Analisis Konstruksi Sosial Hashtag #BoikotTranscorp oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia atas Pemberitaan Pondok Pesantren Lirboyo
Kata Kunci:
Konstruksi Sosial, Trans7, PMII, #boikotTrans7Abstrak
Penelitian ini ingin melihat konstruksi sosial Gerakan #boikotTranscrop atas pemberitaan pondok pesantren lirboryo dengan menggunakan analisis Berger. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan jenis kualitati deskriptif dengan studi kepustkaan. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan gerakan #boikottrans7 adalah hasil resistemsi atas konstruksi sosial utama pada pemberitaan konten Xpose Uncensored: Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok? trans7yang di inisiasi oleh pmii membawa proses sosial secara simultan melalui eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Pada tahap eksternalisasi, media menampilkan tiga bingkai utama: (1) tradisi minum susu sambil jongkok sebagai praktik irasional; (2) representasi kiayi sebagai figur yang memperoleh keuntungan dari pemberian amplop santri; serta (3) relasi kuasa pesantren yang digambarkan feodal dan eksploitatif. Narasi ini kemudian mengalami objektivasi ketika konten menyebar ke media sosial dan diterima sebagai pengetahuan kolektif masyarakat digital. Namun, pada tahap internalisasi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menolak konstruksi tersebut karena tidak sesuai dengan pengalaman internal dan nilai-nilai pesantren. Resistensi ini ditunjukkan melalui surat instruksi, aksi demonstrasi, kampanye #boikotTransCorp, serta pelaporan ke Dewan Pers. Respons balik Trans7 berupa permohonan maaf, pemutusan kerja sama dengan rumah produksi, dan kunjungan ke pesantren menegaskan bahwa konstruksi realitas media bersifat dinamis, dapat diperdebatkan, ditolak, dan dinegosiasikan ulang. Temuan ini menunjukkan bahwa media merupakan arena pertarungan makna, di mana publik berperan aktif dalam memengaruhi dan mengoreksi konstruksi media.
Unduhan
Referensi
@warna_warni. (2025). Tayangan video ulang Xpose Uncersored Trans7. https://www.tiktok.com/@warna_warni_/video/7563357672385285394
Berger, P. L., & Luckmann, T. (1966). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Anchor Books (Doubleday).
Bungin, M. B. (2015). Konstruksi Sosial Media Massa. PRENADAMEDIA GROUP. Chomairha, V. W., Prabandari, R. D., Fudholi, M. I., & Nisa, P. K. (2024). Kontruksi Sosial
Terhadap Fenomena Remaja Berhijab Di Media Sosial Tiktok. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora Dan Seni, 2(4), 378–384. https://doi.org/10.62379/jishs.v2i4.1700
Elmasdito, F. (2025). PB PMII Kecam Trans7, Instruksikan Gerakan Nasional Boikot Tayangan yang Dinilai Lecehkan Pesantren. Rakyatbengkulu.Com.
Fahraini, N., & Almaliki, M. S. (2023). Pesantren dan reproduksi tradisi keilmuan Islam di Indonesia. Jurnal Pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 144–160.
Khatibah, K. (2014). Komunikasi Pustakawan. Jurnal Iqra’, 08 No.01. Nazir, M. (1988). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia.
Pmiiofficial. (2025). Surat Intruksi PB PMII. Instagram. https://www.instagram.com/p/DPzDb7- AQpb/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Wahyuni, A. I. (2024). Konstruksi Sosial Identitas Gender dalam Masyarakat: Studi Kasus Pengaruh Medai Sosial Terhadap Perspektif Gender di Kalangan Remaja. Journal of Community Development (JCD), 3(3), 38–44. https://journal.nabest.id/index.php/jcd/index
Yusuf, A., & Fauzi, I. (2020). Media dan Konstruksi Sosial Realitas. 3(1), 29–42. https://doi.org/10.54801/jisscdiksi.v3i01.259





