Pengaruh Peningkatan Kapasitas Aerobik Melalui Model Latihan Endurance Pada Atlet
Kata Kunci:
Kapasitas Aerobik, Latihan Endurance, VO₂Max, Adaptasi Fisiologis, AtletAbstrak
Kapasitas aerobik merupakan komponen fundamental dalam performa atletik yang berhubungan dengan kemampuan tubuh memanfaatkan oksigen selama aktivitas fisik berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model latihan endurance terhadap peningkatan kapasitas aerobik dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai penelitian terdahulu yang membahas efektivitas latihan endurance, termasuk interval training, fartlek, high-intensity interval training (HIIT), serta kombinasi metode latihan daya tahan lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh model latihan endurance memberikan peningkatan signifikan terhadap kapasitas aerobik, dengan kisaran peningkatan 8–15% tergantung intensitas, durasi, serta kondisi dasar atlet. Latihan intensitas tinggi seperti HIIT memiliki respons adaptasi lebih cepat, sementara kombinasi metode endurance memberikan hasil peningkatan paling optimal karena variasi stimulus fisiologis. Penelitian juga menegaskan bahwa peningkatan kapasitas aerobik tidak hanya relevan bagi cabang olahraga berbasis daya tahan, tetapi juga cabang olahraga keterampilan yang membutuhkan stabilitas fisik. Temuan ini menegaskan bahwa latihan endurance merupakan bagian penting dari program pembinaan atlet, sehingga perlu dirancang secara sistematis, progresif, dan sesuai kebutuhan performa.
Unduhan
Referensi
Atradinal, A. (2018). Pengaruh model latihan fartlek terhadap daya tahan aerobik atlet sekolah sepakbola PSTS Tabing. Sporta Saintika, 3(1), 432–441.
Dwitama, M. R., & Wibowo, A. T. (2022). Pengaruh kombinasi metode latihan daya tahan (interval training, fartlek, latihan lari jarak jauh) terhadap peningkatan daya tahan atlet atletik nomor lari 1500 meter pada Klub Atletik Yefta dan Helda di Kota Cilegon. Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training), 6(2), 45–52.
Hutajulu, P. T. (2016). Pengaruh latihan high interval intensity training dalam meningkatkan nilai volume oksigen maksimum atlet sepakbola junior (U- 18). Jurnal Penjakora, 3(1), 1–10.
Mubarok, M. Z., & Kharisma, Y. (2021). Perbandingan metode latihan interval ekstensif dan intensif terhadap peningkatan daya tahan aerobik. Physical Activity Journal (PAJU), 3(1), 77–90.
Mubarok, M. Z., & Kharisma, Y. (2022). Pengaruh metode latihan interval terhadap peningkatan daya tahan aerobik (VO₂Max). Biormatika: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, 8(1), 128–136.
Prana, I. K. W. A., Adiatmika, I. P. G., Bagus, T. G., Mahadewa, I., Tirtayasa, K., & Griadhi, I. P. A. (n.d.). High intensity interval training lebih meningkatkan kapasitas aerobik daripada low intensity steady state pada atlet karate Dojo Campuhan Asri di Denpasar. Sport and Fitness Journal.
Prakoso, G. P. W., & Sugiyanto, F. (2017). Pengaruh metode latihan dan daya tahan otot tungkai terhadap hasil peningkatan kapasitas VO₂Max pemain bola basket. Jurnal Keolahragaan, 5(2), 151–160.
Surohmat, S., & Yudi, A. A. (2020). Pengaruh latihan six-week priodezation model terhadap daya tahan aerobik pemain sepak bola SMAN 4 Sumbar. Jurnal Performa Olahraga, 5(1), 84–91.
Umar, U., & Fadillah, N. (2019). Pengaruh latihan daya tahan aerobik terhadap kemampuan menembak. Jurnal Performa Olahraga, 4(2), 92–100.
Warni, H., Arifin, R., & Bastian, R. A. (2017). Pengaruh latihan daya tahan (endurance) terhadap peningkatan VO₂Max pemain sepakbola. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani dan Olahraga, 16 (2).





