Pengaruh Intervensi Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Stres Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi Rumah Sakit Murni Teguh Medan

Penulis

  • Sardani Pandiangan Stikes Murni Teguh Penulis

Kata Kunci:

COVID-19, Ruang Isolasi, Relaksasi Otot Progresif, Tingkat Stres

Abstrak

Latar Belakang: Pasien COVID-19 yang menjalani perawatan di ruang isolasi rentan mengalami tekanan psikologis serius, mulai dari kecemasan hingga stres berat akibat isolasi sosial dan ketakutan akan kondisi klinis. Kondisi stres yang tidak tertangani dapat menghambat respons imun tubuh. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis yang efektif, salah satunya adalah teknik Relaksasi Otot Progresif, untuk membantu menstabilkan kondisi psikis pasien. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian intervensi relaksasi otot progresif terhadap penurunan tingkat stres pada pasien COVID-19 yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Murni Teguh Medan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif Quasi Experiment dengan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 15 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Penelitian: Terdapat perubahan signifikan pada tingkat stres responden sebelum dan sesudah intervensi. Pada tahap pre-test, mayoritas pasien mengalami stres berat (66,7%) dan stres sedang (33,3%). Setelah dilakukan intervensi (post-test), terjadi penurunan drastis dimana 80% pasien berada pada kategori stres ringan dan 20% stres sedang. Uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,001 (< 0,05). Kesimpulan: Intervensi relaksasi otot progresif memiliki pengaruh yang signifikan dalam menurunkan tingkat stres pasien COVID-19. Metode ini direkomendasikan untuk diterapkan sebagai bagian dari rutinitas asuhan keperawatan di ruang isolasi untuk mendukung pemulihan pasien.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdullah, A. B. (2007). Mengatasi Stres Anak: Melalui Kasih Sayang Orang Tua. Jakarta: Restu Agung.

Arisjulyanto, D. (2017). Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Tingkat Stres. Jurnal Kesehatan Prima, 11(2).

CNN Indonesia. (2020). Corona Menular Lewat Udara, Dokter Ingatkan Hindari Keramaian. Diakses dari https://www.cnnindonesia.com

Davis, M., Eshelman, E. R., & McKay, M. (2008). The Relaxation and Stress Reduction Workbook. Oakland: New Harbinger Publications.

Donsu, J. D. T. (2017). Psikologi Keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Goliszek, A. (2005). Manajemen Stres. Jakarta: PT Buana Ilmu Populer.

Hawari, D. (1995). Manajemen Stres, Cemas dan Depresi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Kementrian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19). Jakarta: Kemenkes RI.

Kementrian Kesehatan RI. (2021). Situasi Terkini Perkembangan Coronavirus Disease (COVID-19). Jakarta: Kemenkes RI.

Lestari, K. P., & Yuswiyanti, A. (2015). Pengaruh Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan. Jurnal Keperawatan, 7(1).

Priyoto. (2014). Teori Sikap dan Perilaku dalam Kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Ramdhani, N., & Putra, A. A. (2008). Pengembangan Multimedia Relaksasi. Jurnal Psikologi, 35(2).

Setyoadi, & Kushariyadi. (2011). Terapi Modalitas Keperawatan pada Klien Psikogeriatrik. Jakarta: Salemba Medika.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Townsend, M. C. (2010). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. Philadelphia: F.A. Davis Company.

Diterbitkan

2025-12-17

Cara Mengutip

Pengaruh Intervensi Relaksasi Otot Progresif terhadap Tingkat Stres Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi Rumah Sakit Murni Teguh Medan. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(04), 2194-2200. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1574