Pengaruh Media Sosial Terhadap Kepercayaan Publik Pada Lembaga Pemerintah
Kata Kunci:
media sosial, kepercayaan publik, pemerintah, infodemi, hoaks, komunikasi digitalAbstrak
Di era digital, media sosial telah menjadi sarana komunikasi utama yang dimanfaatkan pemerintah untuk menyebarkan informasi, meningkatkan transparansi, dan memperkuat interaksi dengan masyarakat. Namun, kemunculan infodemi dan penyebaran berita palsu turut menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah, terutama selama dan setelah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengkaji pengaruh media sosial terhadap kepercayaan publik pada lembaga pemerintah dalam konteks pascapandemi dan menjelang Pemilu 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial oleh pemerintah dapat meningkatkan kualitas komunikasi publik, membangun citra positif, dan mendorong partisipasi masyarakat. Namun, tantangan berupa hoaks, disinformasi, dan rendahnya literasi digital memperburuk persepsi publik serta menghambat efektivitas komunikasi pemerintah. Dengan demikian, diperlukan strategi komunikasi digital yang lebih adaptif, transparan, dan responsif, termasuk penguatan literasi digital, kerja sama dengan media independen, serta penyajian konten yang akurat dan mudah dipahami, guna meningkatkan kembali kepercayaan publik.
Unduhan
Referensi
Agustina, N., Adrian, A., & Hermawati, M. (2022). Implementasi Algoritma Naïve Bayes Classifier untuk Mendeteksi Berita Palsu pada Sosial Media. Faktor Exacta, 14(4), 206. https://doi.org/10.30998/faktorexacta.v14i4.11259
Aldi Putra, M., Taufik, T., & Aunnurrafiq, A. (2024). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di Kota Pekanbaru. Jurnal Akuntansi Manajemen Bisnis Dan Teknologi (AMBITEK), 4(1), 31–41. https://doi.org/10.56870/ambitek.v4i1.103
Ahmed, J., Talpur, A. R., & Soomro, S. A. (2023). The Role of Digital Media in Promoting Political Transparency and Accountability in Pakistan. Pakistan Social Sciences Review, 7(4), 322-329.
Arismayani.2017. Pengaruh Modernisasi Sistem Perpajakan, Motivasi Wajib Pajak, Dan Tingkat Kepercayaan Pada Pemerintah dan Hukum Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. E-Journal, Vol:8 No.2, Jurusan Akuntansi, Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja.
Bauer, P. C., & Fatke, M. (2014). Direct democracy and political trust: Enhancing trust, initiating distrust-or both? Swiss Political Science Review, 20(1), 49–69. https://doi.org/10.1111/spsr.12071
Bertot, J. C., Jaeger, P. T., & Grimes, J. M. (2010). Using ICTs to create a culture of transparency: E-government and social media as openness and anti-corruption tools for societies. Government Information Quarterly, 27(3), 264–271. https://doi.org/10.1016/j.giq.2010.03.001
Husaini, H. (2025). Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi PERAN HUMAS DALAM MENINGKATKAN KEPERCAYAAN PUBLIK TERHADAP PEMERINTAH. 1,112-121. https://journal.hasbaedukasi.co.id/index.php/jurmieHalaman:112-121
Ibrahim, Z., Ibrahim, M.A., & Syahribulan. (2020). Pengaruh kepercayaan publik terhadap kepatuhan wajib pajak. YUME: Journal of Management, 3(3), 80-93. https/doi.org/10.2568/yum.v3i2.777.
Irhamdhika, G., El Hidayah, N. I., Yogi Ariska, Dito Anjasmoro Ningtyas, & Sari, A. (2025). Krisis Kepercayaan Publik: Fenomena #Kaburajadulu Dan Peran Humas Pemerintah Dalam Merespons Cancel Culture. Jurnal Public Relations (J-PR), 6(1), 7–15. https://doi.org/10.31294/jpr.v6i1.8663
Julita, J., Basri, Y. M., & Huda, A. (2015). Pengaruh Persepsi Atas Efektifitas Sistem Perpajakan, Kepercayaan, Tarif Pajak dan Kemanfaatan Npwp terhadap Kepatuhan Membayar Pajak (Studi Empiris pada Wajib Pajak UMKM Makanan di Kpp Pratama Pekanbaru Senapelan). Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau, 2(2).
