Upaya Masyarakat Desa Terban dalam Melestarikan Museum Situs Purbakala Patiayam

Penulis

  • Hani Kusuma Wardani Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Annisa Rizkiyya Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Cindy Maulida Dwi Rahayu Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Bias Gadis Novelina Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Adinda Meila Sari Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis
  • Dany Miftah M. Nur Universitas Islam Negeri Sunan Kudus Penulis

Kata Kunci:

Masyarakat Lokal, Museum Patiayam, Pelestarian Berbasis Masyarakat, Pelestarian Warisan Budaya, Situs Purbakala

Abstrak

Pelestarian warisan budaya memerlukan partisipasi aktif masyarakat lokal sebagai pemilik dan penjaga utama warisan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya masyarakat Desa Terban dalam melestarikan Museum Situs Purbakala Patiayam di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan empat informan (pengelola museum, dua warga lokal, dan guru sejarah), observasi partisipatif, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Terban terlibat dalam pelestarian melalui empat bentuk utama: membangun rasa kepemilikan dan kebanggaan sebagai identitas desa, mengembangkan ekonomi kreatif yang mendukung keberlanjutan situs, mendukung kegiatan edukatif dan program rutin museum, serta berpartisipasi dalam promosi situs. Motivasi utama masyarakat adalah kebanggaan lokal dan manfaat ekonomi langsung. Namun, upaya pelestarian menghadapi tantangan seperti keterbatasan pemahaman konservasi teknis, minimnya koordinasi kelembagaan, dan keterbatasan fasilitas interaktif. Penelitian merekomendasikan penguatan program pelestarian berbasis masyarakat melalui pelatihan konservasi, pembentukan kelompok sadar wisata, optimalisasi media digital, dan pengembangan kegiatan partisipatif berkelanjutan.

Kata kunci: Masyarakat Lokal, Museum Patiayam, Pelestarian Berbasis Masyarakat, Pelestarian Warisan Budaya, Situs Purbakala.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abdul Aziz, N. A., Mohd Ariffin, N. F., Ismail, N. A., & Alias, A. (2023). Community Participation in the Importance of Living Heritage Conservation and Its Relationships with the Community-Based Education Model towards Creating a Sustainable Community in Melaka UNESCO World Heritage Site. Sustainability (Switzerland), 15(3). https://doi.org/10.3390/su15031935

Fajar, Aji, A. P., Prayoga, D. P., & Wicaksonoo, Yn. T. (2023). Kêcéh Balung Butå: Riwayat Pencarian Benda Purbakala di Situs Patiayam Periode 1891-2007. Journal of Indonesian History, 11(1).

Fatimah Anisalikha, Laura Dewi Anggraini, Diva Mustika Utami, & Luthfa Nugraheni. (2025). Nilai Budaya dalam Situs Pati Ayam sebagai Pelestarian Budaya Lokal Bagi Generasi Z. Dharma Acariya Nusantara: Jurnal Pendidikan, Bahasa Dan Budaya, 3(1), 140–147. https://doi.org/10.47861/jdan.v3i1.1867

Hasan, Moh. A., Mokalu, B., & Lumintang Juliana. (2022). Peran Tokoh Adat Dalam Melestarikan Nilai Budaya Pekande-Kandea Di Kelurahan Tolandona Kecamatan Sangia Wambulu Kabupaten Buton Tengah. Journal Ilmiah Society, 1.

Istiqomah, L. G., & Sabardila, A. (2023). Pemanfaatan Museum Patiayam Sebagai Wisata Edukasi di Kudus. Jurnal Wahana Pendidikan, 10(2), 327–338. https://doi.org/10.25157/JWP.V10I2.9649

Janah, N., SM, F., Febriyanti, F., & Jamaludin, D. N. (2021). Pengembangan Eduwisata Petualangan Alam (Adventure) di Situs Pati Ayam Kudus. JEID Journal of Educational Integration and Development, 1(1).

Kurnianto, A. M., Indrianti, D. T., & Ariefianto, L. (2019). Peran Sanggar Seni Pemuda Edi Peni Dalam Pelestarian Budaya Lokal di Desa Hadiluwih Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 3(2). https://doi.org/https://doi.org/10.19184/jlc.v3i2.16803

Mujabuddawat, M. Al. (2016). Perangkat Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam Penelitian dan Penyajian Informasi Arkeologi. Kapata Arkeologi, 12(1), 2503–0876.

Nugraha, F. A., Samidjo, J., & Waskito. (2019). Peningkatan Ekonomi Masyarakat di Sekitar Objek Wisata Museum Purbakala Patiayam di Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Indonesian Journal of Geography Education, 1. https://e-journal.ivet.ac.id/index.php/ijge/article/view/1184

Rahmawati, T., Nugraha, D., & Harsono, S. (2022). Pendekatan Kualitatif dalam Penelitian Geografi dan Pendidikan. Jurnal Ilmiah Geografi dan Pembelajaran, 7(3), 221-234.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D (Edisi ke-3). Alfabeta.

Sulthon, M. (2021). The Redesign of the Patiayam Kudus Archaeological Museum with an Architectural Approach to Regionalism. Natural Sciences Engineering and Technology Journal, 1(1), 6–11. https://doi.org/10.37275/nasetjournal.v1i1.2

Supriyono, & Wismar’ein, D. (2022). Kajian Potensi Desa Terban Kabupaten Kudus sebagai Desa Wisata Situs Patiayam. UMMagelang Conference Series. https://journal.unimma.ac.id

Timothy, D. J., & Boyd, S. W. (2021). Tourism and Archaeology: Sustainable meeting grounds. Channel View Publications.

Widianto, H., & Simanjuntak, T. (2021). Sangiran: Jendela Peradaban Manusia Purba di Indonesia. Amerta: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 39(2), 89-106.

Yusuf, M. G., & Purwohandoyo, J. (2016). Persepsi Stakeholder Terhadap Pengembangan Situs Purbakala Patiayam di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Jurnal Bumi Indonesia, 5(4), 1-10. http://lib.geo.ugm.ac.id/ojs/index.php/jbi/article/view/822

Diterbitkan

2025-11-24

Cara Mengutip

Upaya Masyarakat Desa Terban dalam Melestarikan Museum Situs Purbakala Patiayam. (2025). Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner , 2(03). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/1228