education. Computers & Education, 176, 104356.

https://doi.org/10.1016/j.compedu.2021.104356

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nazara, R. G., Fatimah, W. S., Wardani, E. K., Pramesti, S. D., Hidayati, W., & Daeli, M. (2025). Peran etnoscience dalam menguatkan pembelajaran STEM untuk mengembangkan literasi sains berbasis budaya lokal di sekolah dasar. Walada: Journal of Primary Education, 4(3), 127–135.

https://doi.org/10.61798/wjpe.v4i3.409

Nugroho, A., Prasetyo, D., & Rahmawati, S. (2023). Media digital dalam pelestarian musik daerah di sekolah. Jurnal Pendidikan Seni dan Budaya, 8(1), 15–27.

Pratama, R., & Sari, M. (2021). Digitalisasi musik tradisional sebagai media edukasi budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 6(2), 134–145.

Rahim, A., & Abdullah, N. (2022). Youth engagement in digital-based traditional music learning. Journal of Cultural Education, 16(3), 289–304.

https://doi.org/10.1080/14681366.2022.2034567

Sibarani, R. (2015). Pendekatan antropologi linguistik dalam pelestarian kearifan lokal. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

UNESCO. (2018). Culture for sustainable development. UNESCO Publishing.

https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000261300

Wulandari, S., Rahmawati, D., & Prasetyo, T. (2020). Pengembangan media interaktif seni musik tradisional Indonesia. Jurnal Seni dan Pendidikan, 12(2), 101–112.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Diterbitkan

2025-12-23

Cara Mengutip

Revitalisasi Musik Tradisional Nias sebagai Media Edukasi Budaya Berbasis Digital bagi Generasi Muda. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(04), 2686-2696. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1638