Tradisi Perang Obor Dari Ritual Syukur Menjadi Destinasi Wisata Budaya Di Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara
Kata Kunci:
Perang Obor, Tradisi, Budaya, Desa Tegalsambi, Pelestarian Budaya, PariwisataAbstrak
Perang Obor di Desa Tegalsambi, Jepara, merupakan tradisi budaya yang memiliki nilai spiritual dan simbolis tinggi, dilaksanakan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen. Berakar pada abad ke-16, tradisi ini berkaitan dengan tokoh Mbah Kyai Babadan dan Ki Gemblong, yang hingga kini diwariskan secara turun-temurun. Prosesi Perang Obor mencakup pembuatan obor, pemotongan hewan kurban, pertunjukan wayang kulit, hingga puncak acara berupa perang obor pada malam hari. Selain berfungsi sebagai ritual keagamaan dan budaya, kegiatan ini memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan studi literatur untuk mengeksplorasi pelaksanaan tradisi, simbolisme dalam sesaji, dan peran masyarakat dalam melestarikannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perang Obor tidak hanya menjadi sarana pelestarian warisan budaya, tetapi juga memperkuat identitas kolektif dan kebersamaan masyarakat Desa Tegalsambi. Namun, tradisi ini menghadapi tantangan signifikan dari pengaruh globalisasi dan perubahan nilai-nilai generasi muda. Komitmen masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlangsungan tradisi ini di tengah arus perubahan. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata, sekaligus mengusulkan strategi adaptasi agar tradisi seperti Perang Obor tetap relevan dan berkelanjutan di masa mendatang. Tradisi ini tidak hanya melibatkan elemen budaya, tetapi juga menjadi simbol ketahanan masyarakat lokal terhadap tantangan zaman.
Unduhan
Referensi
Amaliyah, E. I. (2018). Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Perang Obor di Tegalsambi-Jepara sebagai Karakteristik Islam Nusantara. Jurnal Lektur Keagamaan, 16(2), 395–416. https://doi.org/10.31291/jlk.v16i2.552
Amaliyah, E. I. (2019). Tradisi Perang Obor di Tegalsambi Jepara: Kajian Maqasid Al-Shariah. Journal of Islamic Studies and Humanities, 4(2), 246–261.
Aristanto, Z. (2011). PERANG OBOR Upacara Tradisi di Tegal Sambi, Tahunan, Jepara. Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan, 6(1), 88. https://doi.org/10.14710/sabda.v6i1.13309
Asrulla, A., Rosadi, K. I., Jeka, F., Saksitha, D. A., & Wahyuni, D. (2025). KONTRIBUSI ASPEK SOSIAL DAN BUDAYA DALAM APLIKASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN NASIONAL INDONESIA. Jurnal JIPDAS (Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar), 5(1), 404–423. https://doi.org/10.37081/jipdas.v5i1.2579
Haryanto, J. T. (2022). MODERASI BERAGAMA PADA TRADISI PERANG CENTONG DALAM PROSESI PERNIKAHAN DI KABUPATEN BREBES JAWA TENGAH. Harmoni, 21(1), 25–44. https://doi.org/10.32488/harmoni.v21i1.585
Hermawan, H. (2021). Pendampingan Desa Wisata Garongan: Program Kerjasama Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Jurnal Abdimas Pariwisata, 2(1), 33–52. https://doi.org/10.36276/jap.v2i1.26
Herzani, A. P. (2021). PERAN PEMERINTAH DALAM MENGINVENTARISASI EKSPRESI BUDAYA TRADISIONAL INDONESIA. Jurnal Hukum & Pembangunan, 50(4), 954. https://doi.org/10.21143/jhp.vol50.no4.2865
Koentjaraningrat. (2018). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
Kiswanto, Wakil RT 05, Wawancara (TegalSambi, 08 SNovember 2025. Pukul 10.00 WIB)
Nahar, A. N., Awwaliyah, A. N., Damayanti, L., & Nur, D. M. M. (2024). Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Colo Kudus. 1(4).
Noor Fitrian, A., & Septiyani, W. (2021). MENGKAJI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PERANG OBOR TERHADAP SEMANGAT NASIONALISME. Jurnal Paris Langkis, 1(2), 1–12. https://doi.org/10.37304/paris.v1i2.2500





