Rekonstruksi Paradigma Pendidikan Agama Islam Integratif-Transformatif dalam Merespons Tantangan Pendidikan Abad Ke-21
Kata Kunci:
Rekonstruksi PAI, Integratif-Transformatif, Tantangan Abad ke-21Abstrak
Latar Belakang: Pendidikan Agama Islam (PAI) saat ini dihadapkan pada disrupsi teknologi, degradasi moral, dan kompleksitas tantangan Abad ke-21 yang menuntut fleksibilitas serta kedalaman pemikiran. Paradigma PAI konvensional yang cenderung dikotomis dan doktriner dianggap kurang relevan dalam menjawab persoalan kontemporer, sehingga diperlukan upaya rekonstruksi pemikiran yang lebih adaptif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekonstruksi paradigma PAI yang bersifat integratif-transformatif. Fokus utamanya adalah menyatukan nilai-nilai spiritual dengan ilmu pengetahuan modern serta mengubah orientasi pendidikan dari sekadar transfer pengetahuan (transfer of knowledge) menjadi transformasi karakter dan sosial yang berdampak nyata. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data dikumpulkan melalui analisis literatur terkait filsafat pendidikan Islam, tantangan global abad ke-21, dan teori pendidikan transformatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif-filosofis untuk membangun kerangka konseptual baru. Hasil Penelitian: Hasil kajian menunjukkan bahwa rekonstruksi paradigma PAI integratif-transformatif dilakukan melalui tiga aspek utama: (1) Integrasi Epistemologis, yakni menghapus sekat antara ilmu agama dan ilmu umum; (2) Transformasi Metodologis, yang mengalihkan gaya belajar pasif menuju pembelajaran berbasis kritis-dialogis; dan (3) Aktualisasi Nilai, yaitu membumikan ajaran Islam dalam merespons isu lingkungan, kemanusiaan, dan teknologi digital. Kesimpulan: Rekonstruksi paradigma ini menjadi kunci agar PAI tidak hanya menjadi mata pelajaran pelengkap, tetapi menjadi motor penggerak peradaban yang mampu melahirkan generasi unggul. Generasi yang tidak hanya cakap secara intelektual dan teknologi, tetapi juga memiliki keteguhan moral dalam menghadapi ketidakpastian masa depan.
Unduhan
Referensi
Abdullah, M. Amin. (2012). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. Amin. (2014). Pendidikan Agama di Era Multikultural dan Multireligius. Jurnal Pendidikan Islam, 2(1), 1-25.
Daradjat, Zakiah. (2011). Kesehatan Mental. Jakarta: Gunung Agung.
Fakih, Mansour. (2011). Pendidikan Transformatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Freire, Paulo. (2008). Pendidikan Kaum Tertindas. Jakarta: LP3ES.
Haidar, Putra Daulay. (2012). Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kencana.
Hidayat, Komaruddin. (2015). Psikologi Agama: Menyelami Fenomena Keagamaan. Jakarta: Kompas.
Kuntowijoyo. (2006). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Madjid, Nurcholish. (2008). Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan. Bandung: Mizan.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook. USA: Sage Publications.
Muhaimin. (2013). Rekonstruksi Pendidikan Islam: Dari Paradigma Pengembangan, Kurikulum, hingga Strategi Pembelajaran. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Mulyadhi, Kartanegara. (2005). Integrasi Ilmu: Sebuah Rekonstruksi Holistik. Jakarta: Arasy.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Suprayogo, Imam. (2010). Membangun Integrasi Ilmu dan Agama: Pengalaman UIN Malang. Malang: UIN Maliki Press.
Syariati, Ali. (1996). Membangun Masa Depan Islam. Jakarta: Mizan.
Zed, Mestika. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.