Latief, S., Junaidin, Z., & Mapparenta. (2020). Pengaruh kepercayaan kepada pemerintah, kebijakan insentif pajak dan manfaat pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Center of Economic Student Journal, 3(3), 271-289.
Maula, L. Q., & Prasetyo, D. (2023). Pemberitaan Akhir Covid 19 Melalui Strategi Komunikasi Humas Pemerintah Kota Surabaya. Jurnal Komunikasi Dan Media, 3(2), 1–11.
Maulvi, H. R., Rizal, E., & Lusiana, E. (2023). Peran Media Sosial Bagi Humas Pemerintah. Jurnal Komunikasi, 14(1), 92–101. https://doi.org/10.31294/jkom.v14i1.14939
Milyane dkk. (2022). Pengantar Ilmu Komunikasi. In Suparyanto dan Rosad (2015 (Vol. 5, Issue 3). https://repository.penerbitwidina.com/media/publications/557082-pengantar-ilmu-komunikasi-22ec77af.pdf
Misrun, C. A., Haerani, E., Fikry, M., & Budianita, E. (2024). Jurnal Computer Science and Information Technology ( CoSciTech ) naive bayes classifier method. 4(1), 207–215.
Nisangi, S., & Solihah, R. (2024). Peran Media Sosial sebagai Salah Satu Kekuatan Kampanye Politik pada Pemilihan Presiden 2024. Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 8(1), 181. https://doi.org/10.31604/jim.v8i1.2024.181-189
Putri, I. M., & Astini, B. (2024). Pengaruh terpaan informasi media sosial terhadap tingkat kepercayaan publik pada pemilihan umum 2024. Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran Dan Penelitian, 10(2), 333-350.
Porumbescu, G.A. (2016) Linking public sector social media and e-government website use to trust in government. Government Information Quarterly. [Online] 33 (2), 291-304. Available
Rahmanto, A. N. (2022). Media Sosial dan Persepsi Publik tentang Good Governance pada Pemerintah Daerah di Solo Raya. Jurnal Ilmu Komunikasi, 20(1), 88. https://doi.org/10.31315/jik.v20i1.6433
Ranti Eka Putri, M. Wasito, & Ayu Nadia Lestari. (2023). Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial Sebagai Media Promosi Produk UMKM Desa Suka Damai. JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 4(3), 667–675. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v4i3.1550
Riefky, Hutasoit, I. R., Nopiyanto, A. M. D., Nugrahani, H. S. D., & Zulkarnain, R. A. (2021). Growing public distrust towards the Indonesian Government for lack of response to COVID-19 outbreak. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 716(1). https://doi.org/10.1088/1755-1315/716/1/012072
Septiana, N. (2021). Danpak berita hoax pada masyarakat: Studi fenomenologi Kelurahan Ngronggo Kota Kediri. NGARSA: Journal of Dedication Based on Lical Wisdom, 1(2), 207-216
Tandoc Jr, E. C. (2019). The facts fake news: A research review. Sociology Compass, 13(9), e127224.
Tri Haryadi, A. (2024). Peran Media Sosial dalam Mendorong Transparansi dan Akuntabilitas Administrasi Publik-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0). Indonesian Research Journal on Education Web Jurnal Indonesian Research Journal on Education, 4(4), 3342–3349. file:///C:/Users/User/Downloads/document (8).pdf
Umma, W. P., & Ahmad, N. (2025). Peran Media Sosial sebagai Medium untuk Memaksimalkan Keterbukaan Informasi Publik di KPU Kabupaten Jombang. Jurnal Komunikasi Nusantara, 7(1), 122–135. https://10.0.130.86/jkn.v%25vi%25i.2403
Vaccari, C., & Valeriani, A. (2018). Digital Political Talk and Political Participation: Comparing Established and Third Wave Democracies. SAGE Open, 8(2). https://doi.org/10.1177/2158244018784986
Van de Walle, S., & Bouckaert, G. (2003). Public service performance and trust in government: The problem of causality. International Journal of Public Administration, 26(8–9), 891–913. https://doi.org/10.1081/PAD-120019352





