Dinamika Pariwisata dan Ritual di Pura Uluwatu Bali
Kata Kunci:
Pariwisata Budaya, Pura Uluwatu, Sakralitas, Komodifikasi Budaya, Tri Hita KaranaAbstrak
Penelitian ini membahas hubungan antara kegiatan pariwisata dan praktik ritual di Pura Luhur Uluwatu, Bali, sebagai gambaran dari interaksi antara modernisasi dan upaya mempertahankan nilai-nilai spiritual masyarakat setempat. Pura Uluwatu, yang termasuk dalam kelompok Sad Kahyangan, saat ini berperan ganda sebagai tempat spiritual serta tujuan wisata internasional. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian literatur, penelitian ini meneliti berbagai sumber sekunder seperti jurnal, buku, dan dokumen resmi untuk menganalisis pengaruh sosial dan budaya dari pertumbuhan pariwisata terhadap kesakralan pura. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa lonjakan kegiatan wisata, khususnya melalui pertunjukan Tari Kecak dan aktivitas ekonomi di sekitar pura, telah mendorong proses komodifikasi budaya yang bisa mengaburkan perbatasan antara wilayah sakral dan dunia biasa. Meskipun begitu, masyarakat setempat tetap menunjukkan ketahanan budaya dengan menerapkan prinsip Tri Hita Karana dan sistem pengelolaan berbasis adat untuk mempertahankan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah, pengelola pura, dan komunitas adat dalam mewujudkan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan menghormati kesucian ruang budaya. Temuan ini diharapkan menjadi pedoman bagi pengembangan model pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal dengan harmoni antara aspek ekonomi, budaya, dan spiritualitas. Di samping itu, penelitian ini juga memberikan kontribusi teoritis dalam memahami kaitan antara komersialisasi dan pelestarian budaya di ruang yang dianggap suci. Hasil penelitian ini dapat berfungsi sebagai dasar untuk studi lebih lanjut terkait perubahan nilai-nilai spiritual masyarakat Bali di tengah fenomena globalisasi pariwisata.
Unduhan
Referensi
Adger, W. N. (2000). Social and ecological resilience: Are they related? Progress in Human Geography, 24(3), 347–364.
Apsari, N. M. (2023). “Negosiasi Sosial dalam Komodifikasi Budaya di Bali.” Jurnal Pariwisata Budaya 5, no. 2 (2023): 112–130.
Ardika, I. W. (2017). Warisan budaya dan pariwisata di Bali. Denpasar: Udayana University Press.
Bali Tourism Statistics. (2024). Annual tourism report 2024. Bali Provincial Tourism Office.Bali Government Tourism Office
Badung Tourism Office. (2017). Pura Uluwatu visitor report. Pemerintah Kabupaten Badung. Ketahui Lebih Banyak Destinasi dan Pariwisata Badung
Badung Tourism Revenue Report. (2022). Pendapatan pariwisata Kabupaten Badung tahun 2022. Pemerintah Kabupaten Badung.
Brata, I. P. (2020). Pelestarian warisan budaya dalam pengembangan pariwisata Bali. Jurnal Kajian Budaya Nusantara.
Butler, Richard W. “Sustainable Tourism: A State-of-the-Art Review.” Tourism Geographies 1, no. 1 (1999): 7–25.
Cohen, E. (1988). Authenticity and commoditization in tourism. Annals of Tourism Research, 15(3), 371–386
Cole, S., & Razak, R. A. (2015). Tourism governance and local power relations. Journal of Sustainable Tourism, 23(2), 1–18.
Dewi, N. L. (2020). Cultural tourism and sustainable development in Bali. Jakarta: Gramedia.
DLHK Badung. (2023). Laporan pengelolaan sampah kawasan wisata Kabupaten Badung 2019–2023. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Badung.
Dinas Pariwisata Provinsi Bali. (2021). Statistik pariwisata Bali 2021. Denpasar.
Firdaus, A. (2024, April 22). Pura Uluwatu tempat suci di tepi tebing Yang Megah di Bali. kumparan. https://kumparan.com/m-azka/pura-uluwatu-tempat-suci-di-tepi-tebing-yang-megah-di-bali-22amuZx8UQc
Greenwood, D. J. (1977). Culture by the pound: An anthropological perspective on tourism as cultural commodification. In V. Smith (Ed.), Hosts and Guests: The Anthropology of Tourism (pp. 129–138). University of Pennsylvania Press,1989.
Hall, C. Michael (2011). Tourism Planning: Policies, Processes and Relationships. 2nd ed. Harlow: Pearson Education, 2011.
Hidajat, R., Hasyimi, M. ’Afaf, Yanuartuti, S., & Jamnongsarn, S. (2023). Dari ritual ke seni pertunjukan pada kecak Ramayana di Uluwatu Bali. JADECS (Journal of Art, Design, Art Education & Cultural Studies), 8(1), 68. https://doi.org/10.17977/um037v8i12023p68-77
Ni Luh Dewi. (2020). Cultural tourism and sustainable development in Bali. Jurnal Pariwisata dan Kebudayaan
Permana, I. W., & Dewi, N. L. (2024). Peranan masyarakat dalam pelestarian budaya Bali. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan.
Picard, M. (2011). Bali: Pariwisata budaya dan budaya pariwisata. Kepustakaan Populer Gramedia.
Pitana, I. G. (2019). Pariwisata budaya Bali di tengah tantangan globalisasi. Jurnal Kajian Bali, 9(1), 1–16.
Pradini, G., et al. (2023). Perkembangan objek wisata Pura Uluwatu Bali. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(19), 885–889.
Pradini, N. L. P., Sudiana, I. K., & Wiguna, K. A. (2023). Kontribusi ekonomi pertunjukan tari Kecak terhadap pemeliharaan pura di Bali. Jurnal Sosial dan Humaniora, 12(1), 45–59.
Pujaastawa, I. G. M., & Sudana, I. M. (2022). Implementasi Tri Hita Karana dalam pengelolaan destinasi wisata Bali. Jurnal Manajemen Pariwisata, 10(1), 33–50.
Pura Uluwatu: Senja, Kecak, Dan Keagungan di selatan Bali. Indonesia Kaya. (2025, May 10). https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/pura-uluwatu-senja-kecak-dan-keagungan-di-selatan-bali/
Rengkung, R., et al. (2018). Analisis perkembangan kunjungan wisatawan ke destinasi budaya di Bali periode 2003–2015. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 12(1), 45–60
Sudiarta, I. N. (2020). Sakralitas dan komersialisasi dalam pariwisata Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Budaya, 5(2), 45–58.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Uluwatu Temple. (n.d.). Uluwatu Temple. https://uluwatutemple.id/uluwatu-temple
Wirawan, I. M. (2018). Keseimbangan ekonomi dan budaya dalam pengembangan pariwisata Bali. Jurnal Sosial Humaniora, 12(3), 205–219.
Yastari, I. G. (2024). Kajian sosial budaya di kawasan Pura Uluwatu. Prosiding Seminar Kebudayaan Bali.
Zed, M. (2014). Metode penelitian kepustakaan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia





