Pelaksanaan Tradisi Guyang Cekathak di Sendang Rejoso dan Relevansinya terhadap Integrasi Nilai-Nilai IPS Berbasis Kearifan Lokal

Penulis

  • Eva Naila Ifada Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Evi Noryanti Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Dina Muslimah Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Elisa Noor Khofifah Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Nabila Fasya Nor Arifa Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Dany Miftah M. Nur Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis

Kata Kunci:

Gunung Muria, Guyang Cekathak, Kearifan Lokal, Nilai IPS, Sendang Rejoso

Abstrak

Tradisi Guyang Cekathak merupakan praktik budaya masyarakat Colo yang dilakukan di Sendang Rejoso sebagai bentuk penghormatan kepada Sunan Muria sekaligus upaya menjaga keberlanjutan sumber air. Tradisi ini memperlihatkan fakta sosial berupa keterlibatan lintas generasi, solidaritas warga, serta perannya dalam aktivitas ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Guyang Cekathak dan mengidentifikasi nilai-nilai IPS berbasis kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan wawancara mendalam, dengan objek tradisi Guyang Cekathak. Instrumen pengumpulan data berupa lembar observasi dan pedoman wawancara, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi berlangsung melalui tahap persiapan, kirab dan pembasuhan cekathak, serta bancaan sebagai simbol syukur dan kebersamaan. Nilai-nilai IPS yang muncul meliputi gotong royong, identitas budaya, kegiatan ekonomi lokal, kearifan lingkungan, dan penghormatan terhadap sejarah Sunan Muria. Tradisi ini berpotensi menjadi sumber pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian ini masih terbatas pada rentang observasi singkat dan informan terbatas; riset berikutnya perlu melibatkan lebih banyak generasi muda serta mengembangkan model pembelajaran yang aplikatif.

 

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abd Hadi, Asrori, R. (2021). Penelitian Kualitatif Studi Fenomenologi, Case Study, Grounded Theory, Etnografi, Biografi (p. 47). https://books.google.co.id/books?id=MtKREAAAQBAJ&pg=PA47&dq=Sugiyono,+‘Memahami+Penelitian+Kualitatif.&hl=id&newbks=1&newbks_redir=0&source=gb_mobile_search&sa=X&ved=2ahUKEwiKl8K2jeiQAxUf1TgGHcf9M2wQ6AF6BAgLEAM#v=onepage&q=Sugiyono%2C ‘Memahami Penelitian Kualitatif.&f=false

Andaresta, M. R. (2025). Peran IPS Dalam Membentuk Kepedulian Sosial Siswa Sejak Dini. 1, 64–77. https://jurnal.yayasanmeisyarainsanmadani.com/index.php/intelektual/article/view/245

Ansori, D. A. dan M. (2024). Tradisi Mayoran Sebagai Instrumen Penting Dalam Membangun Kohevisitas Sosial Masyarakat Desa Kalipang. TANDA: Jurnal Kajian Budaya, Bahasa Dan Sastra, 04(04), 13–23. https://doi.org/https://doi.org/10.69957/tanda.v4i04.1761

Asnawi, H. (2025). Tradisi Guyang Cekathak Warisan Sunan Muria Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda. https://muria.suaramerdeka.com/muria-raya/0716071260/tradisi-guyang-cekathak-warisan-sunan-muria-resmi-jadi-warisan-budaya-tak-benda

Dany Miftah Muhammad Nur, A. A. Z. (2024). Environmental conservation efforts for disaster mitigation based on local wisdom in Colo Dawe. 11(2), 153. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/jipsindo.v11i2.73241

Kusumaningrum, S. D., Utami, W. S., & Ayu, D. (2025). Nilai-Nilai Kearifan Lokal Pada Tradisi Upacara Kasada Sebagai Sumber Pembelajaran IPS. 5(3), 1–12. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/PENIPS/index%0ANilai-Nilai

Muzakki, M. A., Azzahrawani, F., Maulana, N. S., Hidayah, A., Nur, D. M. M., Agama, I., & Negeri, I. (2024). Tradisi Guyang Cekathak Sebagai Wujud Pelestarian Alam Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Colo Kabupaten Kudus. 10(1).

Nahar, A. N., Awwaliyah, A. N., Damayanti, L., & Nur, D. M. M. (2024). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Wisata Colo Kudus. Jurnal Sosial Dan Humaniora, 1(4), 308–316.

Nazaruddin, A. (2024). Pemkab Kudus usulkan tradisi Guyang Cekathak sebagai warisan budaya. https://jateng.antaranews.com/berita/521964/pemkab-kudus-usulkan-tradisi-guyang-cekathak-sebagai-warisan-budaya

Wardani, N. A., & Kurnianingtyas, A. P. (2021). Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Desa. 722–731.

Wawancara dengan Bapak Mastur sebagai Ketua Yayasan Masjid dan Makam Sunan Muria (YM2SM)

Zaenab, N. (2025). Peran manajemen yayasan wisata religi terhadap perekonomian masyarakat di sekitar makam sunan muria kudus. Universitas Islam Negeri Prof. K. H. Saifuddin Zuhri. https://repository.uinsaizu.ac.id/29205/1/Nur Zaenab_Peran Manajemen Yayasan Terhadap Perekonomian Masyarakat Di Sekitar Makam Sunan Muria Kudus .pdf

Diterbitkan

2025-11-24

Cara Mengutip

Pelaksanaan Tradisi Guyang Cekathak di Sendang Rejoso dan Relevansinya terhadap Integrasi Nilai-Nilai IPS Berbasis Kearifan Lokal. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(03). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1231