Urgensi Literasi Digital dan Kemanusiaan di Era Modern
Kata Kunci:
Literasi Digital, Kemanusiaan, Teknologi Modern, Etika Digital, Keamanan InformasiAbstrak
Perkembangan teknologi digital di era modern telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia. Informasi dapat diakses dengan cepat, komunikasi menjadi lebih mudah, dan berbagai aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik kini banyak bergantung pada dunia digital. Namun, kemajuan ini tidak selalu sejalan dengan kesiapan masyarakat dalam menggunakannya secara bijak. Teknologi juga memberi dampak negatif berupa penyebaran hoaks, perundungan digital, pelanggaran privasi, hingga menurunnya interaksi sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian, contoh penerapan, serta manfaat literasi digital; menguraikan peran teknologi dan literasi digital dalam meningkatkan kesejahteraan manusia; dan menggambarkan mekanisme literasi digital yang dapat diterapkan untuk menghadapi dampak negatif teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur berdasarkan berbagai sumber tentang literasi digital, teknologi, dan aspek kemanusiaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi digital berkontribusi pada peningkatan wawasan, kemampuan berpikir kritis, meningkatkan kosakata individu, serta kemampuan membaca menulis dan menyusun informasi. Selain itu, Literasi digital juga berperan dalam meningkatkan keamanan dan privasi, menjaga etika dan nilai kemanusiaan, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta mengurangi kesenjangan digital. Penelitian ini bermanfaat sebagai referensi akademis dan panduan praktis bagi masyarakat dalam mengoptimalkan teknologi secara bijak dan beretika.
Unduhan
Referensi
Aulia, F., & Tasrif, E. “Bibliometric Analysis of Research Trends in Digital Literacy within Indonesian Education: Development, Challenges, and Opportunities.” Jurnal Pendidikan MIPA, Vol. 26, No. 1, 2025, pp. https://jpmipa.fkip.unila.ac.id/index.php/jpmipa/article/view/185/487
Bulya, B., & Izzati, S. “Indonesia’s Digital Literacy as a Challenge for Democracy in the Digital Age.” The Journal of Society and Media, Vol. 8, No. 2, 2024, pp. 640-661. https://doi.org/10.26740/jsm.v8n2.p640-661
Ansori, A., attaching, M. (2024). Mencari tambahan ilmu. Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI), 2(1), 137–144. https://ejournal.lapad.id/index.php/pjpi
Wulandari, T., Sari, D. P., & Nasution, A. R. (2023). Deskripsi mendalam untuk memastikan keteralihan temuan penelitian kualitatif. Jurnal Literasiologi, 11(2). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v9i4
Kemendikbud. (2021). Panduan literasi digital untuk masyarakat Indonesia. [On-line]. Available: https://gtk.kemdikbud.go.id/read-news/panduan-literasi-digital [Diakses: 23 November 2025].
Kominfo. (2021). Modul literasi digital: Aman, cakap, budaya, dan etis bermedia digital. [On-line]. Available: https://literasidigital.id/modul/ [Diakses: 23 November 2025].
Travika, N. (2022). Pengertian dan pentingnya literasi digital di era modern. Jakarta: Literasi Nusantara Press. [On-line]. Available: https://literasinusantara.com/buku-literasi-digital/ [Diakses: 23 November 2025].
UNESCO. (2018). Media and information literacy: Policy and strategy guidelines. [On-line]. Available: https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf0000265561 [Diakses: 23 November 2025].
Deakin University. “Digital Literacy.” Internet: https://dro.deakin.edu.au/articles/report/Digital_literacy/20884321, (t.t.) [Diakses: 23 Nov. 2025].
Nasional Digital Literacy Movement. “Literasi Digital untuk Semua.” Internet: https://siberkreasi.id, (t.t.) [Diakses: 23 Nov. 2025].





