Remaja Gereja dan Pemaknaan Identitas sebagai Garam dan Terang Dunia
Kata Kunci:
Perubahan Zaman, Identitas Kristen, Pemuda GerejaAbstrak
Perubahan zaman, yang ditandai dengan kemajuan teknologi, globalisasi, dan pergeseran nilai-nilai budaya, menghadirkan tantangan signifikan bagi kehidupan remaja, termasuk remaja gereja. Remaja Kristen berada dalam fase penemuan jati diri, rentan terhadap pengaruh lingkungan sosial dan media digital. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji makna identitas pemuda gereja sebagai garam dan terang dunia, sebagaimana diajarkan dalam Matius 5:13–16, serta implikasinya di tengah perubahan zaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi literatur dan analisis teologis-biblis terhadap teks-teks Alkitab dan sumber-sumber akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas garam dan terang bukan sekadar konsep teologis, tetapi panggilan seumur hidup yang harus diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan kesaksian iman remaja dalam masyarakat. Gereja memiliki peran strategis dalam membimbing remaja untuk mempertahankan identitas Kristen yang autentik, kritis, dan kontekstual tanpa kehilangan nilai-nilai Injil. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pelayanan pemuda gereja dalam menghadapi tantangan era modern.
Unduhan
Referensi
Erikson, E. H. (1968). Identity: Youth and crisis. W. W. Norton & Company.
Kinnaman, D., & Hawkins, A. (2016). You lost me: Why young Christians are leaving church and rethinking faith. Baker Books.
Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Setiawan, D., & Pranata, Y. (2019). Peran gereja dalam pembinaan iman remaja di era digital. Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 85–96.
Sitompul, A. A. (2020). Remaja Kristen dan tantangan identitas iman di tengah modernitas. Jurnal Teologi Kontekstual, 3(1), 45–58.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Warren, R. (2002). The purpose driven life. Zondervan.





