Persepsi Akademisi terhadap Inovasi “Green Sukuk” pada Arus Modal Asing di Indonesia
Kata Kunci:
Green Sukuk, Arus Modal Asing, Keuangan Berkelanjutan, Keuangan Syariah, Investasi ESGAbstrak
Penelitian ini mengeksplorasi persepsi akademisi terhadap inovasi Green Sukuk dan relevansinya dalam menarik arus modal asing ke Indonesia. Green Sukuk dipromosikan pemerintah sebagai instrumen pembiayaan berkelanjutan berbasis syariah yang mampu mendukung proyek ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor global. Namun, kajian akademik mengenai efektivitas dan legitimasi instrumen ini masih terbatas. Melalui pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap akademisi di bidang bisnis dan hubungan internasional, penelitian ini menemukan bahwa Green Sukuk dipandang sebagai terobosan strategis yang dapat memperkuat reputasi Indonesia dan memperluas akses pembiayaan hijau. Meski demikian, para akademisi menekankan bahwa keputusan investor asing tetap didorong oleh faktor fundamental seperti stabilitas politik, tata kelola yang baik, dan potensi keuntungan, bukan semata oleh label “green” maupun “syariah”. Temuan lain menunjukkan adanya tantangan berupa literasi publik yang rendah, kapasitas SDM yang terbatas, serta risiko struktural terkait ketergantungan ekonomi pada sektor yang tidak ramah lingkungan. Secara keseluruhan, Green Sukuk memiliki potensi signifikan sebagai instrumen penarik modal asing sekaligus pendorong pembangunan berkelanjutan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, transparansi pengelolaan proyek, dan penerapan prinsip hijau serta syariah secara autentik.
Unduhan
Referensi
Adzimatinur, F., Olii, & Japal, D. F. T. (2024). The Evolution of Green Sukuk in Indonesia. International Journal of Sustainable Finance.
Baita, A., & Suleiman, H. (2021). The role of academic perspectives in evaluating Islamic finance instruments. Journal of Islamic Finance and Business Research, 6(3), 45-59.
Bank Indonesia. (2025). Laporan Arus Modal Asing keluar pada November 2025. Jakarta. Bank Indonesia.
BNPB. (2023). Data Informasi Bencana Indonesia. Jakarta. BNPB.
Fahlevi, M. F. (2024). Analisis Tantantangn dan Peluang Perkembangan Green Sukuk di Indonesia. Jounal of Syntax Literate, 9(10). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v9i10.16847
Fitria Widiyani Roosinda, N. S. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Zahir Publishing.
Kementerian Pertanian (Kementan). (2020). Dampak Perubahan Iklim terhadap Ketahanan Pangan. Jakarta. Kementan.
Kurnia, F., & Suwita, L. (2024). Analisis Peran Dan Kontribusi Green Sukuk Terhadap Implementasi Sustainable Development Goals (SDG'S) di Indonesia. Jurnal Menara Ekonomi: Penelitian dan Kajian Ilmiah Bidang Ekonomi, 10(2), 118-125. https://doi.org/10.31869/me.v10i2.5319
LIPI. (2020). Kajian Dampak Perubahan Iklim Ekosistem Laut Indonesia. Jakarta. LIPI.
Maharani, S. (2018). Analisis Hubungan Resiliensi Matematik Terhadap Masalah Siswa pada Materi Lingkaran. Jurnal Pembelajaran Matematika Inovatif , 1 (5), 819-826. https://doi.org/10.22460/jpmi.v1i5.p819-826
Mauliyah, N. I., Hasanah, H., & Hasanah, M. (2023). Potensi pengembangan green sukuk dan aspek hukum di indonesia. Ekonomica Sharia: Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Ekonomi Syariah, 8(2), 221-234. https://doi.org/10.36908/esha.v8i2.701
N Qur'an. (2025). Green Sukuk: Instrumen pembiayaan sektor hijau untuk mendukung pembangunan berkelanjutan tahun 2018 - 2023. Bisnis Net: Jurnal Ekonomi dan Bisni, 8(1), 464-476. https://doi.org/10.46576/bn.v8i1.5695
Pujiantoro, A. S. G. (2021). Peluang dan tantangan green sukuk di Indonesia. Diponegoro Journal of Islamic Economics and Business, 1(4), 213-223. https://doi.org/10.14710/djieb.20242
Sisdianto, E. (2024). The Role of Green Sukuk in Post-Pandemic Economic Recovery in Indonesia. KnE Social Sciences.
World Bank Treasury. (2022). Sovereign green, social and sustainability bonds: Unlocking the potential for emerging markets and developing economies.





