Pengembangan PAK untuk Menolong Dewasa Awal Menghadapi Tantangan Kehidupan Modern

Penulis

  • Yosi Gloria Lingga Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Penulis
  • Debora Maria Sihite Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Penulis
  • Clesi Yade Oktari Damanik Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Penulis

Kata Kunci:

Pendidikan Agama Kristen Dewasa, Dewasa Awal, Quarter-Life Crisis, Strategi Pembelajaran, Tantangan Kehidupan Modern, Karakteristik Dewasa Awal

Abstrak

Dewasa awal adalah masa ketika seseorang mulai mencari jati diri, menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungan, dan memikul tanggung jawab baru dalam keluarga, pekerjaan, serta hubungan sosial. Pada tahap ini, banyak orang merasa tertekan dan rentan mengalami quarter-life crisis, yaitu keadaan ketika seseorang merasa bingung, cemas, dan tidak yakin dengan arah hidupnya. Krisis ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tuntutan untuk sukses dalam karier, masalah keuangan, perbandingan dengan pencapaian orang lain, hubungan yang tidak stabil, serta konflik antara keinginan diri dan harapan lingkungan. Karena itu, dukungan yang tepat sangat dibutuhkan, salah satunya melalui Pendidikan Agama Kristen (PAK) untuk orang dewasa. PAK dewasa merupakan proses pembelajaran iman yang disesuaikan dengan pengalaman, kebutuhan, dan perkembangan rohani orang dewasa. Pendidikan ini memiliki peran penting dalam membantu dewasa awal menghadapi tekanan hidup modern. Ciri-ciri dewasa awal seperti kebutuhan untuk mandiri, menyukai pemecahan masalah, serta belajar dari pengalaman pribadi menuntut metode pembelajaran yang relevan. Oleh sebab itu, strategi PAK dewasa yang efektif meliputi pembelajaran berbasis pengalaman, refleksi pribadi, diskusi kelompok, dukungan komunitas, dan penerapan ajaran Alkitab dalam situasi kehidupan sehari-hari. Melalui pendekatan tersebut, PAK dewasa mampu membantu peserta memahami pengalaman hidup melalui sudut pandang iman, mengatasi pergumulan batin akibat quarter-life crisis, dan memperkuat pertumbuhan spiritual mereka. PAK dewasa juga memberikan arahan praktis agar dewasa awal dapat menghadapi tekanan hidup dengan lebih kuat secara rohani, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta mampu membuat keputusan yang bijaksana. Oleh karena itu, pengembangan PAK dewasa menjadi langkah penting untuk menolong dewasa awal menjalani hidup secara positif dan sesuai dengan nilai-nilai Kristiani.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Andrias Pujiono and Andrikho Andrikho, “Peranan PAK Dewasa Dalam Menumbuhkan Kesadaran Spiritualitas Dewasa Madya Untuk Menghadapi Krisis Di Masa Dewasa Lanjut,” Jurnal Teologi Injili 2, no. 2 (December 2022): 139–150.

B. S. Sidjabat, Mengajar Secara Profesional (Bandung: Kalam Hidup, 2017), 128.

Daniel Fajar Dwiraharjo, Pendidikan Agama Kristen dalam Perspektif Kontemporer (Yogyakarta: ANDI, 2020), 45.

E Nendissa, “Pentingnya Partisipasi Pemuda Dalam Pembangunan Jemaat: Studi Kasus Pada Gereja Masehi Injili Minahasa Syaloom, Karombasan,” Kharismata: Jurnal Teologi Pantekosta 5, no. 1 (2022): 66–80.

Esther, Ribka, Yopi Baleona, Anatje Ivone, and Sherly Lumantow, ‘Pendidikan Agama Kristen Dewasa : Tantangan , Strategi , Dan Implikasi Bagi Pengembangan Spiritualitas Dalam Konteks Sosial-Budaya Modern’, 5.1 (2025), 38–56

Fitriyani Rahman Rahman, “Realisasi Iman Dalam Kehidupan Sosial,” November 28, 2020, https://osf.io/hcpkd.

Irwan Muhammad Ridwan, “Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Pengalaman Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa,” Journal of Teaching and Learning Physics 4, no. 1 (September 2019): 21–27.

James R. Estep, Michael J. Anthony, and Gregg R. Allison, A Theology for Christian Education (Nashville: B&H Publishing, 2012), 73.

Julio Nendissa, “Peran Kitab Keagamaan Terhadap Perkembangan Iman Pemuda Gereja Dalam Pendidikan Kristen,” DIDASKALIA: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 2, no. 2 (2021): 44–55.

Malcolm Knowles, The Adult Learner: The Definitive Classic in Adult Education and Human Resource Development (New York: Routledge, 2014), 32.

Nur Wahyuning Sulistyowati, “Implementasi Small Group Discussion Dan Collaborative Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Ikip Pgri Madiun,” Assets: Jurnal Akuntansi dan Pendidikan 5, no. 2 (April 26, 2017): 173–190, https://ejournal.unipma.ac.id/index.php/assets/article/view/1197.

Rina Wahyuni, “Refleksi: Pendekatan Untuk Meningkatkan Profesional Dalam Praktik Mengajar,” Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat 1, no. 1 (November 13, 2020): 185–192, https://jurnal.saburai.id/index.php/PSN/article/view/822.

Rooke Auxier and Monica Anderson, “Penggunaan Media Sosial Pada Tahun 2021,” Penggunaan Media Sosial Pada Tahun 2021, last modified 2021, accessed May 22, 2025, https://www.pewresearch.org/internet/2021/04/07/social-media-use-in-2021/.

Sulang, Martinus, Kezia A Oni Eki, and Sandra R Tapilaha, ‘PAK Dan Pemuda : Menjawab Tantangan Generasi Milenial’, 2.2 (2024

Tapilaha, Sandra Rosiana, Sekolah Tinggi, Teologi Injili, and Arastamar Setia, ‘Memahami Landasan Teologis Dalam Pendidikan Agama Kristen’, 2.2 (2024)

Walter R. Borg and Meredith D. Gall, Educational Research: An Introduction (New York: Longman, 1983), 772.

Yafet Sapan Salombe, Yosafat Gratia Prasetyo, and Ronald Aulu, “The Doctrine of the Holy Spirit in the Confession of the Toraja Church and Its Implementation for the People of the Toraja Church Leppan Congregation,” Proskuneo: Journal of Theology 1, no. 2 (March 2025): 81–93.

Diterbitkan

2025-12-12

Cara Mengutip

Pengembangan PAK untuk Menolong Dewasa Awal Menghadapi Tantangan Kehidupan Modern. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(04). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1460