Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Tradisi Kirab Budaya Ki Ageng Suryono Suryadi bagi Generasi Muda di Dukuh Bancak
Kata Kunci:
Kirab Budaya, Ilmu Pendidikan Sosial, Pendidikan KarakterAbstrak
Kirab Budaya Ki Ageng Suyono di Dukuh Payaman merupakan salah satu bentuk pelestarian kearifan lokal yang sarat makna. Kajian ini berupaya menguraikan rangkaian acara kirab sebagai bentuk penghargaan kepada pendahulu, sekaligus mengkaji muatan nilai-nilai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan pembentukan karakter di dalamnya. Pendekatan penelitian menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dialog mendalam bersama pelaku adat dan warga, serta telaah referensi dari berbagai pustaka relevan. Temuan studi mengungkapkan bahwa rangkaian kirab tidak sekadar bernuansa religius, melainkan juga berfungsi sebagai wahana pemersatu komunitas dan penumbuh rasa bangga terhadap jati diri budaya. Dalam sudut pandang IPS, tradisi ini menggambarkan pola interaksi kemasyarakatan, kelembagaan sosial, dan pelestarian budaya dalam konteks ruang geografis. Prosesi budaya ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai kemasyarakatan dan kearifan setempat diwariskan melalui aktivitas kebudayaan. Di sisi lain, dalam tinjauan pendidikan karakter, ritual ini memiliki peran strategis dalam menumbuhkan sikap peduli sesama, rasa tanggung jawab, nilai-nilai ketuhanan, dan semangat kebangsaan. Keterlibatan generasi muda dalam setiap tahapan kirab menjadi sarana pembelajaran untuk menghormati jasa pendiri komunitas dan menjaga kelestarian budaya. Simpulan penelitian menegaskan bahwa Kirab Budaya Ki Ageng Suyono berfungsi sebagai media internalisasi nilai-nilai IPS dan pendidikan karakter, sekaligus menjadi bukti keberlangsungan tradisi lokal di era kontemporer.
Unduhan
Referensi
Asikin, A. Z. (2004). Pengantar metode penelitian hukum. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ashofa, Burhan. Metode penelitian hukum. (Jakarta: Rineka Cipta, 2001), hlm. 9.
Emzir, Metodologi penelitian kualitatif analisis data. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2010), hlm.23.
Mistavakia Sirait, D., & Hidayat, D. (2015). Pola Komunisasi pada prosesi Magulosi dalam Pernikahan budaya Adat Batak Toba. Jurnal Ilmu Komunikasi.
Sukmawati, A. (2024). INTERNALISASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL UPACARA ADAT GREBEG SONGO-SONGO DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI KABUPATEN TRENGGALEK.
Susanto, D., Rosidah, A., Setyowati, D. N., & Wijaya, G. S. (2021). Tradisi Keagamaan Sebagai Bentuk Pelestarian Budaya Masyarakat Jawa Pada Masa Pandemi. SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya, 2(2), 107–118. https://doi.org/10.15642/suluk.2020.2.2.107-118
Tripayana, I. N. A., Mufidah, N., Handayani, N., & Basyariah, B. (2021). INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA TRADISI MAGIBUNG. Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 10(1). https://doi.org/10.24235/edueksos.v10i1.7586
Wawancara dengan Mbah Sunarto. 2 November 2025 di samping makam Ki Ageng Suryono Suryadi.





