Soteriologi
Kata Kunci:
Soteriologi, Keselamatan, Iman, Anugerah, Yesus KristusAbstrak
Soteriologi merupakan cabang teologi Kristen yang membahas tentang keselamatan manusia dan karya Allah dalam membebaskan manusia dari dosa. Keselamatan dipahami sebagai inisiatif Allah yang dinyatakan melalui karya penebusan Yesus Kristus dan diterapkan oleh Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji soteriologi secara teologis dengan menyoroti pengertian, dasar biblis, perkembangan historis, serta implikasinya bagi kehidupan Kristen masa kini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap Alkitab dan literatur teologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa keselamatan bukan hanya berkaitan dengan status rohani manusia di hadapan Allah, tetapi juga mencakup pembaruan hidup secara personal, sosial, dan spiritual. Dengan demikian, soteriologi menjadi dasar penting bagi iman, etika, dan praksis kehidupan Kristen.
Unduhan
Referensi
Alkitab. (2015). Alkitab Terjemahan Baru. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.
Berkhof, L. (2011). Systematic theology. Grand Rapids, MI: Eerdmans.
Erickson, M. J. (2013). Christian theology (3rd ed.). Grand Rapids, MI: Baker Academic.
Gultom, R. A. T., & Marbun, R. C. (2024). Stripping the mangongkal holi and confirming the Holy Spirit: A contextual theological reflection from Batak Toba Christianity. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 80(1), Article 10020.
Gultom, R. A. T. (2018). Kemiskinan: Kajian teologis terhadap pemahaman orang Kristen. Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(1), 55–70.
Nainggolan, B. (2021). Keselamatan dalam perspektif teologi Paulus. Jurnal Teologi Cultivation, 5(2), 145–160.
Panjaitan, F. (2022). Soteriologi Kristen dan implikasinya bagi kehidupan orang percaya. Jurnal Teologi Stulos, 20(1), 45–60.
Sidjabat, B. S. (2020). Membangun pribadi unggul: Perspektif teologi Kristen. Yogyakarta: Andi Offset.
Simanjuntak, J. M. (2023). Anugerah dan iman dalam keselamatan menurut Perjanjian Baru. Jurnal Teologi Injili Indonesia, 7(1), 1–15





