Tradisi Guyang Cekathak (Prosesi Meminta Hujan) di Lereng Gunung Muria, Desa Colo Kecamatan Dawe

Penulis

  • Aprilia Eka Lestari Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Alfiana Rohimah Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Susi Elientiya Nur Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Firda Kholisatun Ilmiah Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Dany Miftah M. Nur Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis

Kata Kunci:

Guyang Cekathak, Tradisi, Sunan Muria

Abstrak

Tradisi guyang cekathak atau pelana kuda adalah salah satu peninggalan Sunan Muria yang terbuat dari kayu dan kulit binatang yang dipercaya oleh masyarakat sekitar masih menyimpan daya magis. Tradisi ini dilakukan dengan cara memandikan cekathak (pelana kuda) tersebut yang bertujuan untuk ikhtiar memanggil hujan kepada Allah SWT. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual, makna yang terkandung di dalamnya, serta pandangan masyarakat sekitar desa Colo kecamatan Dawe tentang tradisi tersebut. Penelitian menggunakan studi penelitian deskriptif dengan metode penelitan kualitatif dengan sumber data primer yaitu wawancara dengan Kepala Desa Dawe. Sumber data sekunder diperoleh dari dokumentasi, internet, dan Selain itu didukung dengan jurnal-jurnal sebagai referensi penelitian. Hasil dari penelitian ini mendeskripsikan prosesi guyang cekathak yang ada di Desa colo Kecamatan dawe Kabupaten kudus.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdul Rahman, Muhammad Syukur, Rifal. (Juni, 2020). "PELESTARIAN LINGKUNGAN MELALUI PARTISIPASI PETANI DALAM PEMBENTUKAN RUANG PUBLIK DI DESA BULUTELLUE. " SOSIAL HORIZON: Jurnal Pendidikan Sosial, Vol. 7, No. 1. (https://sg.docworkspace.com/d/sIJmI6aW1AdvK47oG?sa=601.1123)

Diem, A. F. (2012). "Sebuah Kajian: Kearifan Lokal dalam Arsitektur Tradisional Palembang." WISDOM OF THE LOCALITY, Berkala Teknik Vol.2 No.4, (https://sg.docworkspace.com/d/sIHGI6aW1AebG47oG?sa=601.1123)

Djuned, Muslim(2016). "PERLINDUNGAN DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP MENURUTPERSPEKTIFAL-QUR’AN" (https://sg.docworkspace.com/d/sIP2I6aW1AcPI47oG?sa=601.1123)

Hidayah, Nurul (2015). Analisis Kebudayaan Guyang Cekathak Sunan Muria. Makalah untuk Memenuhi Tugas pada Mata Kuliah Metode Penelitian Kebudayaan, Universitas Diponegoro, Semarang.

Muzakki, Moh Agus, Farah Azzahrawani, Naila Salsabila Maulana, Alfi Hidayah, Dany Miftah M Nur, Institut Agama, and Islam Negeri. “Tradisi Guyang Cekathak Sebagai Wujud Pelestarian Alam Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Colo Kabupaten Kudus” 10, no. 1 (2024).

“Sunan Muria - Wikipedia Bahasa Indonesia,” n.d. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sunan_Muria.

Sunyoto, Agus. Atlas Walisongo: Buku Pertama Yang Mengungkap Walisongo Sebagai Fakta Sejarah, 2017.

Syahroni, Muhammad Irfan. “Prosedur Penelitian” 2, no. 3 (2022): 43–56.

“Tradisi Dan Inovasi,” n.d. http://repository.uinsu.ac.id/19071/2/BAB I.pdf.

Yuliana, Meli. “Ulama Intelektual Abad 15-16 M.” Journal of Indonesian History 11, no. 1 (2023): 10–17. https://doi.org/10.15294/jih.v11i1.65343.

Diterbitkan

2025-11-25

Cara Mengutip

Tradisi Guyang Cekathak (Prosesi Meminta Hujan) di Lereng Gunung Muria, Desa Colo Kecamatan Dawe. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(03), 2840-2849. https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1288