Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Dalam Pemanfaatan Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk di Kabupaten Karo (PT Pertamina)
Kata Kunci:
Mitigasi Bencana, Kearifan Lokal, Panas BumiAbstrak
Kabupaten Karo merupakan wilayah rawan bencana geologi akibat aktivitas vulkanik Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung. Kawasan Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk berkembang sebagai destinasi wisata berbasis energi panas bumi, namun pemanfaatan kawasan ini juga memicu perubahan lingkungan dan meningkatkan risiko bencana, seperti longsor yang terjadi tahun 2024. Masyarakat lokal Karo memiliki kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun terkait pembacaan tanda-tanda alam melalui perubahan karakteristik air panas. Penelitian ini bertujuan mengkaji pemanfaatan Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk sebagai bagian dari mitigasi bencana berbasis kearifan lokal serta integrasinya dengan sistem manajemen bencana modern. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, serta studi dokumentasi kebijakan kebencanaan dan tata ruang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan suhu, bau, warna, dan volume air panas digunakan masyarakat sebagai indikator aktivitas vulkanik dan berfungsi sebagai sistem peringatan dini tradisional. Namun, praktik tersebut belum terintegrasi secara optimal dengan kebijakan formal dan pendekatan teknokratik institusi kebencanaan. Kesimpulan penelitian menunjukkan perlunya integrasi kearifan lokal masyarakat Karo dengan manajemen bencana modern guna mendukung mitigasi yang adaptif, berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan komunitas di kawasan rawan bencana.
Unduhan
Referensi
Pertiwi, H. (2018). Manajemen Bencana: Konsep dan Praktik. Penerbit Universitas Indonesia.
Sudibyakto, S. (2019). Manajemen Bencana: Teori dan Praktik. Penerbit Universitas Gadjah Mada.
Chourmain, Imam. (2008). Acuan Normatif Penelitian untuk Penulisan skripsi, Tesis, dan Disertasi. Jakarta: Al-Haramain Publishing House.
IDEP (Institut untuk Pembangunan dan Ekonomi). (2007). Manajemen Bencana: Konsep dan Praktik. Jakarta: IDEP.
Noor. (2014). Pengantar Mitigasi Bencana Geologi. Yogyakarta: Dee Publish.
Nurjanah, Sugiharto, R., Kuswanda, D., Siswanto & Adikoesoemo. (2013). Ridha, Ir. Dida Migfar, M.Sc Ir. Dra. Ardina Purbo, M.Sc Arif Wibowo, Dr. Lawin Bastian Tobing, M.Sc Novia Widyaningtyas, S.Hut, M.T Ir. Tri Widayati, M.For.Sc Radian Bagiyono, S.Hut, Dr.Syaiful Anwar, and M.Si Muhammad Farid, S.Hut. Perubahan Iklim, Perjanjian Paris dan Nationally Determined Contribution. Jakarta: Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2016. ditjenppi.menlhk.go.id.
Carter, W. N. (2008). Disaster Mitigation and Management. CRC Press. Sujarweni, Wiratna. (2014). Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Coppola, D. P. (2015). Introduction to International Disaster Management. Butterworth-Heinemann.
Mastrorillo, M., et al. (2016). "The role of local knowledge in disaster risk reduction: A systematic review." International Journal of Disaster Risk Reduction, 19, 1-12.
UNISDR (United Nations Office for Disaster Risk Reduction) (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030. United Nations.
Berkes, F. (2009). Evolution of Co-management: Role of Knowledge Generation, Bridging Organizations and Social Learning. In: Adaptive Co- 91 Management: Collaboration, Learning, and Multi-Level Governance.
Schraven, B., & van der Veen, A. (2018). "Disaster Risk Reduction: A Guide for Local Governments." International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies.
Faizah, U. (2020). Etika Lingkungan dan Aplikasinya dalam Pendidikan Menurut Perspektif Aksiologi, Filsafat Indonesia,3(1), pp. 14-22.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. (2018). Peta Geothermal Indonesia. Jakarta: KESDM.
Sembiring, H. (2020). Kearifan Lokal dalam Mitigasi Bencana di Daerah Rawan Vulkanik. Jurnal Penelitian Sosial dan Humaniora, 5(2), 123-135.
McGregor, D. A. (2005). Integrating Traditional and Scientific Knowledge in Natural Resource Management.
Berkes, F. (2009). Evolution of Co-management: Role of Knowledge Generation, Bridging Organizations and Social Learning.
Davis, M., & Slobodkin, L. (2004). Integrating Local Knowledge into Environmental Management: A Case Study from the Pacific Northwest.
Folke, C., et al. (2002). Resilience and Sustainable Development: Building Adaptive Capacity in a World of Transformations.
Rist, S., et al. (2013). The Role of Local Knowledge in Climate Change Adaptation.
Rozi. (2017). Kearifan Lokal Budaya Indonesia dalam Mitigasi Bencana.
Dewi, N., & Istiadi, E. (2016). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal.
Fatanti, R., Rahmiati, R., & Yustisia, Y. (2019). Kearifan Lokal sebagai Strategi Pengurangan Risiko Bencana.
Takari, F., Fadlin, A., & Alwi, M. (2017). Nandong Smong: Kearifan Lokal Masyarakat Simeulue dalam Mitigasi Tsunami.
As'ari, A., & Hendriawan, H. (2016). Hidrotermal sebagai Indikator Aktivitas Vulkanik.
Suparmini, Sriadi Setyawati, Dyah Respati Suryo Sumunar. (2021). Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Baduy. Universitas Negeri Yogyakarta.
Tierney, K. J., Lindell, M. K., & Perry, R. W. (2001). "Facing the Unexpected: Disaster Preparedness and Response in the United States." Hazards Research and Applications Information Center.
Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana.





